DIA ATHALA #03

3.8K 225 11
                                        

EPS #03

Happy reading

....

2 hari telah berlalu

Akhirnya setelah berlama-lama mendekam didalam kamar athala bisa menghirup udara segar. Layaknya para remaja lainnya, athala juga merindukan kebiasaan-kebiasaan nya, yang selama beberapa hari ini harus ia tahan karena masa hukuman.

Sebenarnya, athala sendiri sudah bertanya pada sistem mengapa ia diberi hukuman oleh ayah pemilik tubuh yang sekarang ini menjadi ayahnya.

Namun jawaban sistem kurangajar itu selalu sama, 'tuan bisa mencari tahunya sendiri ' lalu, guna sistem untuk apa jika apa-apa dia harus mandiri?

Terkutuk lah sang sistem...

"Gua penasaran, maksudnya saya penasaran, dengan plot cerita novel ini. Kalau tidak salah, hari ini bertepatan dengan awal cerita dimulai bukan?" Athala hampir keceplosan, ia harus belajar beradaptasi dengan cara bicara athala.

Athala itu kaku, kolot dan arogan. Dia anak muda, termasuk gen z bukan? Tapi gaya bicaranya, terlalu kaku untuk seukuran anak muda zaman sekarang.

"Benar tuan. Sepertinya anda harus banyak berlatih lagi dalam berbicara. Jangan sampai anda keceplosan seperti itu, athala bukanlah orang plin-plan seperti anda."

"Sialan! Saya hanya belum terbiasa, jangan berbicara seolah saya ini melakukan kesalahan berulang kali." Nyatanya, walaupun kata yang athala lontarkan cukup sarkas, namun wajahnya tetap tenang dan datar.

"Itu fakta." Rupanya sistem tidak ingin mengalah dalam konteks tidak jelas seperti ini.

Athala memilih abai dan berjalan keluar kamar setelah siap dengan seragam sekolah dan tas yang tersampir dibahu kirinya. Tidak lupa, dasi yang harusnya terikat dikerah baju, kini terikat dilengan kirinya dililit seperti gelang. Persis seperti ciri khas Zayvan athala.

Athala memilih memakai lift sebagai alat alternatif untuk turun menuju ruang makan. Jiwa-jiwa malas geraknya kambuh disaat pagi hari seperti ini.

Terlihat sejauh mata elangnya memandang, sudah ada 4 orang pria berbeda generasi dibangku makan. Athala sempat terheran, dimana kah ibunya berada?

Bukankah dinovel dijelaskan jika seluruh keluarga Wheeler selalu mengikuti kegiatan sarapan bersama walau dentingan sendok saja yang mengisi kesunyian, tapi mengapa sekarang adanya orang asing disana?

Dinovel dijelaskan, jika athala hanya memiliki 2 saudara saja, dan kedua orangtuanya lengkap, walau tidak pernah dijelaskan dengan detail keterlibatan ibunya.

Namun dinovel digambarkan jika ibu dari 3 Wheeler itu jarang pulang, dan tidak pernah sedikitpun menempatkan perhatian bahkan atensinya kepada ketiga putranya. Merekapun tidak tahu apa alasan dari hal itu.

Disini memang Clary lah sebagai penulisnya, tapi dia sama sekali tidak menggambarkan karakteristik dari ibu antagonis dan protagonis, soo ini salahnya bukan yang terlalu cuek.

Tidak terlalu mengambil pusing, athala duduk dibangku kosong yang tersisa. Dirasa anggota keluarga sudah kumpul semua, Artha sebagai kepala keluarga mengintruksi untuk memulai sarapan mereka.

DIA ATHALA [BxB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang