~ •33• ~

1.8K 129 10
                                        

Apabila ingin melakukan perubahan dalam hidup, mulailah dengan perlahan karena arah lebih penting daripada kecepatan

Percikan cairan kimia yang terjatuh kelantai menyebabkan korosif pada benda yang terkenanya, untungnya saja penyebab dari terjatuh nya benda itu segera menghindar hingga tak terjadi kecelakaan kerja yang serius. Dia membuka pelindung wajahnya kemudian memakai sarung tangan khusus untuk meneliti. Bug yang ia dapatkan dari pita seorang gadis ternyata bug itu sangat kuat. Tahan terhadap panas dan semacamnya walaupun kerangka luarnya ia hancurkan tapi bagian inti bug itu masih kokoh. Walaupun sudah tidak berfungsi karena Dmitriev menyabotase bug itu.

"Entah siapa yang meletakkan bug ini pada gadis bodoh sepertinya."

Dmitriev melangkah menuju kursi dalam ruangan itu, matanya menatap lurus kedepan dimana terpajang papan yang memuat foto-foto peringkat pertama Triangle hierarki dari tahun ke tahun. Dia melemparkan belati yang ada ditangannya dan berhasil menancap sempurna pada foto Emily.

"Aku yang membuat aplikasi hierarki dan aku yang menciptakan permainan itu, tapi bagaimana bisa aku terjebak pada permainan ku sendiri. Sistem itu hanya bisa kukuasai jika aku menjadi pemenang." Dmitriev menatap nyalang foto Emily.

Sang impostor dari aplikasi Triangle hierarki adalah Dmitriev Xyan Cyrus, dengan keahliannya dibidang teknologi dia mampu menciptakan permainan berbahaya itu dengan mengandalkan kemampuannya dalam meretas dan mendapatkan informasi terkait seseorang yang diincar.

Alasan pertama mengapa ia membuat aplikasi itu hanya kerena sekedar untuk bersenang-senang dan ternyata aplikasi itu mampu diterima oleh sekolah dengan iming-iming untuk menunjukkan indeks prestasi siswa namun ternyata termuat situa rahasia yang hanya diketahui oleh peringkat pertama.

Dmitriev tahu bahwa Anasera adalah peringkat pertama yang tak pernah menggunakan kesempatan rahasia itu sekalipun dia tahu sistemnya. dan Anasera jugalah peringkat pertama yang tidak terbuai dengan ambisi untuk menguasai kembali hierarki sekalipun ia mampu.

Ini jelas berbeda dengan Emily yang sudah beberapa kali menggunakan kesempatan rahasia itu dan berhasil menghancurkan target. Itu berkat dari sang Dmitriev.
Dmitriev bukan orang baik namun ada kalanya dia merasa bersalah telah menciptakan aplikasi hierarki yang membuat orang-orang menjadi gila akan kekuasaan.

Dengan langkah pasti dia keluar dari ruangan tempatnya menemukan hal-hal baru yang menyenangkan, Dmitriev berjalan di pelataran rumah yang tampak bak istana itu. Malam sudah menujukan pukul 21:33 yang artinya masih belum terlalu larut.

Dmitriev bergegas menuju ke suatu tempat.
Tempat yang dia ketahui dari asistennya yang sangat dapat diandalkan. Ketahuilah bahwa Dmitriev hanya akan selalu pergi bersama dengan mobil mewahnya, tak pernah ia sekalipun mengendarai motor apalagi sepeda. Kehidupannya lebih dari itu.

Mobil mewah berwarna hitam itu meninggalkan kawasan bak istana menuju tempat yang bahkan bukan levelnya.
"Tuan, mengapa Anda ingin ke tempat seperti itu?" tanya asistennya.

"Untuk melihat kehidupan para orang-orang berandalan." Dmitriev memilih menatap iPadnya, sesekali mencoret di sana.

"Ini pertama kalinya anda penasaran dengan hal yang buka level anda."

"Kau tahu mencoba hal yang baru itu tidaklah buruk."

"Bahkan hanya untuk sekedar melihat balapan liar?"

"Ku pikir itu tidak buruk. Aku hanya ingin melihat seseorang yang berjiwa sangat bebas." pungkasnya.

"Diam dan fokuslah." titahnya.

Mobil hitam itu membelah jalanan yang masih tampak ramai oleh kendaraan, menuju tempat yang tidak diketahui banyak orang hanya sekedar untuk menyaksikan hal-hal yang membuang waktu. Namun apa bisa dikata ada hal yang harus dia lihat atau apapun itu.

Dmitriev sampai di lokasi balapan liar yang saat ini tampak sangat ramai oleh para anak muda yang menjadi bagian dari geng motor.
Dari kejauhan dia dapat melihat bagaimana banyaknya para geng motor yang liar dan berandalan.

"Tuan, tempat ini sangat tidak cocok dengan anda." komentar asistennya.

"Diamlah, Kau bekerja bukan untuk menceramahi ku."

Apa yang dikatakan asistennya itu benar, lihat saja pakaian yang Dmitriev kenakan tampak mencolok dengan setelan sangat rapi berbeda kontras dengan setelan para anak muda disini yang memakai jaket kebanggaan ataupun baju kaos biasa.

Dmitriev bersandar pada mobilnya mengamati kegiatan mereka yang sungguh sangat berisik pikirnya. Dia ingin melihat bagaimana dunia malam dan ingin melihat bagaimana mereka akan memacu kendaraan.
Dmitriev masih tetap pada posisinya hingga tepukan di bahunya mengalihkan fokusnya.

"Dmitriev? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Ayanha heran.

"Kau sendiri? Sedang apa ditempat seperti ini." Dmitriev mengamati penampilan Ayanha.
Rambut di ikat, celana jeans hitam serta baju kaos putih dilengkapi jaket kulit putih.

Ayanha menggaruk tengkuknya.
"Itu_ aku sedang balapan." Ayanha terkekeh garing.

"Kau?" Dmitriev tidak habis pikir dengan gadis seperti Ayanha.

"Iya dan jangan mengatakan ini pada siapapun, janji." Ayanha menjulurkan kelingking nya.

"Baiklah, kau tidak ingin berjanji rupanya."

"Hei pak, kupinjam tuan mu sebentar." Ayanha menarik tangan Dmitriev dan menjauhi asisten Dmitriev yang menyebalkan itu.

Ayanha berjalan ditengah kerumunan orang-orang dan membawa Dmitriev ke tengah-tengah mereka.
"Aku mempertaruhkan dia." ucap Ayanha yang membuat semuanya terkejut tak terkecuali Dmitriev.

"Benar, dia taruhanku untuk balapan malam ini." Ayanha meyakinkan mereka. Sedangkan dari tadi dia sendiri merinding mendapati tatapan horor dari Dmitriev yang seakan melubangi tubuhnya.

"Kau gila." bisik Dmitriev. Dia benar-benar tidak bisa berkata apapun saat ini.

"Aku tidak ingin mengorbankan uangku untuk taruhan." balas Ayanha.

Dmitriev menyugar rambutnya frustasi.
"Dan kau menjual ku, begitu?"

"Mungkin saja kau akan dijadikan budak, atau pemuas nafsu para gay dan gigolo jika aku kalah." Ayanha terkekeh.

"Menjijikkan."

"Hei, tenanglah aku tidak akan kalah dan jikapun aku kalah aku yakin asistenmu akan menolong mu."

"Beraninya kau menjadikan ku taruhan Ayanha Clevelandria Denver." desis Dmitriev tertahan.

"Tuan muda Dmitriev just relax."

"Kau adalah satu-satunya yang memperlakukan ku seperti ini." Dmitriev terkekeh.

"Begitukah, aku senang mendengarnya."

"Ayanha ayo mulai balapannya, aku sangat menyukai taruhan malam ini." tantang lawan balapan Ayanha.

"Akan kujadikan lelaki tampan itu sebagai budak seks." matanya penuh akan gairah memandangi Dmitriev.

Jangan tanya bagaimana keadaan Dmitriev dia merasa sangat jijik melihat mereka tapi merasa terhibur dengan tingkah laku Ayanha yang ajaib. Satu-satunya gadis yang memperlakukan nya seperti itu, lihat saja pembalasannya nanti.

Ayanha menepuk pundak Dmitriev.
"Tenanglah dan doakan saja aku, kujamin kau tidak akan kemana-mana dan aku akan melindungi mu." Ayanha meyakinkan Dmitriev.

"Kau harus memeriksa kejiwaan mu setelah ini."

"Aku tahu orang yang sedang khawatir akan sesuatu biasanya melantur tidak jelas tapi kau tenang saja, Ayanha akan menyelamatkan tuan muda Dmitriev dari segala bahaya." Ayanha menepuk dadanya bangga lalu berjalan kearah motornya bersiap untuk memacu kecepatan demi mendapatkan taruhan yang luar biasa.

______TBC______

The UniversityCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang