#EPS 19
HAPPY READING
>>>
"Berisik mor," tegur Athala ketika Amora terus membuntuti nya dan membujuk nya agar mau menemani gadis jadi-jadian itu berkeliling mall.
"Anying, napa sii lo tolak ajakan gue?! Biasanya juga kurang kerjaan, sok sibuk lo!" Dumel Amora menjambak rambut Athala sekenanya. Mungkin sekali dalam sejarah mereka baru kali ini melihat athala tersiksa.
Yap mereka kini tengah berada diparkiran sekolah. Membuat beberapa atensi siswa-siswi terarah pada kedua makhluk yang entah memperebutkan hal apa.
"Nyokap," Athala mengucapkan satu kata yang sangat amat tidak dimengerti oleh Amora. Manusia kocak satu ini memang rada oon.
"Heh bocah kalo ngomong yang jelas, gue bukan google translate yaa bangsat!" Athala sebenarnya muak dengan tingkah manusia jadi-jadian ini. Malu Athala sebenarnya ditonton oleh banyak murid.
"Ck! Ada urusan gue sama nyokap." Balas Athala sedikit ngegas. Membuat Amora memicingkan matanya sinis. Namun tak ayal mengangguk mengerti dengan ucapan Athala.
"Nahh! Ginikan enak gue denger nya, yaudah sana. Gue mau pergi sendiri ajalah, mana tau dapet duda pirang." Celetuk Amora sambil melambaikan tangan pada Athala, membuat pemuda dengan balutan jaket kulit itu jengah setengah mati pada Amora si manusia jadi-jadian.
Tanpa ba bi bu lagi Athala menaiki kendaraannya tanpa beban yang menempel seperti tadi pagi. Perasaan Athala sekarang tuu plonggg.............banget gada yang ngintilin dirinya. Melupakan Amora yang kini tengah digondol om pirang betulan.
Poor Amora!
"Atha, jemput buna dikantor saja. Hati-hati ya nak di jalannya."
Satu pesan yang masuk membuat Athala membelokan setirnya menuju arah perusahaan sang ibu. Memang jika dihitung dari jaraknya, sekolah dan perusahaan milik Zeyan cukup terbilang dekat dibanding dengan Mansion kediamannya.
"Jadi bingung gue, harus gimana ya? Posisi gue ada dijurang serba salah." Athala bergumam sambil terus melajukan mobilnya dengan tatapan kedepan. Hal yang paling ia sukai adalah berbicara seorang diri seperti sekarang ini.
"Bingung juga mau perbaiki dari mana. Dari awal emang keluarga ini udah ancur. Harus banget nih gue turun tangan?"
"Niat mau leha-leha aja nikmatin harta nih orang. Tapi hidupnya super ribet, mana gue harus nyusun rencana biar tuh aki-aki kapok." Ujarnya menatap jalanan dengan sedikit jengkel.
Kini, mobil dengan merek terkenal, Mernce Des bance keluaran terbaru yang menjadi mobil favoritnya sudah sampai didepan perusahaan besar milik ibunya.
Athala keluar dari mobil dan menghampiri ibunya yang telah menunggu. Athala menuntun Zeyan untuk masuk kedalam mobil dan membukakan pintu untuk sang ibu.
Keduanya pun berbincang sedikit didalam mobil. Athala yang dulu memang sangat penurut kepada ibunya. Alhasil ketika kemarin ia menyeru marah Zeyan tidak terima. Berakhir menyalahkan si kembar.
"Bagaimana sekolah mu?" Tanya Zeyan memecah keheningan diantara keduanya.
Jelas tidak ada yang akan angkat bicara, apalagi Athala yang notabenenya kulkas berjalan. Zeyan dengan segenap kesabarannya mencoba untuk mendekatkan diri kepada putranya.
"Baik," balas Athala cukup singkat dan jelas.
Zeyan hanya bisa tersenyum maklum. Masih dengan keheningan, Zeyan mencoba sekali lagi. Kali ini, ucapannya benar-benar dapat menarik atensi putranya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA ATHALA [BxB]
Random|Cerita bxb homo, jika tidak suka silahkan pergi dari lapak ini tanpa meninggalkan jejak. Hate? Blok.| "WHAT?!! GUE PUNYA PEDANG?!!" _ _ _ Penasaran dengan kelanjutan nya, maka ikuti perjalanan nya didunia novel dengan ditemani Sistem yang cukup men...
![DIA ATHALA [BxB]](https://img.wattpad.com/cover/362654640-64-k74659.jpg)