Bab 7 Deal

81 9 1
                                        

Happy Reading

🌹🌹🌹


"Tuh cowok udah bangun belum, ya," Sheva menghentikan gerakan menyisir rambut.

Sheva sekarang sedang berada di kamarnya atau lebih tepatnya di depan meja rias dan menyisir rambut. Lima menit yang lalu dirinya baru selesai mandi. Tadi setelah mengirim pesan kepada seseorang, Sheva memutuskan untuk kembali ke kamar dan membersihkan diri.

Tidak butuh waktu lama untuk Sheva membersihkan diri. Karena sekarang dia tidak sendiri. Ada orang lain yang berada di apartemennya. Apalagi orang itu adalah manusia berjenis lelaki. Bukan berarti Sheva berpikir orang itu akan macam-macam dengannya, tapi karena ia harus menyiapkan alasan yang pas kenapa lelaki itu bisa pingsan.

"Gue cek, deh," Sheva meletakkan sisir ke atas meja. Kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati pintu untuk keluar.

"Masih pingsan tuh cowok," Sheva yang sudah tiba di ruang tamu menatap heran lelaki yang masih terbaring di sofa.

Sheva memutuskan untuk berjalan mendekati sofa. Setelah sampai di samping sofa, Sheva bersedekap dan menatap lamat laki yang berbaring di sofa.

"El?" Sheva mengetes dengan memanggil nama dari lelaki itu. Tapi bukannya sahutan dari lelaki itu, yang ada hanya hembusan pelan yang menandakan jika lelaki itu tertidur nyenyak.

"Elio? Lo belum bangun?" Sheva mencoba memanggil kembali untuk lebih memastikan.

"Ampuh juga obatnya. Gue kira bakal tidur bentar."

Sheva kemudian menundukkan badannya untuk mendekat ke arah Elio. Dengan posisi jongkok, Sheva menatap wajah yang kata Glencya membuat perempuan terpesona dalam pandangan pertama. Ia akui jika apa yang dikatakan sahabatnya memang benar.

Sheva semakin mendekat ke wajah Elio. Menatap wajah yang tampan yang dimiliki oleh lelaki itu. Wajah dengan alis yang tebal, hidung mancung, dan jangan lupakan bibirnya yang berwarna merah alami. Sheva memandang lama bibir Elio yang membuat dirinya gagal fokus.

Tanpa direncanakan, tangan kanan Sheva terangkat dan menyentuh bibir Elio. Jari jemarinya dapat merasakan jika benda lunak yang sedang ia pegang begitu lembut. Bukannya berhenti, Sheva malah semakin menggerakkan jarinya untuk menyentuh benda lunak itu. Bahkan tatapan Sheva sudah terfokus pada objek yang sedang ia pegang.

"Argh!"

Sheva berteriak kencang begitu tubuhnya tertarik oleh sesuatu. Ia membulatkan kedua matanya saat mengetahui jika pemilik dari benda lunak yang ia pegang tadi sudah terbangun. Bahkan dialah lelaki yang menarik Sheva.

Sekarang Sheva berada di atas tubuh dari Elio. Kedua tangannya berada di kedua bahu Elio untuk menyangga tubuhnya agar tidak terjatuh. Tapi bukan itu masalah yang dihadapi Sheva. Melainkan kedua posisi Sheva dan Elio yang bisa membuat orang lain salah paham.

Posisi Sheva terlihat intim seperti akan melakukan hal yang iya-iya. Di mana tubuh Sheva berada di atas Elio dengan kaki kanannya yang berada di tengah kaki lelaki itu. Sheva dapat merasakan benda keramat dari Elio karena bersenggolan dengan kakinya.

Ditambah pakaian yang Sheva kenakan begitu minim. Celana pendek selutut berwarna abu-abu dengan kaos kebesaran yang juga berwarna abu-abu. Memang terlihat tidak pantas untuk dipakai di depan orang lain, tapi Sheva terlanjur memakainya dan keluar kamar.

Sheva baru sadar pakaiannya yang minim saat akan sampai di ruang tamu. Sudah setengah jalan dan Sheva malas kembali ke kamarnya untuk berganti. Jadi, ia tetap melanjutkan langkahnya ke ruang tamu.

Sheva semakin membulatkan kedua matanya saat merasakan remasan kecil di pinggangnya. Ia menatap horor Elio. Ia mulai waspada dan memikirkan cara untuk melawan lelaki itu jika hal yang tidak diinginkan terjadi.

Yes! You're Mine!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang