Semalam Untuk Berdua

3.4K 212 8
                                        

"Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk ku dan kau. Serta menjadi malam yang memulai segalanya tentang kita "

Author pov

Hampir sepanjang hari ini tristan terus merutuki dirinya sendiri di dalam kamar. Bayang-bayang tentang kejadian di aula basket terus menghantui fikirinya, dia sungguh belum siap untuk melihat wajah kecewa thalita dan untuk kedua kalinya, dia bahkan tidak bisa melindungi gadis yang di sayanginya. Yang ada di fikirannya saat ini, dia harus segera menemui thalita dan menjelaskan semuanya pada gadis itu "semoga dia mengerti" fikir tristan

Tristan melihat jam di dinding kamarnya 21.00 segera ia mengambil jaket, dan melompati balkon kamarnya, berlari melewati kegelapan malam.

***

Tristan terus menatap rumah mewah di hadapannya, ia sedikit ragu memasuki rumah itu. Yap itu adalah rumah thalita

Sementara itu thalita terlihat resah, ia terus mondar-mandir di dalam kamarnya.

"Kau sedang apa?"

Suara bass itu mengagetkan thalita, thalita melihat sekeliling kamarnya mencari sumber suara itu, ternyata pria aneh itu sudah berdiri di belakannya, ini membuat thalita terlonjak dari posisi berdirinya. Wajahnya terlihat kaget, kesal dan panik di saat bersamaan

"Apa yang kau lakukan di sini eohh?" Ucap thalita dingin

"Hmm akuu inginn..."

Belum sempat tristan menyelesaikan ucapannya sebuah suara memotong perkatannya.

"Thalita momy membawa kan susu hangat untukmu. Momy masuk ya sayang"

Mendengar suara ibunya, thalita langsung mendorong tristan ke kasurnya, membungkus pria itu dengan selimutnya dan menghimpit pria itu. Tepat waktu.
Ibu thalita memasuki kamar putinya

"Kamu lama sekali sayang, ini susu hangat untukmu, minumlah dan istirahat"

"Nanti saja mom, letakan saja susu itu di atas meja belajarku" ucap thalita berusaha terlihat setenang mungkin sambil memeluk tristan yang berada dalam selimut tersebut

"Kamu sedang apa?"
Ucap ibu thalita dengan wajah heran melihat bongkahan besar di atas kasur yang tengah di peluk putrinya

Melihat wajah heran ibunya thalita segera berguling-guling di atas bongkahan besar yang berisi tristan di dalamnya

"Hanya berguling-guling saja mom, rasanya nyaman memasukkan bantal dan guling ke sini sangat empuk"

Thalita tetap asik berguling-guling di atas tristan untuk memghilangkan kecurigaan ibunya. Sementara itu, tristan hanya meringis melihat sikap thalita yang semaki brutal beguling-guling diatasnya.

"Kau sangat berat bodoh" celetuk tristan

Thalita membulatkan matanya dan segera melihat ke arah ibunya, yang masih asik membereskan buku-buku nya yang berantakan.

"Thalita apa kamu mendengar suara seorang pria?"

"Ahh jang membuatku takut mom" ucap thalita tenang

"Tapii tadi mom..."

"Ahh mom hanya berhalusinasi saja, mungkin mom terlalu lelah, beristirahatlah mom dan temani dady di kamar" ucap thalita cepat memotng perkataan ibunya.

"Kamu benar sayang mom sangat lelah, mom istirahat dulu yaa. Kamu juga" ucap itu thalita menciun kening putrinya dan segera meninggalkan kamar putrinya

Sementara thalita hanya melambaikan tangannya, dengan senyum penuh suka cita melihat kepergian ibunya.

"Haaahhh" thalita mengehla nafas panjang. Masih dalan posisi memeluk selimut yang berisi tristan di dalamnya

DEVIL BECOME ANGELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang