~ •45• ~

1.7K 119 12
                                        

Jangan mengajariku apa itu kemunafikan. Karena munafik sendiri lahir dari ku

Sepatutnya Ayanha tidak usah untuk heran lagi untuk setiap berita hari ini. Peluncuran perdana kamera pikiran dari IGT yang memenuhi layar televisi, bahkan sampai tayangan sosial medianya. Ayanha sudah sangat muak lagipula diakan juga berencana akan mengunjungi tempat peluncuran itu secara resmi.

Ayanha harus berterima kasih pada Dmitriev yang telah memberikannya kartu VVIP secara percuma. Kartu yang hanya dimiliki oleh petinggi dan penyiar berita ternama namun Ayanha juga memilikinya. Betapa beruntungnya dia. Bahkan tingkat rasa penasaran Ayanha pada penemuan canggih itu sudah ditahap jika IGT membutuhkan sukarelawan untuk menguji alat itu maka Ayanha akan sangat siap.

Dengan setelan kasual Ayanha akan segera mengunjungi gedung dengan deretan teknologi modern yang kuat akan atensi. Beruntungnya Ayanha hari ini kelasnya diadakan malam hari. Rencananya Ayanha akan menaiki taksi saja untuk menuju ke gedung raksasa itu.

Sepanjang perjalanan yang Ayanha lihat hanyalah gedung pencakar langit dikota metropolitan itu. Ayanha memandangi kartu hitam ditangannya. Kira-kira apa yang akan terjadi nantinya? Akankah penemuan itu banyak mengubah sprektum kehidupan. Ataukah mengubah segala aturan logika manusia normal.

Ayanha merasa takjub dengan penjagaan super ketat yang dipersiapkan untuk menyambut peluncuran perdana alat ini. Aparat keamanan ternama dikerahkan untuk mengecek segala sesuatu. Bahkan alat pendeteksi benda asingasing sampai anjing pelacak turut turun tangan. Ayanha berjalan ke dalam dengan berbagai pemeriksaan yang dilakukan padanya, mulai dari barang bawaan hingga identitas nya.

Tatapan Ayanha terpaku merasa takjub pada interior mewah bangunan ini. Benar-benar menggambarkan pusat peradaban teknologi yang maju lagi berjaya. Langkahnya berhenti saat melihat seseorang yang ia cari. Dmitriev yang sedang fokus pada tab ditangan nya.
Ayanha langsung saja duduk disamping Dmitriev yang kehadirannya saja tidak dipedulikan.

"Sepertinya tuan muda Dmitriev sangat sibuk." cibir Ayanha.

"Aku sudah sedari lama menyadari kehadiranmu nona." Dmitriev membalas namun ia masih tetap pada aktifitasnya.

"Benarkah? Padahal sedari tadi kau hanya fokus pada iPad di tangan mu itu." balas Ayanha.

Dmitriev menatap Ayanha "Suara langkah kakimu menjelaskan segalanya."

"Wahhh, sepertinya tuan muda Dmitriev ini sangat memperhatikan ku, bahkan suara langkah kakiku sekalipun mampu kau kenali." Ayanha merasa heran.

"Kau tahu itu."

"Kapan peluncurannya? Aku sudah tidak sabar." ungkap Ayanha

"Sebentar lagi, masih banyak yang harus dipersiapkan." balas Dmitriev.

"Kenapa IGT  berambisi untuk menciptakan alat yang menurutku tidak masuk akal."
ucap Ayanha.

"Karena IGT selalu ingin menjadi yang pertama dalam segala hal."

"Aku tahu ini gila. Tapi masa depan adalah rahasia dan kalian mencoba menembus kemustahilan itu dengan teknologi. Menurutku kalian gila dan berani mengambil resiko." Ayanha berkomentar.

"Ini bukan gila, tapi kekuatan dari pikiran dan teknologi yang mampu mengubah dunia." jawab Dmitriev.

"Bahkan menembus kemustahilan sekalipun?"

"Bahkan menembus kemustahilan dan dimensi rahasia." ulang Dmitriev.

"Aku curiga bahwa kau adalah otak dibalik rancangan genius ini. Bukan rahasia umum bahwa kau menyumbang banyak penemuan berharga di perusahaan teknologi besar ini, Dmitriev."

The UniversityCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang