Beberapa hari kedepan, dipastikan kampus akan sepi karena long weekend. Dimas sudah janjian dengan Albert akan pulang ke rumah untuk acara keluarga. Dimas mengajak Cindy untuk pulang bersamanya, namun Cindy memutuskan untuk pulang bareng dengan bestie SMA-nya, Ine dan Rini.
Dari kampus ke rumah Dimas dan Cindy memakan waktu 2-3 jam menggunakan mobil. Itu sebabnya mereka lebih memilih untuk menyewa apartement untuk menghemat energi pulang pergi. Hal ini dimanfaatkan oleh Dimas dan Cindy untuk tinggal seatap, hehe.
Lain halnya dengan seorang wanita yang sudah dua hari sejak tanggal merah dimulai, memilih diam dikamar kost-nya sambil mencari-cari informasi tentang Cindy. Wanita itu adalah Sitha. Sitha benar-benar lost contact dengan Dimas sejak kejadian di cafe 2 minggu lalu.
Hampir setiap hari Sitha menghubungi Dimas dengan berbagai alasan, namun tak pernah ada balasan. Sitha pun berusaha mencari informasi tentang Cindy. Ia mengulik media sosial Cindy sampai ke akar-akarnya. Sitha juga menemukan akun kedua Cindy yang Ia gunakan untuk posting kemesraan bersama Dimas. Makin panaslah hati si kawan.
"Ini cewek bener-bener ga ada celah buat cari kelemahannya" gumam Sitha pelan menatap layar di laptopnya.
Sitha memperhatikan setiap detail gaya berpakaian Cindy. Sederhana, namun terlihat elegan sekali. Cindy selalu memakai pakaian casual dan cenderung tertutup. Tapi auranya yang sangat positif benar-benar terpancar. Terlihat postingannya bersama orang lain menandakan Cindy punya banyak teman dan pergaulan yang luas.
Gak bisa dibiarin, batin Sitha menggeram. Sejak awal masuk, Sitha sudah berusaha mendekati Dimas. Ia tidak bisa berhenti begitu saja hanya karena tahu Dimas punya pacar. Orang pacaran masih bisa putus kan? tanyanya dalam hati.
***
Rumah Albert menjadi markas pertemuan keluarga kali ini. Tampak di ruang tamu sudah tersaji banyak sekali menu makanan mulai dari yang berat hingga kudapan ringan. Dimas dan keluarganya datang paling awal dan membawa beberapa bingkisan makanan yang dimasak oleh mama Dimas sendiri.
Tak lama setelahnya, beberapa anggota keluarga yang lain pun menyusul hadir. Rumah Albert menjadi sangat berisik karena sepupu-sepupu mereka yang masih kecil terlihat berlari kesana kemarin. Belum lagi para ibu-ibu kakak beradik ini terus mengobrol tanpa henti. Albert dan Dimas memutuskan untuk bermain play station di kamar Albert.
"Gimana lo sama Cindy? Masih aman?" tanya Albert pada Dimas sambil tetap fokus pada game di depannya.
Mendengar pertanyaan Albert barusan membuat Dimas melirik sambil mengeryitkan dahinya. Tumben sekali anak ini bertanya.
"Kemaren gue gak sengaja papasan sama Cindy di workspace. Gue sempet dari Punai sebelumnya, ngeliat lo sama cewek yang gue kira itu Cindy. Gue sengaja gak nyapa lo karena ga mau ganggu waktu lo berduaan. Ya lo taulah kelanjutannya" jelas Albert datar.
"Pantes aja" jawab Dimas singkat masih tetap fokus pada layar di depan.
"Sorry bro. Jadi berantem ya kalian?" tanya Albert sambil cengengesan.
"Aman, gue udah punya kunci buat selesain masalah dengan cepat gak pake lama" jawab Dimas tersenyum sambil menaikkan alisnya.
Albert tertawa lepas. Ia sadar maksud ucapan Dimas barusan. "Ya, cewek kaya Cindy ga ada lagi. Harus lo jaga baik-baik" sahut Albert dengan gaya sok menasihati.
"Lo sendiri gimana sama Rista?" tanya Dimas balik pada Albert. Meskipun mereka kuliah di kampus yang sama, sudah cukup lama mereka tidak bertemu dan mengobrol satu sama lain karena Dimas sudah kepalang bucin oleh Cindy.
"Selesai" jawabnya singkat.
"Hm, kirain bakal awet" jawab Dimas seperti sudah menduga hasil hubungan Albert sebelumnya.
"Gue sih fine-fine aja. Ristanya kepincut cowo laen. Ya mau gimana lagi" sahut Albert santai.
Ting!
Obrolan mereka terjeda saat bunyi notifikasi pesan pada ponsel Dimas. Ia pun reflek mengambil ponselnya dan melihat beberapa pesan masuk. Dari Cindy, grup kelas, grup asdos dan, Sitha. Dimas menggeleng-gelengkan kepalanya saat membaca singkat pesan Sitha yang semakin hari semakin tidak masuk akal.
"Tadi niat nge-mall sama mama. Eh dapet kabar Om Darma masuk RS. Alhasil jadi rebahan doang di kamar" tulis Cindy pada pesannya sambil mengirip pap sedang berbaring di ranjangnya.
Dimas tersenyum membaca pesan tersebut dan membalas, "Gue boleh main kerumah gak?"
"Gak gak gak. Gue dirumah sendirian, kalo lo kesini gue tau apa yang bakal kita lakuin" balas Cindy disertai emoticon kesal.
Dimas tertawa. "Ya, abisnya lo selalu bisa bikin gue turn on terus" balasnya lagi.
"Sumpah gue gak ngapa-ngapain dah. Perasaan lo-nya aja sangean mulu" jawab Cindy tak lama kemudian.
Cindy yang tengah rebahan dikasurnya pun tak kalah geli membaca pesannya dengan sang pacar. Hubungan mereka semakin kesini, orientasinya soal seks melulu. Tapi tak bisa dipungkiri mereka berdua melakukannya atas dasar suka sama suka.
Ting!
Cindy beralih pada notifikasi di instagramnya. @sithaaydia mengirim permintaan untuk mengikuti akun. Reflek Cindy membuka profilnya untuk melihat siapakah dia. Benar saja, Sitha. Penggemar Dimas. Cindy scrolling kebawah melihat foto-foto yang di unggah oleh Sitha. Ia langsung tertawa dalam hati.
Oh, jadi gini cara mancingnya, ucap Cindy dalam hati. Terlihat foto-foto yang diunggah Sitha selalu mengenakan pakaian minim. Rok pendek, hot pants, baju croptop. Ia teringat cerita Dimas saat mereka masih mahasiswa semester satu. Sitha selalu mengikutinya kemana-mana. Dimas mencoba positif berpikir bahwa Sitha punya kesulitan dalam memahami materi. Sepertinya jurusan fisika bukan jurusan yang cocok untuknya. Melihat dari style-nya, Ia sama sekali tidak terlihat hmm... pintar.
Dimas dengan niat baik membantu Sitha agarbisa mengimbangi teman-teman lainnya. Ditambah lagi, setelah hasil ujian semester satu keluar. IPK Sitha dibawah 2.5. Ia benar-benar tertinggal. Namun sepertinya kebaikan Dimas disalahartikan oleh Sitha.
Cindy mengangguk-angguk sambil mencari tahu daftar akun yang di ikuti Sitha dan pengikutnya. Ya, sekali lagi dugaannya benar. @dimas_ mengikuti Sitha. Cindy mendengus kasar. Ia tiba-tiba memikirkan sesuatu yang jahat.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Dirty Boyfriend 2
RomanceCerita ini mengandung konten 21+. Diharapkan kepada para pembaca untuk bersikap bijak. Kasus bullying yang terjadi dikampusnya meyeret nama Cindy sebagai anggota organisasi. Ia menyelidiki kebenaran yang merusak citranya. Namun, Ia malah harus menge...