Happy Reading
🌹🌹🌹
Keesokan harinya.
Suasana di sekolah pagi ini terlihat begitu cerah. Tanpa hujan atau mendung di langit. Suasana langit hari ini begitu selaras dengan suasana hati siswi yang baru saja tiba di sekolah dengan mobil.
Mobil berwarna hitam berhenti di depan sekolah. Seorang siswi keluar dari kursi belakang dengan kacamata bertengger di hidungnya. Aura bahagia terlihat dari siswi itu saat orang lain melihatnya. Hal itu juga terlihat dengan senyum yang diperlihatkan oleh siswi itu.
"SHEVA!"
Siswi yang baru saja keluar dari mobil segera menolehkan kepala saat teriakan yang menyebut namanya terdengar. Ya, ia adalah Sheva. Dengan kacamata hitam andalannya, ia menatap sahabatnya yang sedang berlari menuju dirinya. Mobil yang mengantar dirinya segera pergi setelah pintu belakang ditutup.
"Gue udah tungguin lo dari tadi."
"Gue gak nyuruh," Sheva bersedekap seraya membalas perkataan Glencya. Sedangkan Glencya memutar kedua matanya mendengar balasan dari Sheva.
"Gimana?" Glencya menatap penasaran Sheva.
"Gimana apa?"
"Ck! Rencana yang lo bilang kemarin. Gimana? Berhasil, gak?" wajah penasaran dari Glencya begitu ketara di mata Sheva.
"Berhasil. Apa sih yang gak gue bisa," Sheva mengangkat dagunya menjawab pertanyaan Glencya.
"Yakin, lo?"
"Yakin. Bahkan gue kirim foto ke ulat gatel kemarin. Dan lo tau?" Glencya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Sheva.
"Wajah aslinya keluar begitu gue kirim foto gue sama Elio," Sheva menyunggingkan senyum miring mengingat balasan chat dari orang yang ia kirimi foto.
"Udah gue duga, itu anak gak mungkin baik. Muka aja yang polos, aslinya b*ngs*t. Emang harus kita kasih pelajaran itu anak, supaya sadar diri," Glencya mengucapkannya dengan berapi-api.
"By the way, Shev, gue mau tanya" Glencya menatap serius Sheva.
"Foto yang lo kirim itu bukan foto yang," tambah Glencya kemudian mengetukkan jari telunjuk kanan dan kirinya berulang kali.
Sheva menaikkan sebelah alisnya bingung dengan maksud dari Glencya. Sedangkan Glencya berdecak karena Sheva tidak mengetahui maksud dari kode yang ia berikan.
"Lo tau maksud gue, Sheva."
"Gak tau gue. Lo langsung ngomong aja, gak usah pake kode-kodean. Lo kira kita agen mata-mata."
Glencya memutar kedua matanya sebelum berkata, "S*x."
Sheva segera menutup mulut Glencya agar ucapan gadis itu tidak didengar orang lain.
"Lo kalo ngomong jangan asal!" Sheva menatap memperingati.
Glencya segera melepaskan bekapan tangan Sheva. Ia kesulitan bernapas dan terkejut saat sahabatnya melakukan hal itu secara tiba-tiba.
"Salah lo juga. Gue udah kasih kode tadi, tapi lo gak paham-paham. Gue langsung to the point, lo malah bekap gue. Susah napas gue," Glencya masih menghirupkan udara karena bekapan Sheva.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yes! You're Mine!
RomanceMurni pemikiran sendiri! No plagiat❌ Plagiat jauh-jauh!!! Hus hus hus... 🌹🌹🌹 "You were the one who entered my world, and you are the one responsible." ~ Elio "S**l! Harusnya dia cuek dan gak usah suka gue. Kalo kayak gini, rencana gue bisa gagal...
