Judul lama "University War"
𝚂𝚎𝚚𝚞𝚎𝚕 𝙶𝚎𝚗𝚒𝚞𝚜 𝚑𝚒𝚐𝚑 𝚜𝚌𝚑𝚘𝚘𝚕.
𝙳𝚒𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝙶𝚎𝚗𝚒𝚞𝚜 𝙷𝚒𝚐𝚑 𝚂𝚌𝚑𝚘𝚘𝚕 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚍𝚊𝚑𝚞𝚕𝚞.
𝓤𝓷𝓲𝓿𝓮𝓻𝓼𝓲𝓽𝔂 𝓦𝓪𝓻
Hari pertama memasuki universitas Ayanha...
Ayanha menutup buku yang ada ditanganya itu akhirnya pertanyaan nya terjawab sudah. lalu Ayanha membalikkan badannya dan dengan spontan dirinya menjerit kaget sehingga mengundang atensi yang lainnya disana. Ayanha hanya bisa meminta maaf dan tersenyum kikuk pada mereka lantaran sudah berisik di perpustakaan. Ayanha menatap tajam orang yang menjadi biang kerok semuanya.
"What are you doing!?" tanya Ayanha sedikit menekankan katanya.
"Sedang apa?" tanya orang itu balik.
"Berhenti membuat seseorang serangan jantung secara mendadak," ujar Ayanha kesal.
"Ohh," balas nya cuek sedangkan Ayanha sudah sangat ingin mencakar wajah sombong itu dengan kukunya.
Ayanha memutuskan beranjak dari tempatnya namun Gerhana tiba-tiba mengeluarkan sebuah buku yang membuat Ayanha membulatkan mata lalu kembali duduk di kursi itu.
"buku ini? dapat dimana?" ucap Ayanha yang sibuk meneliti buku itu buku yang dia cari selama ini namun tidak pernah berhasil ia dapatkan, buku itu adalah buku fisika dengan pembahasan lebih terperinci.
Gerhana diam tidak menjawab apapun, dirinya sibuk dengan Ipad miliknya namun konsentrasi nya seketika buyar saat Ayanha menjentikkan jari tepat di hadapan wajahnya.
"Jawab, dapat dimana buku ini?" tanya Ayanha yang sangat penasaran.
"Milik ibu ku" jawab Gerhana membuat Ayanha mengerucutkan bibirnya.
"Aku pinjam boleh?" pinta Ayanha dengan sedikit memohon ini semua demi buku itu.
Sedangkan Gerhana hanya tersenyum miring. "Silahkan, tapi minta izin sama pemiliknya langsung" ujar Gerhana.
Ayanha mengangguk tanpa ragu demi buku itu ia rela melakukan apapun tapi tidak juga, saat Gerhana pergi senyumannya seketika menghilang membaca kartu nama yang Gerhana berikan padanya, itu kartu nama ibunya Gerhana tapi permasalahan utama nya adalah bahwa nyokap Gerhana adalah rektor universitas ini. "Tidak mungkin kan aku meminjam buku sama rektor," gumam Ayanha melihat kartu nama itu.
Sedangkan Gerhana saat ini tersenyum miring tidak mungkin gadis itu menemui nyokapnya yang notabennya rektor universitas ini hanya untuk meminjam buku.
Gerhana adalah mahasiswa jurusan manajement namun pasal hitung menghitung dia jagonya saat masih sekolah menengah pertama dia melanjutkan pendidikannya di luar negeri, Gerhana jadi berpikir jika seandainya dia tidak diluar negeri waktu itu maka dia yakin pilihannya juga akan jatuh pada Genius High School.
Gerhana juga tahu persis tentang peristiwa yang terjadi disekolah itu, bahkan Gerhana juga tau bahwa Ayanha pernah membuat sebuah robot dan itu tandanya bahwa kejeniusan mereka memang tidak dapat dipungkiri, hal itu membuat Gerhana penasaran pada sosok Ayanha. dia ingin tahu sejauh mana gadis itu berpikir.
Gerhana sudah terbiasa menjadi yang terbaik saat di luar negeri, dia adalah anak emas yang selalu dibanggakan dan saat ini pun ia harus seperti itu, namun saat mendengar nama genius high school dia menjadi bertanya-tanya tentang setiap lulusannya apakah mereka sepintar itu?
Gerhana benci mengakui jika suatu saat nanti dia kalah karena dia selalu diakui bahwa dialah pemenangnya singkat saja Gerhana membenci kekalahan.
Gerhana bukan benar-benar anak ambisius yang tidak mengenal dunia luar dia mengenal dunia luar sangat mengenalnya. itu karena dia adalah ketua dari geng motor dikota ini. hampir dua tahun dia disini dan berhasil mendirikan geng motor besar bernama Graggianz. waktu itu dia terlibat tawuran dengan geng lain karena salah satu anggotanya dikroyok dan alhasil mereka balas dendam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gerhana itu kriminal dan dia pernah terlibat tawuran yang lebih parah dan berhasil membuat lawannya koma, namun kasusnya sudah terselesaikan berkat kekuatan dari yang namanya uang dan kekuasaan.
Gerhana itu sering terlibat balap liar dan beberapa kali terciduk polisi namun dia tetap saja berhasil lolos. Gerhana itu badboy dan suka merokok tapi herannya banyak gadis yang menyukainya dan seakan-akan berlomba-lomba untuk mencuri perhatian nya.
Gerhana dengan paras blasteran keturunan western serta gaya rambut Two Block 90s heartthrob sangat merupakan kombinasi visual yang mematikan, namun bukankah kantung semar menipu mangsanya dengan umpan yang sangat menarik? karena itulah Gerhana si INFJ dengan sisi manipulator nya.
Gerhana adalah keturunan satu-satunya dari marga Apollo yang akan melanjutkan bisnis keluarga ternama itu definisi anak tunggal kaya raya, namanya unik pemberian dari sang kakek yang merupakan keturunan blasteran dari negara timur dan negara barat itu. Gerhana itu hobby bermain volly dan basket dan itu semua adalah keahliannya.
saat ini dia berjalan menuju ke taman belakang kampus yang jarang di kunjungi lantaran jaraknya lumayan jauh dari gedung fakultas. Gerhana menyesap nikotin itu lalu meniupkannya ke udara membuat asap rokok itu melayang menciptakan lingkaran putih yang memudar.
Gerhana juga tahu persis tentang aturan main universitas ini, mungkin juga sedikit dark dari yang dibayangkan dimana ada hierarki disini. semakin tinggi peringkat yang diraih semakin anda berada diatas awan.
artinya apa bahwa peringkat tertinggi mampu melakukan apa saja termasuk membully peringkat terbawah. ini adalah konsep permainan triangle hierarki.
Pembullyan bukan hal yang tabu disini namun tidak ada yang mengetahui hal itu karena tertutupi oleh reputasi universitas yang bersih serta kecerdasan otak seseorang. dan mereka juga harusnya paham terkait aturan tak kasat mata ini. triangle hierarki adalah ketakutan bagi setiap peraih peringkat terendah.
Dilain sisi seorang gadis dengan rambut panjang bergelombang menatap dengan angkuh seseorang yang menangis tersedu-sedu di bawah kakinya. gadis itu menangkup dagu perempuan yang sedang menangis itu dan membuatnya mendongak menatap wajah sang pembully yang tersenyum miring lalu menghempaskan dagunya kesamping.
"Kau seharusnya lebih berhati-hati, karena kesalahan kecilmu itu membuatmu mendapatkan balasan yang tak pernah kau pikir," ujar gadis itu sembari memutar-mutar helaian rambutnya di jari telunjuk nya.
Caroline menatap benci gadis didepannya ini bisa-bisanya dia menumpahkan minuman di seragamnya. hal itu berhasil menyulut emosi Caroline dan mengatakan pada gadis itu untuk menemuinya di gudang sebagai bentuk ganti rugi namun ganti rugi yang dimaksud Caroline ternyata bermakna lain.
Caroline memperingatkan gadis itu agar tutup mulut terkait pembullyan yang ia lakukan dengan melemparkan beberapa dolar pada gadis itu lalu melenggang pergi seraya terus memainkan rambutnya.
Caroline itu terlihat sangat cantik dengan aura feminim namun siapa sangka dibalik itu semua ada kelakuan bak iblis yang tersembunyi, tittle pembully melekat sejak dulu padanya namun kejeniusannya juga menjadi point Plus yang patut diapresiasi.
Caroline berjalan dengan anggun di koridor universitas itu sesekali melempar senyum ramah pada orang yang menyapa nya. dia menyukai jika berhasil membuat korbannya bertekuk lutut padanya dan memohon untuk keselamatan nya ahhh itu seperti nyanyian bagi Caroline.