DIA ATHALA #05

3.2K 208 5
                                        


EPS #05

Happy reading

...

Mobil sport yang kini tengah melaju membelah jalanan ibu kota yang padat oleh kendaraan lainnya. Ditengah perjalanan, athala sempat bertanya pada kedua adiknya.

"Ada yang mau kalian beli? Di apart saya tidak ada makanan." Ya karena untuk sementara waktu mereka akan tinggal diapartemen pribadi milik athala.

Apartemen tersebut memang lengkap, athala bahkan tidak usah repot-repot membawa barangnya, karena semua keperluan sudah tersedia. Namun untuk makanan dan keperluan dapur lainnya athala tidak menyetoknya.

"Ada a-bang, altar pengen beli camilan." Balas altar, adik pertama athala.

Altar Zaheer Wheeler kakak beda 5 menit dari adik kembarnya. Altar pemuda yang tampan yang hobi olahraga. Altar bisa saja menghabiskan waktunya didalam ruangan gym dan itu sudah menjadi kebiasaan dirinya. Altar pemuda yang bisa dikategorikan orang sabar, dibalik sifat sabarnya ada beberapa gunda

"Em, tair juga mau beli cemilan." Saut si bungsu ikut menimpali ucapan kakak kembarnya.

Altair Zaveer Wheeler atau dikenal dengan nama depan altair. Protagonis utama sama seperti altar. Pemuda yang sebenarnya tidak terlalu penakut, namun pada keluarga nya ia akan tunduk, apalagi kalau berhadapan dengan kakak pertamanya. Namun diam-diam ternyata altair menginginkan kasih sayang dari kakaknya itu, tapi altair rasa itu terlalu mustahil. Altair sendiri masih menginjak bangku kelas satu SMA.

"Baiklah." Athala menjawab seadanya dan mengarahkan laju mobil ke supermarket terdekat sekitaran sana.

Mereka bertiga pergi memilih barang sendiri-sendiri, mencari sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Sama halnya dengan athala, ia berkeliling mencari bahan apa saja yang perlu ia beli untuk stok di apartemen nya.

Setelah dirasa cukup, athala juga membeli beberapa makanan ringan yang ia inginkan. Dikasir sikembar sudah menunggu untuk membayar.

"Apa ada tambahan mas?" Tanya mba kasir sambil curi-curi pandang pada athala. Sikembar menyadari hal tersebut dan melototi mba kasir itu yang membuat sang empu ciut.

"Rokok." Athala berucap atas pertanyaan mba kasir, mba kasir yang mengerti dan sedikit gugup mengambil rokok apasaja yang ia dapat. Karena gerogi dengan tatapan si kembar, mba kasir bahkan melupakan untuk bertanya terlebih dahulu rokok apa yang pelanggan nya itu inginkan.

Athala pergi setelah rampung membayar semuanya dan keluar.

Mba kasir yang melihat mereka bertiga keluar menghela nafas panjang. "Fhuhh...gerah, tapi ber-AC." Monolog mba kasir tersebut sambil menyeka keringat dingin yang bercucuran. Namun rupanya ucapan singkat itu terdengar oleh rekannya.

"Makannya jangan ganjen, untung aja lo kaga kena amuk. Tau kaga yang melototin lo tadi siapa?" Tanya panther kerjanya yang sama-sama kasir juga.

Mba kasir itu menatap temannya, lalu menggeleng. "Pantes." Lirih teman mba kasir itu. "Kembar yang melototin lo itu Wheeler." Runtuh sudah pertahanan mba kasir. Ia lemas seketika mendengar penuturan temannya.

Beralih pada tiga kakak beradik yang tengah berjalan membawa belanjaan masing-masing. Mereka baru saja akan sampai pada mobil milik athala namun terhenti kala melihat kakak mereka mendekap seseorang yang tidak dikenal.

DIA ATHALA [BxB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang