~ •38• ~

1.9K 124 18
                                        

Kalah bukan berarti mereka lebih hebat dari mu hanya saja takdir sedang marah padamu

"What the fucking hell! you pushed it!" Gerhana tak terima Ayanha tereliminasi dengan kecurangan.

"I didn't do it!" elak Emily. Dia merasa tak bersalah untuk semuanya.

"She pushed Ayanha, I saw it." bela Gerhana.

"What are you talking about! Are you nuts?"

"Kau yang gila Emily, kau melakukan kecurangan, kau mendorong Ayanha dan dia terjatuh."

"Dia terjatuh sendiri!" bela Emily.

"Kau tidak logis, dia tidak mungkin jatuh tanpa sebab, gerak-gerikmu mencurigakan sedari tadi dan kau ternyata sedang mengawasi keadaan." Dmitriev angkat bicara.

"Aku berani bersaksi dan siap didiskualifikasi jika pernyataan ku tidak benar, dia telah melakukan kecurangan." ungkap Dmitriev. Dia menunjuk Emily.

"Kau apa-apaan! Kalian tidak berhak menuduhku tanpa bukti."

"Itu karena kau melewati titik sensor sistem." Caroline menjadi merasa marah, karena Emily permainan diberhentikan untuk mencari kebenarannya.

Permainan sementara dihentikan untuk memantau permainan tadi, apakah memang ada kecurangan dalam permainan yang menyebabkan salah satu peserta tereliminasi.
Kini ruangan hologram itu perlahan menghilang dan kini mereka berada di ruangan bernuansa hitam, dan mereka melihat Ayanha yang sedang termenung.

"Ay!" Gerhana segera menghampiri Ayanha.

Ayanha mendongak matanya penuh aura permusuhan, dia bangkit dan berjalan mendorong Gerhana yang menghalangi jalannya. Dia dengan sigap langsung menampar Emily. Bunyi tamparan keras itu menggema di ruangan sunyi itu.

"Kau apa-apaan!"

"Kau yang apa-apaan! Kau kira aku tidak tahu bahwa kau yang telah sengaja mendorong ku?" Ayanha merasa sangat marah pada seniornya ini.

"Kau tidak perlu mengelak Emily, bukan berarti karena kau senior maka kau berhak seenaknya. Kau tak lebih dari pengecut dan idiot." sarkas Ayanha.

Emily hendak berbicara tapi Ayanha memotongnya terlebih dahulu. "Diam! Dengarkan aku berbicara hari ini." tunjuk Ayanha pada wajah Emily.

"Kau pikir aku takut pada mu? Tidak sama sekali, aku hanya menghormati mu sebagai senior ku dan itulah mengapa aku selalu menghindari mencari masalah dengan mu. Tapi ingat ini baik-baik, bahwa aku tidak mentolerir sikap orang-orang yang semena-mena padaku." Ayanha meluapkan emosinya, sungguh ini kali pertama Ayanha memaki seseorang lagi.

"Kau yang idiot! Memangnya mengapa kalau kau tidak takut padaku? Kau pikir aku akan menangis karena perkataan mu dan meminta maaf? Bermimpilah." Emily membalas perkataan Ayanha.

"Aku bahkan tidak pernah sekalipun berpikir untuk menang dalam permainan ini, tapi kau pikir aku akan terima jika aku kalah dengan cara yang posisiku dicurangi."

"Demi Tuhan, aku adalah seorang debater dulu dan tadi adalah materi tentang debat, mustahil jika aku tidak mampu jika itu pikirmu." cerca Ayanha.

"Ay, dia akan terbukti bersalah dan terdiskualifikasi." Gerhana menenangkan Ayanha.

"I hope so. I don't know what should I do Gerhana."

Peringatan dari sistem, kini terdengar alarm peringatan. Mereka melirik sekeliling dan mendapati layar hologram yang kembali mengambil alih suasana. Kini mereka berada pada permainan semula.

Ayanha Clevelandria Denver welcome back in triangle hierarchy.
Peringatan untuk setiap peserta Triangle Hierarchy, kecurangan sekecil apapun dapat dipantau oleh sistem. Dan dengan berat hati kami mengumumkan Emily Harley Quinn terdiskualifikasi karena terbukti melakukan kecurangan.

Emily bagai tersambar petir saat mendengar pernyataan itu, dirinya terdiskualifikasi dan itu karena terbukti melakukan kecurangan, bayangkan serendah apa reputasinya diluaran sana nanti. Layar hologram di tempatnya memudar perlahan dan kini melemparkan dirinya keruangan tanpa hologram seorang diri. Dia kini sendiri.

Emily menatap tangannya dengan bergetar, dia benar-benar tereliminasi, bak orang gila dia berlari kesana kemari meraba-raba ruangan itu, hanya untuk memastikan bahwa itu masih ilusi layar hologram, tapi nihil dia kini berada di dunia realita.

"A-aku t-terdsikualifiaksi?" suara Emily bergetar. Tubuhnya seketika luruh ke lantai dan menumpahkan seluruh tangisnya.

Emily mengacak rambutnya dengan keras.
"Aarghhhhhhh! Aku membencimu Ayanha!" teriaknya histeris.

"Ha-hahahaaaa, aku adalah peringkat pertama hierarchy, dan tidak seorangpun mampu menggantikanku." Emily berteriak lalu tertawa.

"A-aku tidak tereliminasi! Aku membencimu Ayanha! Aku mengutukmu! A-aku m-mengutukmu." Emily histeris.

Kini inilah sistem tabur tuai yang kini Emily rasakan, dia menuai hal yang ia lakukan pada Ayanha, kini tujuannya itu kembali pada dirinya. Emily merasa tak terima, dia marah dan rasanya ingin menghancurkan Ayanha saat ini juga.

Ilusi hologram kini menyelimuti mereka lagi dan sisa 4 orang yang akan bertahan dalam permainan ular tangga triangle hierarchy. Siapakah yang akan menjadi the next triangle hierarchy university war. Dan siapakah yang harus rela dalam pondasi ke empat hierarchy.

Tanpa menunggu terlalu lama kini sistem kembali menampilkan soal yang berbeda dengan sebelumnya. Variasi soal yang jauh lebih sulit dan menantang, empat besar triangle hierarchy kini kembali bersaing.

Seorang penjelajah menemukan sebuah peta harta karun kuno. Pada peta tersebut terdapat petunjuk sebagai berikut:

1. Mulai dari pohon besar di tengah hutan.

2. Berjalanlah 10 langkah ke arah utara menuju batu besar.

3. Dari batu besar, berjalanlah 15 langkah ke arah timur sampai menemukan sungai.

4. Dari tepi sungai, ambil arah ke selatan dan berjalan sejauh 5 langkah hingga tiba di sebuah gua.

5. Harta karun berada tepat 7 langkah ke arah barat dari pintu masuk gua.

Setelah menemukan peta, penjelajah mengikuti petunjuk tersebut. Namun ketika sampai di lokasi gua, penjelajah kehilangan arah karena peta tidak mencantumkan arah awal penjelajah ketika tiba di pintu gua.

Pertanyaan:

Jika penjelajah mulai dari pohon besar dan mengikuti petunjuk dengan benar, berapa langkah total yang harus ditempuhnya hingga menemukan harta karun?

Arah mana yang harus diambil penjelajah saat mencapai pintu gua untuk menemukan harta karun dengan tepat?

Ayanha memilih menjawab pertanyaannya itu hanya dengan sekali membaca soal yang muncul. Apakah jawaban Ayanha akan tepat kali ini ataukan jawabannya akan kembali salah dan dengan rela dia harus tereliminasi secara nyata.

______TBC_______

The UniversityCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang