EPS #11
Happy reading
....
"Halo kenapa ta?" Tanyanya pada sambungan telepon seberang.
"Mau nyusul? Saya lagi liburan di Villa,"
Ucap pemuda yang terhubung dengan sambungan telepon Elang. Pria itu mengernyit, tiba-tiba banget pemuda itu menghubungi nya dan mengabari jika dia sedang berada di Villa?
"Em? Villa?"
"Iya, susul saya di Villa, saya tahu jadwal mu kosongkan hari ini?"
Pemuda diseberang telepon sana tiba-tiba mengatakan kalimat tersebut seakan sudah tahu hal yang sebenarnya terjadi, atau prediksi saja yang kebetulan memang hal yang benar?
"Kamu nguntit saya? Kenapa bisa tahu jadwal saya kosong?" Elang kepalang penasaran lalu bertanya langsung.
"Hahah..saya tahu lebih dari itu,"
Ucap pemuda itu terkekeh entah karena apa. Pasalnya Elang tidak merasa ada hal lucu ditopik mereka. Aneh.
"Serem, untuk pertanyaan awal mu, lagi didaerah mana?" Akhirnya Elang bertanya pada topik awal.
"Sxxx Villa pribadi saya, kamu ajak saja teman-teman mu, disini cukup untuk menampung banyak orang,"
Ucap orang itu panjang lebar,
"Juga untuk teman kamu diperjalanan nanti."
Singkat, namun membuat Elang merona salah tingkah dengan kalimat sederhana seperti itu.
"Sendiri aja deh, lagian temen-temen ku pasti sibuk. Aku cukup berani hanya untuk kedaerah itu." Ucap Elang mencoba meyakinkan.
Lagian, sekarang bukanlah hari weekend yang membuat jadwal para sahabatnya pasti padat. Mengapa juga dia mengabarinya pada waktu hari aktif seperti sekarang? Bukannya pemuda itu harusnya sekolah?
"Lagian, ngapain liburan dihari aktif? Kamu bolos ta?"
"Hhee, saya bosan, apa perlu saya jemput kamu? Saya benar-benar khawatir jika kamu berangkat hanya seorang diri."
Akhirnya pemuda itu lepas menyuarakan kekhawatiran nya secara terang-terangan.
"Ngga ya! Jauh-jauh dari Villa kekota cuma buat jemput aku? Kamu gila ta." Ucap Elang terang-terangan merasa tidak percaya dengan tingkah kenekatan pemuda itu.
"Biarkan aku gila el, tidak ada apa-apanya hanya menjemput bukan? Sudahlah, tunggu saya hm,"
Tut
Sambungan terputus begitu saja sebelum ia menyuarakan suaranya. Pemuda itu memang sangat keras.
"Gila! Bolak-balik Villa-kota cuma buat jemput gue? Lagian ngapain coba pake ngajak segala? Bukannya have fun aja sama temen-temennya malah ribet telepon gue ngajak, aneh nih orang."
Walaupun mulut nya mengomel, tapi pergerakannya terfokus membereskan barang apa saja yang akan ia bawa dan ia kemasi didalam tas miliknya.
.
.
.
"Anying! Beneran kan itu athala? Bukan jin korin athala jadi-jadian? Gila aja, bisa se-efort itu juga manusia kaku kalo udah bucin ye."
Bisik Kairi yang fokus mengintip Athala dibalik tembok bersama ketiga temannya. Mereka sama-sama mengintip ketua mereka yang dengan perhatiannya mengajak bahkan menjemput seseorang diseberang telepon sana.
"Apa itu orang yang athala bicarain dikantin? Kalo bener, gue jadi ngga sabar nih orang se-hot apa sampe athala tergoda." Oceh Jupiter yang mana disetujui ketiganya.
"Gue lebih penasaran athala kalau main pake gaya apaan ya nanti? Kayak, gue jadi ngebayangin dia main nya pasti liar banget tuh," Ucap Erick ngaur
"Wihhh sepemikiran kita bro, athala tuh tipe-tipe yang bisa hot disegala situasi, apalagi urusan itu 'kan?" Sahut Alpha yang ternyata se-prekuensi dengan erick.
"Iya lagi, gimana kita atur rencana?" Tutur Kairi yang dihadiahi kernyitan bingung ketiganya.
"Gini...
Ketiganya mengangguk serempak mendengar bisikan rencana untuk Athala.
"Barangnya udah aman kan?" Tanya Alpha memastikan.
"Aman," Jawab Kairi kompak dengan anggukan nya.
"Kita laksanakan rencana, semuanya mencar sesuai kesepakatan." Mereka pun berpencar melakukan tugas masing-masing.
"Jadi ngga sabar punya ponakan."
.
.
.
"Artha, rupanya saya tahu apa kelemahan anak itu' sekarang," Ungkap Zeyan penuh perhitungan.
Artha menaikan sebelah alisnya dan menatap tanya pada sang istri.
"Namun sebelum itu, aku ingin menawari sesuatu yang menarik padamu." Zeyan
"Katakan, jangan bertele-tele." Tekan Artha menatap Zeyan dengan datar.
Terlihat Zeyan yang menerbitkan sebuah senyuman, ah ralat seringaian licik pada artha. Tentu saja Artha menangkap tanda peringatan itu. Zeyan kira dirinya bodoh uh?
"Mari bertaruh, jika rencana ku berhasil kau akan mengabulkan setiap permintaan ku begitupun sebaliknya, setuju?" Diakhiri dengan pertanyaan memastikan.
"Deal!"
.
.
.
"Kau membawa jaket?" Pertanyaan singkat namun penuh perhatian itu terlontar dari bilah seorang Athala, ya athala.
Elang yang diberi pertanyaan demikian memusatkan perhatiannya pada sumber suara, terlihat dari samping, wajah rupawan yang terpahat sempurna dengan rahang tegas sesuai takaran.
"Bawa, aku tidak tahu akan menginap berapa lama divilla milikmu itu, jadi aku membawa baju agak banyak." Ungkap Elang menyuarakan kebingungan yang sempat membimbang kannya tadi.
"Pantas, kopermu terlihat padat." Balas Athala bermaksud gurau.
"Aishh..! Itu salah mu karena mengajak ku terlalu mendadak." Kesal Elang berdecak.
"Lagian, orang gila mana yang rela bolak-balik Villa-kota hanya untuk menjemput ku yang bukan siapa-siapa bagimu," Omel Elang membuat Athala menyahuti. "Orang gila itu saya, Zayvan Athala." Sontak Elang terdiam mendengar sautan dari yang lebih muda.
"Emang lagi musim berondong yaa? Jangan sampe gue bener-bener naksir berondong." -Elang
"Tidak ada salahnya memperjuangkan orang yang saya suka 'kan?" Athala bahkan mengatakan hal itu masih dengan wajah datar khasnya.
Elang diam, dia tidak paham dengan maksud ucapan Athala.
"Memangnya kamu sedang memperjuangkan siapaa?" Elang bertanya kelewat tidak peka.
Karena yang bisa Elang simpulkan dari ucapan Athala adalah pemuda itu yang sedang memperjuangkan seseorang. Entah siapa Elang juga tidak tahu.
Athala menoleh menatap sekilas wajah tampan dan manis milik Elang yang sangat ia puja dan damba. Sayang, orang itu kelewat tidak peka.
"Yang pastinya akan menjadi tujuan saya hidup lebih lama dimuka bumi." Elang semakin tidak mengerti. Otaknya tidak bisa memuat bahasa yang Athala ucapkan, sungguh.
"Tetap bersama saya, Elang."
TBC
.....
Haloo
Apa kabar?
Maaf, kalian lama menunggu?
Masih setia dengan Athala the books atau lupaa?
Semoga kalian suka dengan chapter yang saya bawa malam ini. Jangan menjadi pembaca ghoib, itulah yang membuat saya malas up jujur.
Jadi sebisa mungkin tinggal kan jejak dengan vote dan komen di setiap chapter.
Terimakasih
Sekian.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA ATHALA [BxB]
Casuale|Cerita bxb homo, jika tidak suka silahkan pergi dari lapak ini tanpa meninggalkan jejak. Hate? Blok.| "WHAT?!! GUE PUNYA PEDANG?!!" _ _ _ Penasaran dengan kelanjutan nya, maka ikuti perjalanan nya didunia novel dengan ditemani Sistem yang cukup men...
![DIA ATHALA [BxB]](https://img.wattpad.com/cover/362654640-64-k74659.jpg)