Bab 12 Niat tersembunyi

21 2 0
                                        

Happy Reading

🌹🌹🌹


Tok tok

Ceklek

"Tuan, nona sudah datang," seorang pria membungkukkan badannya setelah masuk ke dalam ruangan tuannya.

Tidak jauh dari pria itu, duduk seorang paruh baya yang sedang membaca dokumen di meja. Pria paruh baya dengan kacamata itu mengalihkan perhatiannya dari dokumen ke arah pria yang masuk tadi, seorang pria yang menjabat sebagai sekretarisnya selama 20 tahun.

"Suruh dia masuk," perintah pria paruh baya itu seraya melepas kacamata yang sempat ia gunakan.

"Baik, Tuan."

Sekretaris itu keluar dan kembali beberapa saat kemudian. Bukan hanya dirinya sendiri, tapi ada sosok perempuan yang masih muda berdiri di belakangnya.

Begitu sosok yang disebut nona sudah berada di dalam ruangan, pria paruh baya segera menginstruksikan sekretarisnya agar keluar. Ruangan menjadi hening setelah sekretaris pergi dan meninggalkan mereka berdua.

"Bagaimana tugas yang saya berikan?"

Tanpa berbasa-basi, pria paruh baya itu segera melontarkan tujuannya. Sedangkan yang disebut nona muda, sedikit tersentak dengan pertanyaan itu.

"Maaf, saya perlu waktu," jawab perempuan muda seraya menundukkan kepala.

"Tugas yang saya berikan itu mudah, kenapa butuh waktu lama? Apa selama ini kau tidak menjalankan tugasmu?"

Perempuan muda itu mengangkat kepalanya tidak terima. Kedua tangannya terkepal untuk mengendalikan amarahnya.

"Ada beberapa pengganggu yang merusak rencanaku," balas perempuan muda itu setelah menstabilkan amarahnya.

"Benarkah? Atau kau yang tidak bisa mendekati targetmu?" pria paruh baya itu menaikkan sebelah alisnya ke arah perempuan muda.

"Tidak. Saya akan berhasil menjalankan tugas ini. Tolong, beri kesempatan lagi."

"Baiklah. Saya harap kau bisa mendekati Elio sesuai dengan rencana kita."

"Baik."

Pria paruh baya itu menatap heran perempuan muda yang masih berdiri di depannya.

"Ada yang perlu kau sampaikan?"

"Bisakah malam ini kita makan malam bersama? Sebagai keluarga, Ayah?" perempuan muda yang disebut nona muda itu ternyata adalah anak dari pemilik ruangan itu. Tatapan harapan terpancar dari kedua mata yang terlihat jernih.

"Tidak bisa. Saya sibuk. Aku akan memberimu uang dan kau bisa makan malam bersama ibu di restoran," pria paruh baya itu kembali memakai kacamata dan membaca dokumen yang berada di meja. Cairan bening di kedua mata anaknya tidak ia hiraukan, meskipun ia sempat melihatnya sebelum membaca dokumen.

Perempuan muda itu menutup kedua matanya, menghalangi cairan bening agar tidak keluar. Setelah mengontrol emosinya, ia kembali membuka kedua matanya dan menatap ayahnya yang sibuk dengan dokumen.

"Baik, saya permisi," setelah mengucapkan itu, perempuan muda segera membungkuk sebelum benar-benar keluar dari ruangan ayahnya.

Sesampainya di luar, perempuan muda bertemu dengan sekretaris ayahnya. Sekretaris itu membungkuk hormat padanya.

"Nona muda, uang sudah saya kirimkan ke rekening anda," ucap sekretaris itu setelah membungkuk.

Perempuan muda itu hanya menganggukkan kepala dengan dagu terangkat. Seolah-olah ia kuat, meskipun kenyataannya ia hampir menangis karena permintaan kecilnya tidak dituruti oleh ayahnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Yes! You're Mine!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang