12

62 3 1
                                        

Hari hari berlalu, waktu waktu terus membelenggu dengan menit detiknya yang terasa mati tak tahu

Anak kecil yang merasakan luka tanpa tahu, kini sudah melepas perahu

Masa depan yang masih panjang, belum tentu bisa di rasakan

Kemana diri itu?, kini ia tau

Diri ini sudah mati terlebih dahulu

____________________________________________

"Al kuat"

Suara itu semakin mengganggu

"Hahaha al kuat bundaa"

Di iringi dengan tawa tanpa palsu

"Suatu hari nanti al ingin jadi dokter, biar bisa menolong orang sakit"

Suara itu terus meracu, meninggalkan luka yang tak berlaku

Wushhh

Semilir angin menyapu indah nya puisi ku, nyatanya aku tak bisa menolongmu

"Di dalam bait kelabu, tulisan tulisan yang indah membuat semua orang terpaku, aku gagal menyelamatkan mu"

"Mengapa aku harus hidup di dalam lautan yang membelenggu, jika dia tidak mengingatkan ku"

"Ini lah aku, gadis yang kehilangan jiwa nya terlebih dahulu"

__________________________________________

"Dorrr"

Suara yang mengagetkan alana dari sesi melamun nya

"Apa sih ngagetin aja" balasnya tak Terima

"Ya, lagian lo ngelamun aja dari tadi, gue panggilin juga" ucap bila mendudukkan dirinya di sebelah alana

"Ngapain di sini" tanya alana tanpa memalingkan tatapannya dari objek yang menarik perhatian nya

"Yeu si babi bela belain gue datang jauh jauh dari barat sampe merauke, buat beliin lo pecel lele, tapi dengan tega nya lo gak ngehargain perjuangan gue" ucap bila nyerocos, yang sama sekali tidak di tanggapi oleh alana yang masih sibuk dengan dunia nya

"Yah elo malah ngelamun lagi, Herman gue, woi hidup itu urusan tuhan, kita hanya menjalankan, jangan terjerat pada rentenan keadaan kelam, kita hanya perlu mengubah masa masa kelabu menjadi warna biru, ngahai hebat banget gue" ucapnya sembari memasang ekspresi bangga andalannya

"Lagian ya, lo punya bapak gitu amat sih, agak kasian gue liat lo, tiap hari di siksa teross ampe modar, ampe jadi patung hidup gini" ucap nya lagi, kali ini sembari menelisik keadaan alana yang seperti mayat hidup

"Nih, haaaa, matanya pipis lagi kan, duhhh alana alana kalo mau nangis tuh jangan sekarang, nikmatin dulu masa muda lo, jangan  kebanyakan pikiran kaya emak emak yang lagi kelilit utang"

"Punya tubuh itu di pake, buat hidup bukan malah kayak gini, kalo lo kaya gini terus yang ada lo bakalan mati secara perlah-

" bagus" ucapan bila terpotong begitu saja dengan kata bagus yang keluar dari Bilah bibir alana yang pucat itu

Alana Dan LukanyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang