13

45 1 0
                                        

Happy reading

"bahagia itu sederhana, cukup aku dengan tawaku yang mengalihkan rasa sakitnya

_Alana Sky Adeline_


Pagi hari menyapa dengan kicauan burung dan awan biru yang memanjakan mata, hembusan angin begitu menenangkan menyapa indra perasa dalam setiap jiwa

Mata indah yang semula terpejam, kini bergetar perlahan, mengerjap dengan lirih nya menyesuaikan setiap rekapan yang masuk kedalam retina nya

Sunyi, sepi terasa menyambut setiap jiwa yang berkelana di alam mimpinya, tak mudah untuk kembali terbawa dalam arus sadarnya, dia mengedarkan pandangannya ke segala arah dalam penghujung ruangan itu, tidak ada siapa siapa, hanya ada dirinya di sini, diruangan ini, sendiri, dan akan selalu sendiri

Tangan kurus tak berdaging itu terangkat pelan menyusuri setiap sisi wajahnya yang kering, menyibak setiap helaian halus rambutnya yang panjang sembari sedikit memijit pelipisnya yang berdenyut samar

"Lana tau, Lana gak begitu berguna dalam kehidupan ayah, tapi Lana minta sama ayah, tolong berikan cinta yang selama ini lana harapkan, dan tolong berikan kasih yang selama ini lana inginkan"

Ucapan itu keluar di bibir pucat nya, matanya menerawang jauh menelisik setiap relung memori dalam ingatannya, banyak nya ruam luka dalam arus yang selama ini menenggelamkan nya

"Lana gak berharap banyak, Lana cuma pengen ayah ada disisi Lana, jadi penopang dalam gundah yang mampu membuat Lana jatuh tak berdaya, selama ini ayah kemana, setiap Lana butuh ayah, ayah gak pernah datang buat lindungin Lana, lana capek ayahh Lana gak kuat tanpa ayah, sini ayah, Lana pengen di peluk ayah, hiks lana pengen hiks lana... Lana gak kuat ayah, rasanya Lana udah gak tau lagi harus apa.. hiks sini ayah pukul aja Lana hiks lana gak papa asal ayah ada di sisi Lana"

Ucapan bercampur tangisan mengisi ruang yang penuh dengan bau obat obatan, segalanya ia ungkapkan dengan tangisan lirih yang menyertai setiap rentenan kata yang begitu menyakitkan, ia butuh ayah, ia butuh ayah, hanya itu? Mengapa tuhan begitu enggan memenuhi permintaannya?

"Hiks.. hiks ... Tuhan" ia memanggil Tuhannya dengan nada bergetar hebat air matanya meluncur deras tangan nya bergetar pun dengan tubuh nya yang ikut bergetar

Ia meraung memukul setiap inci tubuhnya seolah olah ia dapat menghancurkan semua beban yang di pikulnya, pikiran nya melayang bibirnya meraung merayu tuhan nya agar mengabulkan keinginannya

"Tuhan hiks lana gak minta.. a-apa ap-a Lana cuma pengen ayah ada di sisi lana-a hiks" ia semakin meraung dengan tangan yang menggenggam kepalanya

"Lana pusing, Lana.. hiks lana... Lana lelah tuhann hiks bantu Lana biar bisa dapat cinta nya ayah.. hiks bantu Lana tuhan "

Ruangan itu riuh bergema diisi suara tangisan dan teriakan yang memilukan, ia rinduu sangat rindu dengan sosok pahlawan kelabu dalam hidup nya yang biru, ia rindu ayah

___________

Siang harinya Alana terbangun dari tidur singkatnya sesat ia merasakan kehadiran beberapa orang yang mengerumuninya

Mata bengkak merah nya terbuka menampilkan secerca harapan kosong yang terpatri di kedua bola matanya, menggosok pelan mata nya yang perih dan kering itu, ia mulai mengedarkan nya pada sekumpulan mata yang memandang khawatir padanya

"Lana  udah bangun!?"pertanyaan? Bukan, pernyataan kali ini terlontar untuk nya

Ia mengerjap linglung dengan kepala menggeleng gusar, seolah menghilangkan bayangan buram pada netranya

Sesaat setelah itu ia bangkit dari tidurnya, mengganti posisi menjadi duduk menyender di kepala ranjang rumah sakit nya

Disana, didepannya kelima teman nya menatap nyalang sirat ke khawatiran yang begitu mendalam terekam dalam pandangan

Tersenyum tipis, sangat tipis Alana merasakan bibir bawah nya berdarah akibat memaksakan senyuman yang berdampak pada bibir pecah pecah nya

"Gak usah senyum!"pekikan itu terdengar seperti gurauan padahal itu adalah ke khawatiran

Kening Alana berkerut menciptakan beberapa gelombang di dahi lebar mulusnya, sirat kebingungan akan kalimat yang di lontarkan sebelum nya

"Senyuman Lo nyakitin!!"perkataan sepi setelah mengerti dengan reaksi yang Alana beri

Kalimat nya terdengar seperti lelucon kanak kanak yang tidak nyambung tapi bikin ngakak, pdahal dengan makna yang begitu menyakitkan terkandung di dalam nya

Alana semakin melebarkan senyumnya, yang mana berhasil membuat puluhan tetes darah merembes dari sela pecahan bibirnya

Sret

"Bibir Lo berdarah na"sesaat setelah bila membersihkan darah yang berada di sekitaran mulutnya dengan tisu

"Gak usah senyum kalo gak bahagia, jatuhnya bukan tenang malah nyakitin ke Lo nya"Joy berbicara berniat menyadarkan Alana agar berhenti dengan senyuman yang menyakitkan nya

Alana sontak tertawa lebar, terbahak dengan tangan kiri yang tertancap selang infus, tanpa henti memukul bahu sasya yang tepat berada di sebelah kirinya

"Hahaha! Bisa puisi juga Lo hahaha" ucapnya bangga

Dunia berhenti sejenak menyaksikan suara merdu tawa seorang gadis yang di penuhi dengan luka

Bukan, bukan tawa menyakitkan yang mereka dengar saat ini, melainkan tawa bahagia dan bangga tersemat dalan tawanya

"Yeu bangke Lo"Joy menjentik pelan kening Alana yang masih saja tertawa

"Hahaha gue bangga sama Lo pfttt - seorang kinderjoy berpuisi hahahhah"

Gelak tawa kembali mengisi ruangan itu, diikuti oleh tawa sepi yang menggelegar bak tawa Mak lampir

"Shh hahahah seharusnya hmmm hahahah Lo bangga sama gue na hahaha"sepi terpingkal pingkal dengan tawanya

"Gak musyrik gue bangga sama Lo" Alana berucap dengan nada datar sesat setelah menyudahi tawa lepas nya

"Anj-?"sasya menutup mulutnya menahan tawa, mendengar tuturan alana dan muka nista sepi

"Pfttt hahahahah" tawa itu kembali menggelegar di seluruh ruangan, semuanya tertawa, bahagia, melupakan sejenak luka yang terpatri di masing masing wadah yang menganga dalam dada

"Semudah itu buat Lo bahagia na" batin mereka turut bahagia mendengar tawa alana

Tbc

Akhirnya bisa up lagiiii😌
Jangan lupa vote+komen and follow guys

Gue bakalan up kalo lagi mood hehehehehhehehehhehehehehehehhshdhdhehehehehehehehdhdhdhdhdhhdhdhdehhehdhehehehehehehehheheheheheheh🤦🏻

Bay kapan kapan lagi🧚🏻

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Alana Dan LukanyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang