Bab 9 Sekarang Ingat?

30 6 0
                                        

Happy Reading


🌹🌹🌹


Waktu istirahat telah tiba. Murid-murid bergegas keluar kelas menuju tempat favorit masing-masing. Salah satunya tempat yang banyak didatangi dan tidak akan sepi, yaitu kantin.

Seperti halnya Sheva dan Glencya yang sedang berjalan menuju kantin sekolah. Sheva berjalan dengan bersedekap dada, tak lupa sikap angkuh ia tunjukkan pada wajahnya. Sedangkan Glencya berjalan dengan bermain ponsel, bahkan sesekali terlihat mengetik sesuatu di benda elektronik itu.

Tak butuh waktu lama, Sheva dan Glencya tiba. Sheva segera menghentikan langkahnya setelah sampai di pintu masuk kantin. Glencya yang mengetahui hal itu juga melakukan hal yang sama. Sheva menatap area kantin untuk melihat, apakah masih ada meja kosong untuk ia tempati.

"Gue yang pesen makanan. Lo mau apa?" Glencya menatap Sheva seraya memasukkan ponselnya di dalam saku seragam.

"Samain biar cepet," Sheva menatap sebentar Glencya sebelum kembali melanjutkan mencari meja yang kosong.

"Oke," Glencya pergi menuju salah satu penjual untuk memesan makanannya dan Sheva.

Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Sheva menemukan meja yang kosong. Meja itu berada di belakang tengah. Ia berjalan dengan santai menuju meja itu.

Setelah sampai, Sheva duduk di salah satu kursi yang membelakangi pintu masuk. Ia mengambil dan membuka botol air putih sebelum meminumnya. Sheva mengambil ponselnya yang ada di saku setelah meletakkan botol air di meja. Bermain ponsel sembari menunggu pesanannya yang akan dibawa Glencya.

Sheva yang merasakan jika ada yang menatap dirinya, segera menatap kanan kirinya. Ia melihat jika banyak murid yang ada di kantin menatap ke arahnya. Mereka yang tertangkap basah oleh Sheva, langsung menatap ke arah lain atau kembali menatap makanan di dean mereka.

Sheva tidak mengambil pusing tatapan itu dan kembali pada ponselnya. Ia juga menyandarkan tubuhnya ke kursi. Menggulir halaman beranda dari akun Instagram miliknya.

"Lo duduk di sini?"

Sheva mendongakkan kepala dan melihat ekspresi Glencya yang kaget. Sahabatnya datang dengan kedua tangan membawa nampan berisi pesanan keduanya.

"Cuma ini yang masih kosong," Sheva mengambil nampan dan meletakkannya di atas meja.

Sheva mengambil makanan dan minumannya. Sekarang, satu piring nasi goreng dengan udang di atasnya sudah berada di depan Sheva. Begitu juga satu gelas Green Tea yang menjadi minumannya.

Glencya yang melihat Sheva biasa saja, langsung duduk di kursi depan sahabatnya. Bukannya mengambil makanan dan minumannya, ia malah mencondongkan tubuhnya dan menatap Sheva serius.

"Lo ngapain majuin tubuh?" Sheva menatap heran seraya mengaduk minumannya.

"Lo belum tahu tentang meja ini?" Glencya tidak menjawab, melainkan melempar pertanyaan kembali pada Sheva.

"Gak dan gak mau tahu," Sheva kemudian meminum minumannya.

"Lo harus tahu, entah lo mau atau gak," Sheva menaikkan sebelah alisnya mendengar balasan Glencya.

"Gue kasih tahu," Glencya menatap sekitar sebentar sebelum lebih mendekatkan tuubuhnya ke arah Sheva.

"Meja ini, yang sekarang kita pakai, udah diklaim orang," beritahu Glencya dengan suara pelan.

"Ini meja umum, kenapa pakai diklaim segala? Dia orang penting? Anak pejabat? Atau malah anak presiden?"

"Bukan, di-"

Yes! You're Mine!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang