DIA ATHALA #17

940 69 0
                                        

EPS 17

>>>

HAPPY READING
...

"Apa yang
diharapkan dari anak hasil didikan keras?
Lembut dan penyayang?
Jangan bermimpi!"

••••

#1 Minggu
setelah masa hukuman

"Ngelamun? Kenapaa nih?"

Suara itu mengejutkan Altair dari lamunan panjangnya. Posisi mereka kini berada dibawah pohon rindang belakang sekolah yang cukup jauh dari keramaian.

Tidak ada sahutan setelah acara terkejut itu usai. Altair yang memilih bodo amat, dan pemuda lainnya yang sibuk mencari topik hangat.

"Kemarin-kemarin Athala bawa cewek, lo kenal siapa?"

Pass, topik yang Kairi bawa cukup pas membuat Altair tertarik dalam obrolan tersebut. Melihat adanya reaksi barulah Kairi beraksi lagi.

"Kayaknya deket banget, gue sama yang lain aja sampe kaget Athala bareng cewek."

Itulah sekiranya yang Kairi sampaikan. Apa adanya tidak dilebihkan dan tidak dikurangi. Altair menatap lekat wajah teman kakaknya itu. Kairi entah kenapa menjadi gugup ditatap intens seperti itu. Apalagi dengan wajah Altair yang datar seperti Athala.

"Gue gapernah tahu kakak deket sama cewek. Mungkin, emang kita yang gk sedeket itu."

Jawaban Altair menampar Kairi. Ya Kairi sadar, hubungan mereka cukup renggang dari hubungan saudara pada umumnya. Kairi sampai lupa akan hal itu dan malah merasa bersalah.

"Sorry, gue gk bermaksud--

"Aman, gk perlu minta maaf. Ada perlu lo datang kesini?"

"Gaada, gue cuma mau ngadem. Kebetulan ada lo, sekalian aja gue ajak ngobrol."

Ucapannya itu hanya dibalas oleh dehaman singkat yang amat sangat membuat Kairi kapok mengajak bicara adik sahabatnya. Altair ini lebih dingin dari Altar, namun masih kalah dingin dari Athala.

"Sorry lancang, lo udah punya pacar?"

"Kenapa? Lo mau jadi pacar gue?"

Percakapan singkat yang penuh dengan rasa canggung setelahnya membuat keduanya, ah tidak hanya Kairi saja yang canggung karena Altair merasa biasa saja setelah mengucapkan hal barusan.

"Kenapa malah diem? Lo suka kan sama gue?"

Mendengar itu, Kairi tidak bisa mengelak. Bagaimana ini, harga dirinya turun setelah mendengar pengakuan barusan. Yang dimana dia diajak bukan yang mengajak. Astagaa...

"Jangan main-main sama hubungan, Altair."

"Gue gk main-main, gue serius. Lagian, gaakan ada larangan buat gue punya hubungan sama siapa aja. Gue bukan pewaris, jadi gue bebas. Soo lo mau jadi pacar gue? Gue gk maksa."

"Gila aja, harusnya gue yang ajak lo pacaran."

"Kenapa? Lo masih berharap bisa jadi top dihubungin kita? Gue rasa gaakan pernah."

Seperti bayangan, Altair berpindah tempat menjadi mengukung Kairi pada pohon besar tersebut. Keduanya bertatapan mencari kenyamanan satu sama lain.

Hembusan nafas keduanya semakin terasa, antara percaya tidak percaya kini Kairi ditaklukkan oleh adik kelasnya. Yang lebih mengejutkan nya orang yang mengajaknya berpacaran adalah seorang Wheeler.

DIA ATHALA [BxB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang