~ •18• ~

2K 148 11
                                        

Dmitriev Xyan Cyrus ꕥ

Tidak mengherankan jika hari ini menjadi sangat formal lebih dari biasanya. hari penyambutan dewan kehormatan university war akan dilaksanakan dengan sangat meriah dan luar biasa. ribuan mahasiswa dikumpulkan dalam satu ruangan yang tersusun berbaris rapi dengan menggunakan seragam almamater prodi masing-masing.

sangat rapi dan teratur. Ayanha sendiri berada di barisan paling depan sesuai dengan nilai tertinggi masing-masing prodi. entah mengapa dia menjadi sangat gugup seakan kehadiran dewan kehormatan yang mereka tunggu - tunggu ini menjadi sangat mencekam.

Aula itu sunyi sedari tadi tak ada siapapun yang berani bersuara. para petinggi universitas berada di depan sana dan menyisakan kursi kosong di barisan paling tengah. para pemimpin universitas itu berdiri lalu membungkuk hormat saat suara sepatu pantofel terdengar nyaring di ruangan iu. seluruh mahasiswa ikut berdiri menyambut sang dewan kehormatan.

Seluruh pasang mata menatap orang paling berpengaruh dalam dunia teknologi moderen saat ini. prov. Maverick yang dijuluki sang penguasa teknologi di benua eropa. Ayanha tak berhenti memandang orang itu. jalannya yang berwibawa serta aura yang sangat disegani.

Prov. Maverick mengisyaratkan agar semuanya kembali duduk. tidak hanya itu mereka semua dikagetkan dengan layar hologram yang tiba-tiba terlihat di depan mereka. Hologram itu memperlihatkan biodata Prov. Maverick . perkenalan singkat namun melekat.

"Saya yakin kalian telah paham dan mengerti sedikitnya tentang diri saya." ujarnya.

"Hologram tadi berasal dari jam tangan yang saya telah modifikasi dengan teknologi hologram yang canggih. sehingga dengan mudah saya dapat memperlihatkan kepada kalian semuanya teknologi hologram yang sangat efisien dan canggih. namun hologram ini tidak diperjualbelikan melainkan dirancang hanya untuk para petinggi di IGT. " jelasnya.

"Saya Prof. Dr. Maverick Harrison Dmitriev. senang dapat bertatap muka dengan manusia berkualitas seperti kalian." sambutan itu di iringi dengan tepuk tangan yang meriah.

Helena yang berada di samping Ayanha mulai berbisik kepadanya.
"Ay, Prov. Maverick sangat luar biasa dia benar-benar hebat." Helena berujar kagum.

"Iya. aku juga berpikiran seperti itu." balas Ayanha. lalu sesaat kemudian Prov. Maverick kembali bersuara.

"Tapi bukan layar hologram ini yang akan ku tunjukan dengan bangga kepada kalian. melainkan sebuah teknologi canggih yang kecil namun berbahaya." ujarnya yang mengundang rasa penasaran dari seluruh mahasiswa di sana.

Prov. Maverick mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berbentuk persegi lalu mengeluarkan sebuah jam tangan lagi dari kotak itu. lalu mengenakan jam tangan itu dan mengoperasikan nya sehingga muncullah sebuah benda dibalik jam tangan itu.

"Perkenalkan teknologi terbaru IGT.
feeler- bee01 sebuah kamera pengintai yang berbentuk persis seperti lebah. kecil namun berbahaya karena mampu memantau objek secara luas bahkan satu ruangan ini dapat terlihat dalam feeler- bee01 ini. menghasilkan sensor saat mendeteksi adanya bahaya serta tahan terhadap segala jenis ledakan. panas dan benda berat lainnya." dengan bangga Prov Maverick memperlihatkan kamera lebah pengintai itu yang kini bertengger di salah satu jarinya.

Ayanha akui itu memang kecil dan sangat minimalis tetapi apanya yang berbahaya. benda itu juga tidak akan menyengat bukan? seperti lebah asli.
pertanyaan yang berada dalam otaknya itu membuat Ayanha mengangkat tangannya seolah-olah ingin bertanya. namun Helena memelototkan mata padanya seolah berkata hell apa yang kau lakukan. tersadar dengan hal itu buru-buru Ayanha menurunkan kembali tangannya itu.

"Sepertinya ada yang memiliki pertanyaan. benar begitu?" ucap prov. Maverick menatap Ayanha yang tersenyum canggung.

"Maafkan saya tuan Maverick. karena telah lancang." Ayanha menggunakan kata tuan alih-alih menggunakan kata Prov karena menurut yang Ayanha dengar laki-laki tersohor itu lebih menyukai panggilan tuan daripada Prov.

"Tidak mengapa. saya menyukai pertanyaan orang-orang terhadap teknologi yang saya kembangkan." ucapnya diakhiri kekehan.

"feeler- bee01 itu memang sangat kecil dan minimalis. lalu apa yang berbahaya dari benda kecil itu?" ungkap Ayanha.

Prov Maverick menerbangkan feeler- bee01 itu ke depan Ayanha. lalu mengotak-atik di pusat kendali yang ada pada jam tangannya. hal yang kemudian mencengangkan adalah saat sebuah hologram yang sangat realistis tercetak jelas di depan mereka semua.
Hologram itu meniru Ayanha. sekarang Ayanha menjadi dua dengan satunya versi hologram.

Ayanha tak berhenti dibuat tercengang.
dengan pelan dia hendak menyentuh hologram yang persis sepertinya namun sebuah suara menginterupsi nya.
"Jika kau menyentuhnya. maka saya akan menjamin jari mu akan hilang." peringatnya. yang lagi dan lagi mengejutkan.

"Inilah yang saya maksud kecil namun sangat berbahaya. feeler- bee01 dapat mengidentifikasi objek yang menjadi sasarannya lalu mampu menciptakan ilusi yang realistis. yaitu membuat objek yang telah diidentifikasi menjadi sebuah hologram yang berbahaya. hologram ini hanya bertahan kurang dari dua menit. namun jika menyentuhnya maka radiasi panas yang tinggi sanggup untuk membakar objek yang menyentuhnya." paparnya yang lagi-lagi mampu membuat mereka terkesima.

"Sangat luar biasa." celetuk Vivara.
jiwa bisnisnya meronta membayangkan setiap keuntungan yang didapatkan dari penjualan barang-barang super canggih itu.

"Namun feeler- bee01 ini hanya ada satu di dunia dan belum di produksi lagi. lantaran pembuatannya yang teramat susah serta fungsinya yang tak main-main berguna namun sekaligus berbahaya jika tidak di gunakan secara tepat. sehingga kami tidak memproduksi feeler- bee01 untuk diperjualbelikan." jelasnya dengan detail.

"Itu adalah penemuan yang luar biasa prov. Maverick." ungkap mrs. Diana_ rektor university war.

"Mrs.Diana saya ingin memperkenalkan anak saya yang juga akan melanjutkan studinya di sini. university war." ungkapnya membuat semua orang terkejut sekaligus penasaran.

Hal itu disusul dengan bunyi ketukan sepatu pantofel terdengar nyaring di tengah mereka. bunyi sepatu pantofel itu sarat akan nuansa penuh keangkuhan. semua mata tertuju pada sosok yang baru saja memasuki ruangan. berjalan dengan tegap serta sorot matanya penuh ketegasan. langkah yang sarat akan kehormatan serta aura dominan yang tak dapat dihindari.

"Perkenalkan putra saya calon penerus IGT corporation di masa depan Dmitriev Xyan Cyrus. " ungkap nya.

_____TBC_____

The UniversityCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang