Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

32. Pertemuan di Televisi

221 27 4
                                        

Bola mata Vanka terbelalak mendapati Emily menjadi host pada acara Bincang Bincang Bersama. Mereka berdua sama terkejutnya sebab host utama mendadak sakit perut yang harus cepat digantikan oleh Emily. Terlihat senyuman kikuk mengulas dari wajah mereka di depan kamera. Vanka berusaha mengatur napasnya agar ia tidak terlihat emosional di depan kamera.

Seperti biasa Vanka mendapati pertanyaan seputar promo novel terbarunya. Ada jeda sepersekian detik dari suara Emily saat membaca sebuah teleprompter berisi pertanyaan yang sebelumnya tidak ada di dalam skrip.

Emily mengulas senyum cerianya. "Wow, bintang tamu kali ini benar-benar spesial dan mendadak ya. Pasalnya yang kita tahu orang ini lagi naik daun gara-gara aksinya menjadi juri di acara Indonesia Berbakat. Ada yang bisa tebak siapa orangnya?"

Audiens berteriak. "Bastian Ali."

Emily beranjak dari kursinya dan bertepuk tangan meriah kepada audiens. "Tepat sekali. Langsung kita panggil sekarang aja ya. Kita sambut Bastian Ali, silakan masuk," sapanya ramah menyambut kedatangan Bastian.

Emily benar-benar terlihat sangat profesional dalam bekerja. Ia mampu mengesampingkan pekerjaan dan perasaannya. Tak heran jika jam terbangnya semakin tinggi. Di sini, Vanka mematung kikuk. Memaksakan diri untuk berjabat tangan dengan Bastian. Memberikan senyuman palsunya kepada Bastian.

Bisa terlihat jelas raut wajah Emily menegang. Berusaha menahan luka dan perih hatinya. Dari tadi ia terus menggigit bibir dan mencakar kulit tangannya sebagai bahan pelampiasan raungan di tubuhnya. Emily berdeham pelan dan kembali fokus dengan cue card MC.

Emily mewawancarai Bastian perihal kesan pesannya menjadi juri di acara Indonesia Berbakat. Bastian menjawabnya dengan lugas dan penuh wibawa di depan sorot kamera. Mereka terlihat akrab seolah-olah tidak terjadi masalah apa-apa.

Lanjut pada pertanyaan berikutnya. Pertanyaan di luar topik Indonesia Berbakat. Biasanya, pertanyaan ini dibuat demi menaikkan rating acara. Dan sebagai bintang tamu, harus pintar-pintar dalam menjawabnya.

"Kemarin ada yang lagi viral, nih, di TikTok dan Twitter. Gimana, sih, awal mulanya kalian bisa bertemu sampai akhirnya menyadari kalau kalian itu ternyata saling mencari satu sama lain?" tanya Emily dengan tangan bergetar.

Bastian menelan ludah. Ia malu-malu menatap Vanka. Sempat ada jeda lima detik untuk berpikir. Tak ada respons dari Vanka, maka Bastian yang mulai berucap.

"Pertemuan pertama kami di bandara Juanda. Kami belum saling mengenal. Hanya saja sempat ada insiden di pesawat yang membuat kami saling mengenal rupa. Setelah itu, adik Vanka mengambil kelas taekwondo di tempat saya mengajar. Ya, seperti itulah kami saling mengenal."

Emily mengangguk kemudian menatap kamera. "Jadi, apakah novel The Distance of Us ini menceritakan tentang Kak Bastian Ali? Dan bagaimana Kak Vanka bisa tahu kalau Bastian Ali adalah Ali yang selama ini Kakak cari?"

Vanka menatap kamera dengan wajah tegang. Ia tidak berani menatap Emily. Hanya ribuan kata 'maaf' yang ada dibenaknya sekarang. Vanka mengatur napasnya dan bercerita.

"Awalnya saya tidak tahu kalau Bastian adalah Ali yang saya cari. Saya sempat menyudahi pencarian Ali karena memang menurut saya itu adalah perbuatan yang salah. Bagaimanapun masa lalu tidak perlu dikaitkan dengan masa sekarang. Sampai di mana saya mendapatkan petunjuk demi petunjuk tentang keberadaan Ali. Tentang nama lengkap Bastian, asal muasal tempat tinggalnya, kebiasaannya, semua ceritanya, dan tanggal lahirnya. Sampai di situ saya akhirnya mengetahui bahwa Bastian adalah Ali yang saya cari."

Emily menatap Bastian fokus. "Kalau Kak Bastian sendiri bagaimana caranya menemukan Kak Vanka? Apakah Kak Vanka mengungkapkan ke Kak Bastian?"

Bastian menggeleng. "Vanka tidak memberitahukan apa pun kepada saya. Kami tidak pernah bertemu untuk waktu yang lama. Namun, seiringnya waktu berjalan, potongan puzzle yang telah lama hilang dapat tersusun dengan sendirinya." Bastian menatap Vanka sekilas. "Suatu hari adik saya memberikan sebuah kliping tentang artikel diri saya yang pernah memenangkan sebuah kejuaraan internasional. Di situ ada sebuah pesan yang saya titipkan lewat wartawan―untuk mencari keberadaan Vanka dan teman-teman Visalikipan. Saya berharap agar wartawan bisa mempertemukan mereka atau setidaknya Vanka dan teman-teman Visalikipan bisa mengetahui keberadaan saya. Begitu pula dengan buku catatan taekwondo yang selalu saya simpan sejak SMP. Saya menuliskan nama Vanka untuk mengingat namanya suatu hari nanti."

Hello You Apps! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang