#17.

93 7 2
                                    

Teman zee sudah pulang dan juga sudah malam, disana hanya tersisa marsha yang ada dikamarnya, zee merasa bersalah karna telah melakukan yang salah pada marsha. Zee lalu mendapat telpon dari papanya yaitu ada sesuatu yang membawa bom menuju gedung, zee segera berlari ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya menjafi costume spiderman miliknya

"Sha.. gw pergi dulu ya.. jagain christy.." ucap zee dari luar kamar zee dan pergi berlari

Zee pun pergi dari rumah dan pergi menuju tempat dimana orang orang membawa bom

*Di lokasi

Zee memperhatikan van hitam yang sedang menyala dan dengan orang yang sedang bermain sebuah laptop dan yang satu lagi sedang mencoba memperbaiki bom, zee lalu menggunakan sistem night vission fi bagian mata penutup kepala, zee mencoba untuk mengayun ke arah sana namun penutup sampah terjatuh karna tidak sengaja kaki zee tertendang penutup sampah

"Siapa itu!?!" Ucap laki laki 1

"Ga aman nih bro mendingan langsung aja ke base buat siapin bom lwbih banyak.. ehe.." ucap laki laki 2

Lalu van pun melaju dengan cepat dan untungnya zee tepat waktu untuk mengeluarkan jaring di atas van, zee mengayun sampi di atas van. Zee lalu membuat lobang dan membukanya pelan pelan. Saking fokusnya melihat ke jalan laki laki 2 ini ditarik dari atas oleh zee

"Ahp.. ehmpp.."

"Sekarang.. lu mau ngapain?!?" Ucap zee pelan pelan sambil menutup mulut laki laki 2

"jawab atau saya tempelin kamu ditembok!!"

"Pasang bom di gedung proyek jinan.." ucap laki laki 2

Zee mendengar jawaban dari laki laki 2 itu malah menjadi marah besar, zee lalu memegang kera baju laki laki 2 dari belakang mulai mengasih pilihan, jika tidak dijawab makanya nyawa sang laki laki 2 akan hilang

"Pilih nyawa lo hilang dari kendaraan cepet atau hentikan perbuatan lu!"

"A-ah.. ta-tapi.."

"Waktu habis.."

Zee menjatuhkan laki laki 2 ke jalan dan sekarang zee mulai masuk ke dalam van diam diam dan berpura pura menjadi laki laki 2, laki laki 1 itu meminta bantuan untuk membuka gerbang namun zee menutup mulut laki laki 1 dan mengerem van hitam itu hingga hilang kendali. Laki laki 1 itu tidak diperbolehkan mengomong

"Hentikan perbuatan lu atau lu lebih baik masuk penjara tapi nyawa gabakal hilang di tangan gw.."

"E-eh ba-baiklah saya akan hentikan perbuatan saya lepaskan saya dulu!!" Ucap laki laki 1 itu dan juga mulai banjir keringat di wajahnya

"Baiklah.. mana handphonemu.." ucap zee santai

"I-ini.." ucap laki laki 1 sambil mengasih handphone miliknya

Zee menelpon polisi dan segera memakaikan seatbelt pada laki laki 1 untuk menunggu polisi datang, zee dengan santai menampat wajah laki laki 1 itu dengan keras

"Kalau lu kabur.. awas aja.." ucap zee

Zee lalu keluar dari van itu dan segera balik pulang

*Seasampainya dirumah

Zee masuk dan melihat christy yang membawa segelas susu, christy bingung kenapa kakanya seperti ini, zee lalu memberi tau kalau ia abis dari pesta. Christy marah kepada zee karna telah berpesta tanpa mengabarkan atau pun memberi tau, zee tertawa dan mengelus rambut christy

"Christy masuk ya habisin susunya sampe habis okey?"

"Oke ka zee!" Jawab christy tersenyum pada zee

Zee segera ke kamar dan melihat marsha berada di balkon kamarnya. Zee mendekat ke marsha dan memeluknya dari belakang, marsha terkejut saat zee memeluknya walau masih terlihat trauma karna kemarin malam dan juga tadi, namun marsha tetap membalas pelukan dari zee

"Sorry ya sha.. maafin kan?"

"Iya ka zee.."

"Tapi mukanya belum senyum.. berarti ga di maafin" ucap zee sambil cemberut

"Iya.. iya.." jawab marsha sambil tersenyum

Zee menggendong marsha ke kadur dan memeluk marsha yang sedang tiduran di kasur, marsha mengelus rambut zee yang berantakan, zee tersenyum dan lanjut memeluknya namun lebih erat. Christy tanpa sengaja masuk kekamar dan melihat perbuatan zee dan marsha, christy menutup kembali pintu kamar zee dan berlari

"Astaga naga ka zee tadi tuh ada christy!"

"Memangnya kenapa?"

"Yah kan masih kecil dia!"

"Hm.."

Zee mendekatkan hidungnya ke hidung marsha, marsha sedikit melihat mata zee dan kembali menggerakan hidungnya agar saling bermain hidung. Zee semakin memeluk marsha dengan erat dan tidur disamping marsha walau zee masih memakai costume spidermannya

you don't know!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang