DIA ATHALA #13

1.6K 118 5
                                        


EPS.13

HAPPY READING

"Cuek, bukan berarti ga perhatian 'kan??"

—Nathaniel Elang Hermione

Tidak menunggu waktu lama, hari itu juga Athala membawa Elang kekediaman Wheeler yang ternyata sudah diduga oleh kedua orangtuanya bahwa putra sulung mereka akan sampai pada titik ini.

Kediaman yang dihuni oleh dua orang inti dan ratusan bodyguard serta maid yang ditugaskan oleh tuan rumah, menyambut dengan penuh hormat penerus Wheeler yang entah membawa siapa mereka tidak berani sekedar melirik.

Dua pemuda yang berselisih umur cukup jauh itu berjalan dengan langkah tegap penuh wibawa. Mereka hanya berdua, Athala tidak mengizinkan kedua adiknya ikut serta dan hanya Athala lah yang tahu motiv hal tersebut.

"Duduk."

Perintah mutlak tuan besar Wheeler, siapa lagi kalau bukan Artha Wheeler yang duduk dengan badan tegap disofa single miliknya, sedangkan itu Zeyan duduk dikursi panjang dekat dengan sang suami.

Athala dan Elang duduk berdampingan menatap kedua pria dewasa yang merupakan kedua orang tua Athala. Kalian ingin tahu?

Elang terkejut mendapati kenyataan bahwa Athala merupakan sosok penerus Wheeler.

"Jelaskan!"

Lagi-lagi ucapan mutlak itu terdengar sangat dingin dan tajam, Elang heran, satu keluarga Wheeler manusia atau bukan. Mereka berbicara tanpa ada emosi dalam setiap kata yang terlontar. Datar dan penuh penekanan.

"Saya akan menikahi putra bungsu Hermione, persetan dengan kriteria Wheeler, saya punya pendirian saya."

Singkat, namun Artha dan Zeyan menangkap maksud Athala yang akan menikahi Elang walaupun mereka melarang sekalipun. Zeyan hampir meledak, anak yang ia besarkan dan penuh didikan harus menikah diusia muda??

Yang benar saja, Zeyan tidak terima.

"Begini kau membalas budi orangtua??" Ucapan Zeyan mampu membuat manik legam sang sulung bergetar, jujur saja, ini bukan keinginan nya.

Ia memang kecewa terhadap kedua orangtuanya, namun ia masih berharap mereka bahagia atas baktinya sebagai anak. Malah berakhir dengan mengecewakan, orangtua mana yang tidak sakit hati?

Dan untuk pertama kalinya Artha dan Zeyan menyaksikan manik legam itu bergetar, terlihat sedikit gelisah walau Athala pandai menutupinya.

"Saya salah, dan saya mengakui hal itu. Maaf telah gagal menjadi putra kalian, namun ada tanggung jawab yang harus saya tepati."

Athala berucap dengan tegas dan lugas, wajahnya datar tak ada ekspresi apapun selain wajah tampan yang flat.

"Saya akan memberi mu izin, lamaran terlebih dahulu. Kamu belum mewarisi kedudukan ku, bagaimana pasangan mu makan nanti??"

"Saya tidak semiskin itu, tuan."

"Ck, intinya kau tidak akan menikah sebelum kau menjadi penerus ku."

"Terserah, saya dengan keputusan saya."

Athala bersikeras dalam keputusannya, dia tidak akan goyah walaupun ditentang sekalipun, seperti janjinya pada Elang.

Sedangkan itu Elang menatap Athala dengan tatapan tak terbaca. Elang melirih dalam hatinya.

"Dia menepati janji, bahkan dia rela menentang kedua orangtuanya."

Athala bangkit dari duduknya dengan tangan Elang yang ia genggam, pergi meninggalkan kediaman Wheeler tanpa sepatah kata lagi. Zeyan yang akan menahan putranya urung, ketika sang suami menahan pergelangan tangannya.

"Biarkan, kita bicarakan lagi nanti. Aku juga menyadari letak kesalahan ku zey, jika kamu masih istriku, dengarkan ku."

Artha menatap Zeyan dengan tatapan rumit, Zeyan sendiri terdiam terpaku mendapati tatapan itu pertama kalinya.

Keduanya terjebak keheningan, sampai akhirnya Zeyan pergi meninggalkan Artha. Pria itu sendiri menatap punggung sang istri yang menghilang seiring langkah itu bertambah.

"Dari awal memang sudah salah, maka akan sangat susah mengembalikan suasana harmonis."

Artha berucap dengan wajah datar namun dengan hati yang sakit melihat keluarganya berantakan seperti ini.

"Perbaiki, atau semuanya lebur."

.
.
.

"Kamu menentang orangtua mu tha,"

Athala menoleh mendapati Elang yang bersuara disebelah kursi kemudinya, Athala yang mengemudi kendaraan beroda empat itu.

"Saya punya tanggung jawab, mereka akan mengerti tenang saja."

Athala berucap dengan tegas supaya Elang tak perlu risau dengan keributan yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Aku bisa menunggu, asal kamu tepati janjimu."

"Janji adalah janji, saya tidak pernah mengingkari janji saya, Natha. Saya akan tetap menikahi kamu."

"Aku tidak apa, kamu jangan memaksakan--

cciitt

Suara gesekan antara ban dan aspal menjadi nyaring ketika Athala menghentikan mobilnya dengan spontan. Untung jalan yang dia bawa cukup sepi dan tidak menimbulkan bahaya bagi mereka dan pengendara lain.

Athala menatap wajah Elang detik itu juga, disana Elang terkejut dengan apa yang terjadi.

"Astaga!" -Elang

"Tidak ada paksaan, lagi pula kamu memang sudah saya incar dari lama. Mungkin ini cara Tuhan mempersatukan kita, kamu yang saya inginkan, Natha."

Elang berhasil tak berkutik dengan ucapan yakin dan tegas milik Athala. Ia menjadi bingung, incar apa maksud Athala??

"Mata hazel, dan senyum dimple, kamu ingat?"

Elang terdiam sejenak mengingat-ingat apa yang pemuda itu sampaikan. Setelah teringat dengan hal itu, matanya membola menatap Athala dengan pandangan tidak percaya.

"J-jangan bilang kamu--

"Aku anak itu, pemilik senyum dimple favorit mu 'kan?"

Pengakuan Athala membuat Elang melemas, menatap Athala dengan mata yang berkaca-kaca dan sedikit bergetar.

"Kamu..dia?"

"Ya, anak kecil itu aku. Aku ada dihadapan mu sekarang."

Athala mengembangkan senyumannya yang terasa kaku, namun sangat tulus dari hati, Elang melihat itu. Melihat senyum dimple itu kembali, berada dihadapan.

Tanpa menunggu lama Elang menerjang tubuh Athala dengan pelukan eratnya.

"Akan aku tepati janji ku, Natha."

TBC

....

Cieee kenaaa prank..

Saya tidak berniat membuat ending cepat, masih banyak plot yang belum terpecahkan. Cuma tes ombak aja, maaf keun ya man teman.

Mungkin beberapa bulan ini saya sibuk, dengan organisasi, dann ke sibukan lainnya. Saya usahakan akhir Desember sudah ending. Karena akan ada cerita baru yang saya publikasikan, banyak yang nagih juga supaya cepat-cepat di up.

Jadi mohon support nya ya guyss

Terimakasih, sudah vote dan komen.

Sekian.

DIA ATHALA [BxB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang