Yap, welcome back to inikereable edisi update sesuai mood. Btw sorry guys kalo gaya kepenulisannya udah beda sama chapter lalu atau book sebelumnya awokawok, jujurrr agak lupa sama ni alur.
---
Terkadang, waktu itu berjalan tanpa kita sadari. Tubuh yang dulunya sehat bugar, siapa sangka sekarang jadi ketergantungan sama balsem Geliga. Mungkin dulu masih sanggup menggendong dua anak, tapi sekarang anak-anak itu udah nggak bisa digendong lagi.
Dan itulah yang dipikirkan Hyunsuk ketika melihat anak-anaknya. Mereka semua tumbuh dengan cepat walaupun sehari-hari hanya mengonsumsi nasi dan oncom busuk. Imunisasi menurutnya hanyalah sunnah, namun Hyunsuk membuktikan bahwa tanpa semua itupun anaknya tetap hidup sehat secara fisik.
Meskipun motoriknya hancur semua.
Beberapa hari belakangan ini Hyunsuk terus memandangi foto bocah yang sepertinya sudah lama sekali tidak memanggilnya 'eomma'.
Sudah sedewasa apa ya dia?
Apakah anak kesayangan Hyunsuk ini bisa hidup tanpa eomma-nya?
Apakah dia makan dengan baik?
Stop, terlalu dramatis. Menurutku, pertanyaan terakhir itu pasti jawabannya iya sih. Bayangin aja, makanan Korea dibandingkan oncom busuk. Itu kayak 11/12 miliar.
Dan yap, dia bocah yang dimaksud adalah Yoshinori Ramadhan, mantan personil coboi junior yang dikeluarkan karena skandal mencret di panggung perkara kebanyakan makan makaroni pedas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anyway, itu adalah foto ketika pertama kali Yoshi manggung disebuah acara sunatan. Waktu itu Yoshi diminta membawakan lagu anak-anak. Hyunsuk awalnya bingung, lalu dia mengingat-ingat lagu yang sering dia dengar saat masih kecil dulu, lagu Bujangan milik Rhoma Irama, dan menyuruh Yoshi membawakan lagu itu saja.
Dalam potret tersebut senyum Yoshi masih begitu polos dan malu-malu, sebelum akhirnya senyum itu berubah jadi penyesalan saat mengetahui latar belakang anomali yang merawatnya.
"Yoshi gimana ya kabarnya sekarang?..."
---
Melanjutkan kisah perjalanan Jihoon menuju rumah Bangchan di chapter sebelumnya, pria maskulin itu akhirnya sampai di rumah konco kentel-nya. Namun kondisi rumah tersebut sudah berbeda dengan yang terakhir kali dia temui. Ramai, banyak orang berpakaian hitam dan juga para warga yang Jihoon sendiri nggak tau dari mana mereka.
Jihoon menerka-nerka, apakah Bangchan ketahuan buntingin anak gadis? Nggak mungkin, orang itu seleranya sama janda anak empat.
Atau karna ketauan korupsi dana desa? Nggak mungkin juga, dia kan orang hutan. Maksudnya, tinggal di hutan yang bahkan jauh dari pemukiman.