📍Bandung
Zee maupun shani, sudah masuk ke rumah itu, zee mengarahkan jamnya, untuk konek ke monitor miliknya,dan berkomunikasi ke orang-orang rumah
"Lah ini zee sama ci shani dimana?" Tanya adel pada mereka yang lain, karna semuanya berkumpul di ruangan monitor, yang ternyata sudah terhubung dengan zeeshan
"Mereka melesat cepat banget, kayak teleport gitu loh" Jelas ashel
"Hah?" Heran mereka, yang tidak melihat zee dan shani tadi di ruangan rapat
"Udah kalian fokus dlu, bahas yang magic nanti aja" Ucap Keenan
"Iya om" Ucap mereka
Kemudian mereka, memperhatikan setiap sudut yang zee dan shani, yang sudah di retas menggunakan jam tangannya
Kembali ke zeeshan, mereka mencari ruangan keberadaan kakeknya, rumah ini sangat luas, dan lumayan gelap dan lembap
"Cii kita harus berpencar?" Tanya zee
"Iya, kamu ke kanan cici ke kiri, kalau ketemu gunakan telepati atau jam ini" Jelas shani
"Siap" Ucap zee, Keduanya langsung berpisah
"Zee lu lurus ke depan jangan belok, di kiri lu akan lewat bodyguard" Ucap adel menginterupsi lewat monitor, karena ada 3 lorong yang harus zee pilih
"Okai" Ucap zee
"Ci shani, belok kanan ci ada penjaga di depan" Ucap gracia
"Okei" Ucap shani
"Ciii- cici terkepung, kedua penjaga itu akan melintas di sana" Ucap oniel panik melihat para penjaga bertubuh besar dan berotot
Kemudian shani akan bersiap untuk berkelahi, tapi zee dengan cepat menarik shani, menggunakan kekuatan melesat, dan mereka berpindah ke ruangan lain
"Lahh kok ilang ci shani nya?" Kaget mereka
"Itu shani dan zee" Tunjuk sisca dan indah
"Lah kok?" Kaget Marsha dkk
"Magic bro" Ucap oniel
"Hah what?" Kaget Katrin
"Mereka punya magic" Jawab indah
"Nyata?" Tanya olla
"Yoii" Jawab sisca
🔮⚡👀👂
"Ciii kenapa aku rasa di sini berbahaya yah ci" Ucap zee
"Sebenarnya cici juga sih, kek ngerasa dingin" Ucap shani
"Kita keluar" Ucap zee
Sepertinya mereka salah ruangan, zee dengan cepat keluar bersama shani
Strettt ⚡⚡⚡⚡⚡
Mereka sempat melewati aran dkk, yang untungnya tidak melihat keberadaan mereka
"Lu pikir gw nggak tau" Gumam seseorang
"Itu mereka ci" Bisik zee mereka sedang bersembunyi di lantai 2, dan memantau aran
"Mereka masuk ke ruangan itu, aran sepertinya akan tau keberadaan kita" Ucap shani yang sepertinya aran bisa merasakan keberadaan mereka
"Kalau begitu ayo berpencar" Ucap zee
Shani dan zee berpencar, zee yang jauh lebih dekat pada keberadaan aran, sedangkan shani yang harus mengendap-endap agar tidak ketahuan
"Lepaskan dia" Suruh aran
Suara itu dapat dilihat jelas oleh zee yang jauh lebih dekat
"Ka-kek" Lirih zee
"Kakek, masih hidup" Ucap zee
