ꕥ Setiap air mata mencari karmanya sendiri! ꕥ
Acara makan malam itu berlangsung dengan lancar dan selesai lebih cepat dari yang Ayanha perkirakan. namun Ayanha dendam pada Gerhana saat itu juga karena telah membuatnya mati kutu di depan sang rektor.
Pikiran jahil terlintas di benak Ayanha saat melihat Gerhana sedang berjalan sendirian di depannya. matanya menatap bergantian pada Gerhana dan juga botol air digenggamannya, Ayanha dengan kuat melempar botol air itu pada Gerhana.
"Gerhana awas!" teriak Ayanha namun hal itu malah membuat Gerhana berbalik dan botol minuman itu mengenai pelipis wajahnya.
Ayanha tertawa puas saat Gerhana mengeluarkan rintihan kesakitan tidak hanya itu bekas kemerahan juga terlihat dengan jelas di wajah tampan itu.
"Maaf, karena aku sengaja," tutur Ayanha tersenyum.
"Kenapa dilempar?"
"Karena masalah dendam." balas Ayanha.
"Masalah makan malam tadi?" tanya Gerhana mengankat salah satu alisnya.
"Bukannya buku itu jadi milik mu sekarang?"
"Iya dan aku berterima kasih untuk itu. tapi, waktu kemarin seseorang tiba-tiba menyerangku itu semua karena mu kan?" tanya Ayanha sambil tangannya bersidekap dada.
"Jangan pikir bahwa aku tidak tahu masalah itu. Aku tahu semuanya Gerhana Kyler Apollo jadi jangan mengelak."
"Iya." ungkap Gerhana.
"Tujuannya apa?"
"Sengaja hanya ingin bersenang-senang." balas Gerhana.
"Arghhh! menyebalkan." geram Ayanha dengan pose seakan ingin mencakar wajah Gerhana.
"Apa kau marah?"
"Siapa yang tidak akan marah, ini sama dengan merencanakan hal kriminal untukku dan aku bisa saja membawa masalah ini ke ranah hukum." ancam Ayanha.
"Aktivitas amigdala meningkat jika sedang marah dan itu dapat menyebabkan kelelahan dan kerusakan pada sel-sel saraf di dalam amigdala." jelas Gerhana dibalas delikan sinis oleh Ayanha.
"Kenapa jadi bahas amigdala coba," tutur Ayanha.
"Ay coba lihat." Gerhana mengeluarkan kain yang ada di saku jas miliknya kemudian menggerakkan nya dengan memutar seperti trik sebuah sulap. lalu gerakan itu terhenti saat kain yang tadi dimainkan oleh Gerhana ditarik dan menampakkan sebuah permen lolipop.
Ayanha terperangah takjub dengan aksi sulap yang dimainkan oleh Gerhana, sederet pertanyaan muncul dibenakknya kenapa Gerhana bisa menguasai salah satu trik sulap. bahkan Ayanga sudah lupa bahwa dia saat ini sedang ingin marah pada Gerhana.
"Untukku kan?" ucap Ayanha berbinar persis seperti anak kecil yang diberikan permen gratis.
"Janji jangan marah?" ungkap Gerhana lalu diangguki Ayanha yang tak lama setelah itu langsung mengambil lollipop yang ada ditangan Gerhana.
Ayanha dengan santai memakan lollipop itu padahal bisa saja itu adalah tipu muslihat Gerhana dengan sengaja memberikannya lollipop yang telah ia berikan racun. tapi ini tidak akan pernah terjadi Gerhana tidak sebejat itu.
"Kebangsaan ilmuwan Daniel Gabriel Fahrenheit penemu suhu Fahrenheit?" pertanyaan yang Gerhana lontarkan membuat pergerakan Ayanha yang sedang menjilati lollipop itu terhenti. otaknya sedikit mencerna tentang pertanyaan tiba-tiba yang Gerhana ajukan.
"Ilmuwan Daniel Gabriel Fahrenheit, penemu skala termometer Fahrenheit, adalah warga negara Jerman. Ia lahir pada tahun 1686 di Danzig (sekarang Gdańsk, Polandia) yang saat itu merupakan bagian dari Kerajaan Prusia." jelas Ayanha, Gerhana tersenyum miring lalu kembali mengeluarkan pertanyaan.
"Warga negara jerman? bukannya tercatat Fahrenheit merupakan warga negara prusia?" tutur Gerhana.
"Itu benar Fahrenheit lahir pada tahun 1686 di Danzig, yang saat itu merupakan bagian dari Kerajaan Prusia. Danzig (sekarang Gdańsk, Polandia) pada saat itu berada di bawah kekuasaan Prusia."
"Pada saat Fahrenheit lahir, Danzig belum menjadi bagian dari Jerman. Jerman sebagai negara kesatuan baru terbentuk pada tahun 1871, jauh setelah Fahrenheit meninggal dunia pada tahun 1736."
"Sehingga secara kebangsaan, Fahrenheit adalah warga negara Prusia, bukan Jerman. Prusia sendiri adalah sebuah kerajaan yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Jerman."
"Namun, karena Danzig (tempat kelahiran Fahrenheit) sekarang berada di wilayah Polandia, maka Fahrenheit sering juga disebut sebagai ilmuwan Polandia. Namun secara historis, ia adalah warga negara Prusia."
"Jadi untuk kebangsaan asli dari Daniel Gabriel Fahrenheit itu Prusia, jerman atau polandia." potong Gerhana.
"Jadi untuk menyimpulkannya, Daniel Gabriel Fahrenheit bukanlah warga negara Jerman ataupun polandia. melainkan warga negara Prusia, sebuah kerajaan yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya negara Jerman. jadi keberadaan Prusia telah melebur menjadi bagian dari satu kesatuan negara Jerman." jelas Ayanha dengan detail. kemudian kembali memakan lollipop nya dengan nikmat.
"Sebenarnya tanpa ku perjelas. pertanyaan mu tadi adalah jawabannya, Fahrenheit tercatat berkebangsaan prusia."
"Ayanha!" teriakan itu menyadarkan Ayanha untuk segera bergegas pergi.
"Iya bunda Ayanha kesana!" teriak Ayanha lalu berjalan pergi meninggalkan Gerhana.
Ayanha itu naif dan kurang peka terhadap sekitarnya itulah yang membuat Ayanha kadang labil dan cenderung mudah dimanfaatkan, tapi sisi positifnya Ayanha itu memiliki empati dan simpati yang tinggi.
Bahkan tanpa Ayanha ketahui, saat melakukan sebuah trik tadi Gerhana sempat mengambil salah satu hiasan rambut milik Ayanha. hiasan berbentuk pita kecil yang kini ada di genggaman Gerhana.
"Sangat tidak peka." gumam Gerhana seraya terus mengamati pita kecil itu.
Gerhana akan mengembalikan hiasan rambut berbentuk pita itu kepada pemiliknya mungkin besok atau nanti tapi setelah dia memasang sebuah kamera kecil di pita itu.
_____TBC____
KAMU SEDANG MEMBACA
The University
FanfictionJudul lama "University War" 𝚂𝚎𝚚𝚞𝚎𝚕 𝙶𝚎𝚗𝚒𝚞𝚜 𝚑𝚒𝚐𝚑 𝚜𝚌𝚑𝚘𝚘𝚕. 𝙳𝚒𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝙶𝚎𝚗𝚒𝚞𝚜 𝙷𝚒𝚐𝚑 𝚂𝚌𝚑𝚘𝚘𝚕 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚍𝚊𝚑𝚞𝚕𝚞. 𝓤𝓷𝓲𝓿𝓮𝓻𝓼𝓲𝓽𝔂 𝓦𝓪𝓻 Hari pertama memasuki universitas Ayanha...
