ꕥ Kadang orang berkata tanpa berpikir hingga omongannya tampak sangat menyakiti
ꕥ
Saat surya nampak ditarik ke permukaan menyisakan semburat jingga kekuningan, pertanda waktu harus dimulai lagi setelah terlelap dalam mimpi-mimpi, kelopak mata yang masih ingin tertutup serta tubuh yang masih ingin terbaring, pertanda malas menyambut hari yang kian pagi.
Gerbang pendidikan masa depan saat semua mimpi tertumpuk penuh harap. Bangun pagi berangkat dengan banyak pengharapan, menuju harap yang semu namun kian temu.
University War dan segala harap, suara tapak kaki yang berjalan tak tentu arah. Tembok-tembok yang meredam amarah, sudut-sudut tempat berkencan. Akan banyak kisah dan kasih yang dimulai ataupun diakhiri.
Kini akhirnya dimulai, pada persaingan yang kian sengit. Berharap segala yang terbaik.
Triangle hierarchy adalah kesalahan yang sengaja dibuat oleh Dmitriev. Namun ternyata itu berbahaya untuk keberlangsungan generasi university war.
Permainan ular tangga masih belum selesai, namun beberapa pion kini telah tersingkir dan kini sisa lima pion yang harus bermain.
Selamat datang di Triangle hierarchy. Posisi melingkar dengan bidak ular tangga di tengah-tengah mereka.
Posisi terakhir dari permainan ular tangga dipimpin oleh Ayanha yang berada di kotak ke 31. Tantangan hari ini jauh lebih sulit dan sangat extrem itu semua dikarenakan karena hari ini akan langsung mengeliminasi dua peserta sekaligus dan siapapun harus siap bahkan Ayanha yang memegang posisi tertinggi sekalipun.
Di depan pintu ruangan di mana Triangle hierarchy akan dilaksanakan sepasang insan terlibat percakapan panas nan sengit. Rune dan Emily lagi-lagi berdebat tentang masalah yang sama.
"Kau terlihat lelah, apa kau beristirahat dengan baik?" tanya Rune yang dapat melihat kantun dan juga mata panda milik Emily.
"Hmmm, aku lebih dari baik." Emily menjawabnya dengan nada malas.
"Kau berusaha dengan sangat keras Emily, kau akan kecewa jika kau gagal."
"Berhenti mencampuri urusanku Rune." Emily terlihat marah.
"Kau tahu ambisi mu itu tidak akan berhasil, bisa saja kau yang akan tereliminasi hari ini."
"Berhenti bicara sembarangan atau kau akan menyesal." Emily menarik kerah seragam Rune.
"Emily, tindakan mu sudah tidak wajar. Kau membully dan menyiksa mereka dengan semena-mena, itu semua karena kau memanfaatkan posisimu sebagai peringkat tertinggi."
"Kau pikir aku peduli! Kau tidak akan pernah tahu apa masalahnya. Kau berhentilah untuk ikut campur ke dalam urusanku karena kau tidak memiliki hak apapun untuk itu." Emily menahan gejolak amarah dalam dirinya.
"Itu karena aku menyanyangi mu, aku tidak ingin kau bertindak sesuatu yang akan merugikan mu nantinya." Rune menangkup wajah Emily, mengusap pipinya dengan lembut.
Emily menghempas tangan itu dengan kasar.
"Bohong! Seharusnya jika kau menyayangi ku maka kau harus mendukung ku apapun itu."
"Kau tahu, aku tidak yakin jika kau akan menang." Rune berucap lirih.
Emily terkekeh. "Bahkan jika aku harus melakukan perjanjian dengan iblis agar aku menang, maka itupun akan kulakukan."
"Aku tidak masalah melakukan perjanjian dengan Lucifer selaku iblis terjahat sekalipun, aku akan melakukan apapun." tekan Emily.
"Semoga kau berhasil." hanya kalimat itu yang mampu Rune katakan. Tenggorokannya seakan tercekat mendengar penuturan Emily.
Triangle hierarchy telah dimulai, kelima mahasiswa genius itu bersaing dalam sebuah ruangan yang telah disiapkan. Alarm tiba-tiba berbunyi membuat mereka kebingungan dan hal aneh yang terjadi adalah saat ruangan tiba-tiba menjadi gelap dan kemudian mereka seolah ditarik ke dimensi lain, saat ini suasananya jelas berbeda, mereka seperti berada di dimensi lain.
Hanya ada ilusi tanpa batas disekitar mereka, ruangan yang seolah tak memiliki ujung dan bidak ular tangga yang seakan pemegang kendali di ruangan itu, ditambah mereka kini berdiri di pijakan berbentuk persegi empat yang tingginya sekitar 50 cm. Di sekitarnya terdapat air yang seolah akan menenggelamkan mereka.
Mereka tahu ini ilusi dari sebuah ruangan hologram khusus yang telah disediakan. Tapi tetap saja ini berbahaya, jika mereka salah menjawab maka ketinggian air di pijakan mereka akan bertambah walaupun air itu bagian dari hologram, akan tetapi jika air itu berhasil menenggelamkan mereka maka detik itu mereka akan tereliminasi.
Kini pertanyaannya berupa siapa cepat.
Dadu ular tangga itupun akan terus menampilkan angka 6 sehingga ini akan sangat menguntungkan apalagi jika menjawab maka point akan bertambah 20. Bidak ular tangga itu bersinar dengan terangnya dan kemudian menampilkan sebuah soal dan hal itu berbarengan dengan munculnya didepan mereka layar hologram yang menampilkan option ya atau tidak. Jika mereka menekan ya maka mereka harus menjawab soal yang ditampilkan begitu juga sebaliknya.
Seorang detektif sedang menyelidiki pembunuhan di sebuah rumah. Ia menemukan sebuah pesan tertulis di atas meja yang berbunyi:
"1 4 9 16 25 36 X"
Detektif tersebut langsung mengetahui siapa pelakunya hanya dari pesan ini. Bisakah kamu menemukan apa arti dari pesan itu dan siapa pelakunya?
Petunjuk:
Pikirkan hubungan antara angka-angka dalam pesan tersebut.
Fokus pada pola angka untuk menemukan petunjuk lebih lanjut.
Soal yang harus mereka pecahkan jawabannya untuk menyelesaikan bidak ular tangga yang ada di depan mereka. Ayanha menekan jawaban ya pada option dan dia harus menjawabnya.
"Pelakunya memiliki nama yang berjumlah ganjil, polanya adalah bilangan ganjil dan genap yang berulang dan jawaban paling masuk akal adalah angka 5." Ayanha menjelaskan paradigma nya namun ternyata jawabannya salah.
Ayanha menjadi panik saat melihat air kawasan sekelilingnya yang tiba-tiba naik dan itu hanya terjadi pada tempatnya. Pionnya yang semula berada pada bidak ke 31 kini turun menjadi urutan 26. Dia salah dalam menjawab.
Kini pertanyaan itu diambil alih oleh Dmitriev.
Dmitriev memperhatikan sekeliling Ayanha yang tampak kacau, hologram itu ternyata memberikan efek domino yang besar. Dengan perhitungan yang matang Dmitriev menjawab soal menjebak itu.
"Jawabannya adalah 49." Dmitriev menjawabnya dengan pasti.
Penjelasan nya seperti ini, Angka yang hilang (X) adalah hasil dari pola bilangan kuadrat. Berikut urutannya:
1² = 1
2² = 4
3² = 9
4² = 16
5² = 25
6² = 36
7² = 49
Pola ini menunjukkan bahwa setiap angka adalah hasil kuadrat dari bilangan bulat positif berturut-turut. Jadi, angka yang hilang adalah 49.
Namun, mengenai pelakunya, ini adalah jebakan dalam soal! Tidak ada informasi dalam pesan itu yang langsung mengarah ke pelaku. Pesan itu hanya berisi pola matematika. Jadi, si detektif mungkin hanya berpura-pura tahu untuk membuat orang lain gugup dan akhirnya mengaku!
_____TBC_____
KAMU SEDANG MEMBACA
The University
FanfictionJudul lama "University War" 𝚂𝚎𝚚𝚞𝚎𝚕 𝙶𝚎𝚗𝚒𝚞𝚜 𝚑𝚒𝚐𝚑 𝚜𝚌𝚑𝚘𝚘𝚕. 𝙳𝚒𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝙶𝚎𝚗𝚒𝚞𝚜 𝙷𝚒𝚐𝚑 𝚂𝚌𝚑𝚘𝚘𝚕 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚍𝚊𝚑𝚞𝚕𝚞. 𝓤𝓷𝓲𝓿𝓮𝓻𝓼𝓲𝓽𝔂 𝓦𝓪𝓻 Hari pertama memasuki universitas Ayanha...
