kakak 12 "Thanks Abang ganteng!!"

30 5 2
                                        

Hai para pembaca kakak♡!!
Mulai hari ini kak Fikri bakal mulai cerita lagi tentang kehidupannya yang amburadul:v..
Kuy, lanjut bacanya!!

...

Hari ini, saat jam istirahat di sekolah, Fikri nampak nyenyak tidur di bangkunya. Tidak ada yang berani membangunkannya, bahkan Sabella teman sebangkunya menghilang entah kemana. Tiba-tiba Devano mengendap-endap menuju meja Fikri, lalu menggoncangkan tubuh Fikri sambil berseru, "Fik!! Bangun Fik!!!"

Spontan Fikri terbangun karena terkejut. Saking terkejutnya ia celingak-celinguk panik seolah mencari tempat bersembunyi dari bencana.

"Woy! Woy! Santai bro..", kata Devano sambil memberi isyarat tenang.

Fikri pun berdecik, lalu berkata "Diem lu Van!! Gue ngantuk nih!!". Ia lalu kembali duduk dan meletakkan kepalanya di atas meja.

"Cih! Ngantuk amat lu!! Ngapain aja emang semalem?", tanya Devano penasaran sambil mendudukkan dirinya di bangku Sabella.

"Kepo lu! Pokoknya gue begadang sampe jam 2 pagi!", Balas Fikri tanpa mengangkat kepalanya dari atas meja.

Mendengar jawaban Fikri, sontak Devano berseru, "baru tidur jam 2 doang lu! Kayak kagak pernah begadang aja!!"

"Shit!", umpat Fikri. "Emang kagak pernah!", ungkapnya tidak peduli.

"Idihh.. kagak pernah nonton bola Ampe pagi dong lu?!", tanya Devano memancing emosi Fikri.

"Diem Van!", perintah Fikri yang masih enggan mengangkat kepalanya.

"Fik!", panggil Devano.

"Hmm??", sahut Fikri malas.

"Lu kagak nanya ngapain lu gue bangunin?", tanya Devano yang terdengar sangat menggangu dan tidak penting bagi Fikri.

"Hmm??", sahut Fikri seolah bertanya  "ngapain?"

"Dicariin Lea tuh!", ungkap Devano datar.

Tak disangka, Fikri langsung bangun dan merapikan rambutnya. Devano pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Fikri. Setelah meminta Devano untuk minggir agar dia bisa lewat, Fikri langsung melangkah malas menuju pintu.

"Dasar Abang bucin!" Gumam Devano.

Saat langkah Fikri telah tiba di hadapan Amalia, Fikri menguap sekali lalu bertanya, "ngapain lu?"

Amalia sempat heran pada tingkah kakaknya, namun seketika ditepis oleh kenyataan bahwa kakaknya memang hobi tidur. "Lo baru bangun tidur?", tanya Amalia basa-basi.

"Iyaa..", jawab Fikri malas. "Ngapain lu kesini?", tanya Fikri sambil mengerutkan keningnya.

Dengan penuh semangat Amalia langsung menengadahkan tangannya kehadapan Fikri, sambil berkata "duit..."

"Hah??", seru Fikri karena terkejut sesaat. Ia lalu merogoh saku celananya sambil bertanya, "berapa?!"

"Minimal Jigo.." ungkap Amalia tak tanggung-tanggung.

"Jigo? Buat apaan, j*r??", tanya Fikri tak kuasa. Bagaimana tidak, Jigo yang Lea maksud itu 25 ribu?!

"Makan..", jawab Amalia disertai cengiran mautnya.

"Ya elah.. di warung Mpok Sarti aja nasi uduk plus lauknya ceban!"

"Ihh!! Lea gak mau makan di warung Mpok Sarti!!"

"Lah terus? Dimana?"

"Di kafe No-normal, yang dideket gang rumah Tiara itu!.."

"No-normal? Hih! Nanti jadi kagak normal lu!"

"Aish! Apaan sih Lo??"

"Orang! Kan udah pernah gue bilang 'gue itu orang', nanya lagi gue apaan?"
[Kejadian waktu nganter Amalia pulang karena sakit]

"Hiss!! Mana duitnya??", kata Amalia geram sambil menengadahkan kembali telapak tangannya. Fikri pun membuka dompetnya dan memilah uang yang akan dia berikan sambil bertanya, "mo makan Ama siapa sih Lo disana??"

"Sama kak Saka!" Jawab Amalia apa adanya. Mendengarnya Fikri berdecak kesal sambil bertanya, "ngapain (makan sama tuh orang)??"

"Lea mau belajar bareng! Tiara sama Delia juga ikut.." jawab Amalia berlagak polos.

"Delia siapa lagi?! Pake disebut-sebut segala!"

"Delia temen sekelas gue! Dia juga deket sama kak Saka!"

"Ih (pake dijelasin)!"

"Kok ih?! Gak jelas.."

"Gak (tuh, jelas tuh)! Emang duit lu kemana?!"

"Kan kemaren gue bilang abis!!"
[Waktu beli jus jambu]

Fikri pun menghela napas pasrah, lalu menyodorkan dua lembar uang, warna hijau dan warna kuning. Lalu berkata, "nih, duitnya! Pergi Sono!!"

Amalia menerima uang itu dengan sumringah, lalu berkata, "thanks Abang ganteng!!". Kemudian pergi meninggalkan Fikri sambil mengayun-ayunkan uangnya penuh sukacita.

Merasa geram pada tingkah adiknya, Fikri berdecik pelan, lalu bergumam, "dasar baek kalo ada maonya doang!"

...

KAKAK ♡Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang