~ •51• ~

1.7K 116 20
                                        

ꕥAda hal yang tak perlu dijelaskan untuk menamatkan segala cerita ꕥ

Ratusan mahasiswa beramai-ramai keluar dari gedung. Tragedi pertama kalinya dalam universitas ini yang begitu kelam. Saat masa depan berubah menjadi masa kini. Karena setiap takdir ada jalannya. Dan masa depan adalah rahasia yang tak akan pernah ditembus.

University War, kini menciptakan kegemparan pada media dan dunia. Kebakaran besar pada ruang laboratorium menggemparkan khalayak. Tidak ada yang tahu penyebabnya. Mungkin, karena disinilah masa depan telah dimulai. Sesaat setelah Aglea aktif dengan sendirinya.

"Aglea, Kau mengenalku?" Ayanha tersenyum, dia hendak menyentuh robot itu dengan jarinya. Tapi sebelum itu terjadi Aglea lebih dulu meremas dengan kuat jari-jari Ayanha.

"AHKKKKK!" teriak Ayanha, ia merasakan jarinya remuk.

"Apa yang terjadi!" Prov.Maverick memeriksa kondisi robot itu di pusat kendali yang berasal dari jam tangannya.

Dia terkejut saat robot itu tiba-tiba aktif, awalnya ia pikir Ayanha yang mengaktifkannya tapi ternyata bukan. Ditambah sikap robot itu yang tiba-tiba menjadi melawan tuannya.

Ayanha memegang jarinya. Sungguh dia yakin jarinya telah patah. "Apa yang terjadi? Kenapa dia menyerang ku?" tanya Ayanha.

"Dia_" Prov. Maverick menjeda ucapannya mendapati fakta yang baru saja ia dapatkan.

"Dia telah ditanamkan sejenis virus malware.
Itu menyebabkan dia menjadi hilang kontrol dan bahkan buruknya ia menjadi memiliki niat dan kontrol sendiri." jelasnya.

"Tapi, bagaimana bisa? Dia di produksi di perusahaan anda. Tidak mungkin ada yang akan menanamkan virus padanya." ungkap Ayanha.

"Saya juga tidak mengerti dari mana virus itu berasal. Yang pasti itu bukanlah dari perusahaan IGT, virus ini sepertinya dirancang khusus." ujar prov. Maverick.

"Saya akan menghubungi Dmitriev." Prov. Maverick segera menghubungi Dmitriev. Sementara Aglea bergerak tidak teratur ditempatnya. Itu karena virus itu berusaha menguasai setiap bagian tubuhnya.

Caroline merasa bahwa akan ada sesuatu yang buruk terjadi, dia segera berlari keluar namun tak disangka rambutnya tiba-tiba ditarik dengan kasar oleh Aglea.
"Ahkkkkk! Lepaskan." rintangan Caroline.

"Memindai pergerakan. Terdeteksi sebagai ancaman." Aglea membenturkan kepala Caroline ke meja. Darah mengucur deras dari pelipisnya.

"Ahkkkkk!" jerit Caroline.

"Caroline! Dia sudah kehilangan kendali tolong lakukan sesuatu." Ayanha berteriak histeris.

"Lepaskan!" teriak Caroline.

Ayanha melemparkan vas bunga yang persis mengenai belakang kepala robot itu. Aglea berbalik, ia melepaskan cengkeramannya pada Caroline.

"Memindai pergerakan. Terdeteksi sebagai ancaman." Aglea mengeluarkan seniper dan menembakkan nya.

"Menghindar!" teriak Ayanha.

Bunyi pecahan kaca yang menggema akibat kekuatan dari seniper yang dihasilkan Aglea memang tak main-main. Kondisi ruangan itu kacau balau. Caroline berusaha bersandar pada meja. Darah tak henti-hentinya mengalir melalui pelipisnya.

The UniversityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang