EPS 15
>>>
HAPPY READING
...
"Jeritan apa yang paling sakit?"
•••
"Kakak seperti apa kamu hah?! Dasar tidak berguna! Menjaga adik-adiknya pun tidak becus!"
Teriakan penuh emosi dan suara cambukan beradu menjadi satu. Namun bukannya merintih, pemuda itu malah menampakan wajah datarnya seolah ini bukanlah apa-apa baginya.
"Didikan apa yang Artha berikan hah?! Apa yang Ibu mu ajari pada mu sampai bisa lengah dan bodoh seperti ini??!"
Teriakan itu terus berlanjut tak henti. Dengan backsound cambukan yang mengenai permukaan kulit punggung pemuda yang bertelanjang dada itu.
"Apa didikan yang mereka beri sampai mempunyai turunan Wheeler gagal seperti mu hah?! Apa Artha terlalu memanjakan mu? Atau Zeyan yang terlalu lembut padamu?!"
"Ck! Kau tahu Athala, kau adalah keturunan Wheeler yang gagal. Aku bahkan malu mengakuinya. Hanya karena kau putra pertama Artha aku tidak bisa apa-apa. Karena memang peraturan Wheeler yang menjadi cekalan janji."
Pemuda itu dialah Athala. Zayvan Athala Wheeler pemuda yang dituntut sempurna. Sampai ada celah sedikit saja, maka akan dianggap cacat.
Athala dianggap keturunan Wheeler yang paling gagal segagal-gagalnya. Tuntutan dari peraturan tak masuk akal akan menjadi bebannya selama dia masih bernafas.
Selama nafasnya pula, rasa berat selalu menggerayangi nya. Tidak ada hari tenang, atau bahkan sekedar helaan lega. Ada jutaan beban tak kasat mata yang menjadi alasannya bisa menjadi sosok monster seperti sekarang.
Apa yang orang-orang bayangkan terhadap hidupnya?
Enak?
Bahagia?
TIDAK!
Dia terpenjara. Dia terbelenggu. Dia tersesat. Dia lelah. Dia kalah. Dia gagal. Dia cacat. Dia hanya seonggok robot.
Dia Athala sang luka yang tersembunyi.
Kapan semuanya berakhir?
"Kalau bukan karena darah yang mengalir dalam perjanjian Wheeler, saya tidak rela menjadikan mu penerus Wheeler, Athala."
pyarr
Akhirnya satu vas berhasil melayang begitu saja mengenai pelipis Athala. Pemuda itu bahkan tidak bereaksi apa-apa selain diam dengan wajah flatnya.
Sesakit itukah?
Sakit sekali sampai mati rasa?
"Diam! Dan jangan berani berontak. Sampai aku sendiri yang membuka pintu ini."
Perginya pria tua yang merupakan kakek dari Athala. Ah tidak, Athala bahkan terlalu benci untuk mengakuinya. Dia benci akan fakta yang menampar nya. Bahwasanya darah Wheeler mengalir pada tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA ATHALA [BxB]
De Todo|Cerita bxb homo, jika tidak suka silahkan pergi dari lapak ini tanpa meninggalkan jejak. Hate? Blok.| "WHAT?!! GUE PUNYA PEDANG?!!" _ _ _ Penasaran dengan kelanjutan nya, maka ikuti perjalanan nya didunia novel dengan ditemani Sistem yang cukup men...
![DIA ATHALA [BxB]](https://img.wattpad.com/cover/362654640-64-k74659.jpg)