"Huuftt".
Menghela napas panjang. Aku bangun dari tidurku dengan lingkaran hitam yang terlihat jelas di sekitar mata. Semalam tak tidur dengan nyenyak. Karena beberapa kali terbangun dengan perasaan was was.
Menoleh ke jam di atas nakas. Pukul 05.30 . Aku beranjak dari ranjang. Dan berjalan ke arah balkon. Membukanya dan merapatkan diri ke pagar tembatas.
Langit diatas masih cukup gelap. Mentari baru ingin keluar menunjukkan dirinya. Angin yang berhembus membuat rambutku tersapu ke udara. Setelah merasa cukup menghirup udara segar aku kembali masuk ke dalam kamar. Dan membiarkan balkon tetap terbuka agar angin luar itu bisa masuk.
Aku membuka perlahan pintu kamar mandi. Dan mengintip keadaan di dalam. Dirasa aman. Aku masuk kesana dan mengecek seluruh ruangan. Tidak ada yang aneh.
Menaggalkan pakaian dan mandi dengan cepat. Setelahnya tak lupa memoleskan sedikit make up. Melihat lingkaran hitam di sekitar mata dan wajah yang pucat.
Membuka pintu kamar yang terkunci. Aku turun ke bawah dengan perlahan. Dan mulai mengecek lantai utama dan lantai bawah. Semua terlihat normal. Ku rasa hantunya sudah pergi. Atau kemarin itu hanya halusinasiku seperti yang amber katakan. Yah semoga saja.
Aku memutuskan untuk mengunjungi bibi marie di apartemen sebelah. Tinggal sendirian di apartemen membuatku gila. Ku rasa aku butuh bersosialisasi dengan orang lain.
Memakai dress selutut berwarna hijau muda dengan flatshoes berwarna putih. Juga rambut kepangku yang di sampingkan di bahu kiri. Aku melangkah kan kakiku keluar rumah untuk membeli makanan di minimarket depan.
Kakiku berjalan melewati apartemen apartemen yang lain hingga sampai di gerbang depan. Memasuki minimarket dan mengambil barang barang yang ku butuhkan. Setelah itu aku masuk ke kios yang menjual aneka roti dekat sana.
Aku menyusuri jalan pulang dengan menenteng 2 kantong belanjaan. Satu berisi buah buahan dan cemilan yang ku beli di minimarket. Lalu satu lagi berisi 2 box donat. Yang masing masing boxnya terdiri dari 8 buah donat dengan berbagai macam toping yang terlihat sangat menggiurkan.
Aku berniat membawa satu box donat dan sekeranjang kecil buah buahan saat mengunjungi bibi marie nanti.
Aku memasuki apartemen dan menyiapkan yang akan ku bawa ke tempat bibi marie. Dengan membawa satu box donat dan sekeranjang kecil buah buahan. Aku melangkah kembali ke luar rumah dan pergi menuju ke apartemen bibi marie di sebelah.
Ding.. dong..
Aku menekan bel dan menunggu di depan pagar. Tak lama terdengar suara pagar yang di seret agar terbuka. Dan terlihat seorang wanita di sana.
"BIBI MARIE". Pekikku yang langsung menghaburkan diri memeluk dirinya.
"Lama tak jumpa pearl. Kau kemana saja. Apa tak merindukan bibimu ini?".
"Tentu aku rindu bibi. Lihat kan aku main kesini".
"Apa kau tinggal di apartemen kakakmu? Beberapa hari lalu bibi melihat seperti ada aktivitas disana. Tapi seingat bibi kakakmu sudah lama tak pulang kesana".
"Huum. Aku tinggal disana. Tentang kak xavier. Dia belum ada kabar".
"Begitu yah". Dia mengusap kepalaku dengan lembut. Dan membawaku masuk ke dalam.
Duduk di bangku taman bunga kecil yang ada di halaman. Mengobrol banyak hal. Dan menikmati makanan yang sudah ku bawa.
Hingga dering ponselnya membuatnya beranjak dan menjauh sedikit dari taman. Setelah panggilan itu terputus. Dia mendatangiku.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNDERWATER
FantasiMakhluk air Desas desus itu nyata Para warga yang selama ini hilang Benar benar ulah mereka
