Lihatlah Hanya Padaku

3.5K 222 0
                                        

Author pov

Thalita duduk sendirian di dalam kelasnya, ia terus saja memperhatikan tristan dan mendengus kesal. Seperti biasa pria itu di kerubungi para gadis. Dan pria itu tak henti-hentinya trsenyum.
"Apa dia nggak bosan trus-trusan trsenyum dan pura-pura brsikap ramah. Menjijikkan" dengus thalita sebal

Trinngg

Tiba-tiba hp thalita berbunyi, pesan dari adrian

From: adrian
To : thalita
Cepalah ke taman belakang sekolah, aku dan naomi menunggunggumu

Thalita trsenyum membaca pesan tersebut .
Thalita langsung bergegas ke taman belakang sekolah.

***

Thalita melihat adrian yang sedang duduk sendiri di kursi taman. Thalita mengendap-endap di belakang adrian dan menutup mata pria itu.

"Thalita aku tau ini kau" ucap adrian smbil menarik tangan thalita
"Bagaiaman kau tau" dengus thalita kesal sambik duduk di samping adrian
"tentu saja, baumu itu sangat khas tau. Busuk"
Thalita hanya mempoudkan bibirnya, adrian hanya terkekeh geli melihat ekspresi thalita

"Kau lebih ekspresif sekarang thalita. Kau banyak berubah, kau tau?" Ucao adrian terkesan dingin

Thalita hanya diam. Harus d akui kata-kata adrian memang benar.

Thalita pov

Kata-kata adrian terus terngiang-ngian di telingaku.

Ada apa dengan ku sekarang ini

Aku terus berjalan menuju kelas sambil memikirkan perkataan adrian. Sampai sebuah tangan tiba-tiba menarikku, aku sedikit terkejut dan hendak memberontak, tapi orang itu buru-buru memojokkan ku di dinding dan membekap mulutku
"Tristan" fikirku

"Ya ini aku. Kau dari mana saja?" ucapnya dingin, dia menatapku tajam. Ada apa ini

"Aku dari mana bukan urusanmu huhh"

"Tentu saja ini urusanku!!"

"Kau tidak punya hak atas diriku" balas ku sengit

Buuuukkkk...

Tristan memukul tembok di samping kepalaku dengan kuat

"Kau milikku thalita"

Kini ucapannya terdengar dingin dan serius, tatapannya. Huhh aku benci situasi seperti ini.
Aku menendang tulang kering pria ini dengan kuat lalu mendorongnya, ia meringis kesakitan

Aku berjalan menjauh darinya kemudian kembali menatapnya

"Berhenti mengganggu ku, kau selalu saja mengikuti ku. Aku bukan milikmu dan satu hal berhenti menggodaku karna aku tidak tertarik pada manusia" ucap ku dingin

Aku melihat tristan memamerkan smirknya

"Hal ini terdengar bagus nona thalita, karna aku juga bukan manusia" ucapnya dan berlalu meninggalkan ku yang bingung atas pernyataannya

***

Selama pelajaran sejarah hari ini, jujur saja fikiran ku tidak seutuhnya fokus pada pelajaran.
Aku masih memikirkan perkataan adrian dan tristan tadi huhh, mungkin kalau adrian aku masih bisa menerima. Karna otomatis setiap manusia pasti berubah.
Tapi tristan, haahh pria aneh itu apa kali ini sarafnya putus atau dia hanya membual saja, tapi aku mendengar keseriusan dalam nada bicaranya

Teengg..teeenggg

Tanpa terasa bel pulang sekolah telah berbunyi, semua murid dengan bahagia bersiap pulang ke rumah masing-masing

Tiba-tiba tristan meletakan potongan kertas di atas mejaku.
"Ada apa dengannya?" Fikirku sambil membuka kertas tersebut

"Datanglah ke aula basket sekarang!! Aku menunggumu"

Lagi-lagi dia melakukan sesuatu sesuka kepalanya. Tapi ntah kenapa badan ku selalu mengikuti perkataannya. meskipun aku coba mengabaikan kertas konyol itu tapi badan ku bergerak sendiri. Aku tidak bisa menghentikan ini.

***

Aku membuka pintu ruang aula basket tersebut. Semua mata memandang ke arah ku. Di sini memang tidak banyak orang hanya anak-anak klub basket. Tapi aku takut.

Mereka mendakati ku
"Dia cantik sekali" "dia seperti boneka" "aku ingin dekat dengannya" "aku ingin menyentuhnya" "dia lucu sekali astaga"
Mereka mengelilingiku, tersenyum padaku tapi aku takut sangat takut mereka seperti menyeringai, mereka mengerikan. Aku menutup kedua mataku dan berusaha mundur tapi mereka terus mendekati ku, badanku gemetar hebat. "Seseorang tolong aku >< "

Sampsi akhirnya seorang pria berdiri di depan ku berusaha melindungi ku. Dia adalah....

Author pov

Adrian yang melihat thalita berjalan ke aula basket diam-diam mengikuti gadis itu, ntah kenapa firasatnya tidak tenang membiarkan gadis itu.

Firasat adria memang tidak salah, kini thalita terlihat ketakutan. Adrian hanya menghela nafas pelan dan nenerebos kerumunan orang-orang di sekitar thalita, berdiri di depan gadis itu dan melindunginya *liat gambar sampul. Adrian menarik kuat tangan thlalita untuk menjauhi kerumunan orang-orang aneh itu dan matanya menatap sesosok orang yang sangat ia benci. Tristan

Tristan pria itu hanya menatap kosong ke arah thalita, tanpa niat membantu gadis itu dan itu semua itu membuat adrian geram. Adrian pria itu mengeratkan genggamannya pada thalita. Ia sudah tau thalita ada di sini pasti ulah pria sinting itu.

"Kau sangat rendah" bisik adrian di telinga tristan ketika mereka berpas-pas an. Adrian menarik tangan thalita meninggalkan tempat itu, sementara tristan hanya menatap punggung thalita yang menjauh, sesuatu yang sangat menyakitkan kini tengah merayap di hatinya. melihat dirinya tidak mampu melindungi thalita dan membiarkan gadis itu pergi di genggaman pria lain

"Aarrgghhh" triak tristan frustasi

***

Adrian terus menarik tangan thalita kuat

"Tangan ku sakit"

Adrian merenggangkan genggamannya, kemudian berbalik melihat gadis itu. Thalita masih terlihat ketakutan dia terus menunduk dan badannya menggigil. Adrian melepaskan genggamannya dan berjalan mendekati thalita, gadis itu hanya mundur dengan ketakutan. Adrian mendasah dan segera mengusap pelan pipi thalita.

"Jangan takut ini aku adrian" ucap adrian lembut dan tersenyum menatap gadis itu dalam.

Thalita mengangkat kepalanya. Hatinya sedikiti tenang sekarang melihat adrian di depannya. Selama adrian terus di sisinya dia akan merasa tenang dan hatinya kembali terasa hangat.

Adrian kemudian menarik dagu gadis itu dengan telunjuknya, sambil menatap tajam tepat di manik mata indah milik thalita

"Lihatlah hanya padaku thalita, hanya padaku, aku selalu melindungimu"

Deeggg

Kali ini thalita merasa jantungnya berdegup untuk adrian.

TBC~

Yeaayy akhirnya chapter ni selsai juga, makin gaje yah haha.
Sebenarnya pengen buka rahasia thalita dan tristan di chapter ni tapi berhubung author capek nulis jadi buatnya di part satu lagi aja deh.
Makasi ya buat yang udah vote dan comment di part2 sebelumnya ^^

Miaann...di part kal ini typonya makin banyak dan maaf juga author uploadnya lama, soalnya idenya lagi buntu banget kemarin. Semoga readers senang dengan part baru ini dengan munculnya tokoh pesain tristan yaitu adrian. Kira-kira seperti di sampul adrian ngelindungi thalita ^^
Jangan lupa vote dan commentnya yaa!! Biar author makin semangat. Yosshh!!







DEVIL BECOME ANGELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang