"Bulan Cinta..." Panggil Mada dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Mereka tengah melakukan panggilan video saat ini. Mada menemani Karuna yang tengah sibuk menyelesaikan tugasnya sebagai Ketua OSIS. Padahal, besok sudah mulai school art festival-nya, tapi kekasihnya malah semakin sibuk begini. Jujur, Mada khawatir melihat wajah pucat Karuna.
"Iya?" Sahut Karuna, menoleh sebentar ke arah ponselnya, menatap wajah Mada yang tertutup sedikit dengan selimut, kemudian fokus lagi pada lembaran kertas di atas meja belajarnya.
"Kayaknya besok gua nggak masuk," Tutur Mada dengan nada tak enak hati. Betulan tak tega mengatakan hal ini pada kekasihnya. Ia bergerak memperbaiki letak ponselnya, kemudian mentap Karuna lamat-lamat, ingin tahu reaksi kekasihnya jika ia bilang besok ia tidak akan datang ke sekolah. Padahal besok adalah salah satu hari penting bagi Karuna. Apakah kekasihnya akan marah padanya?
"Hm? Kok nggak masuk? Kenapa?" Tanya Karuna beruntun dengan nada terkejut yang kentara. Ia menatap Mada lewat ponselnya. Mempertanyakan penyebab mengapa kekasihnya besok tak dapat hadiri acara penting di sekolah. Karuna agak sedih sedikit, karena ia begitu menantikan acara ini. Sebab, ini adalah ujung dari masa jabatannya sebagai Ketua OSIS juga.
Mada terkekeh pelan melihatnya, "Gua ada urusan sama bang Yudha besok. Penting, jadi nggak bisa ditinggal. Sorry, ya? Gua nggak bisa anter-jemput lu besok," Katanya.
"Bukan gitu... Aku tanya aja, kok... Nggak apa-apa, besok aku bisa bareng sama mas Jian," Tuturnya sedih. Tak dapat menyembunyikan perasaan sedihnya yang muncul di raut wajahnya.
Mada, yang melihatnya jadi merasa bersalah. Ia betulan tak tega melihat bagaimana Karuna sangat menantikan hari esok, tapi Mada malah tidak bisa menemaninya.
"Maaf, ya? Jangan marah, sayang..." Ucap Mada dengan kerlingan menggoda, mengabaikan rasa menyelekit di hatinya karena harus menggoda Karuna di tengah suasana sedih kekasih hatinya.
Karuna yang mendengarnya tersipu, ia tersenyum tipis dan mengangguk, "Iyaa~ Nggak apa-apa, Abhi. Tapi, janji harus tetep kabarin aku, ya?" Pintanya melas, memperlihatkan jari kelingkingnya pada sang kekasih.
Mada menerawang ke atas, "Hm..." Ia berpura-pura berpikir, "Kayaknya bakalan agak susah, deh," Godanya.
"Hih! Abhi! Akunya jangan diledek terus!" Tukas Karuna sebal.
Mada tertawa geli, sebelum akhirnya ia mengangguk paham, "Kalo gua bisa pegang hp nanti pasti gua kabarin, cantik. Nggak perlu diminta, gua pasti lakuin."
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE MOON
रोमांस"Cantik, ya?" "Apanya?" "Bulannya." "It is. The moon is beautiful." COMPLETED • • • • 16+ NIKWON/WONKI au, BXB! Harsh words & curses. Be aware. DON'T LIKE DON'T READ. February, 2024. pj_enthu.
