Ceklek
Blaze membuka pintu kamar, dan ia melihat Ice yang sedang tertutup oleh selimut birunya.
Blaze menatap bingung, lalu memangil Ice perlahan "Ice?"
"Ze.." balas sang lawan bicara dengan suara serak, Blaze pun langsung mendekat ke kasur.
Ice membuka selimutnya, mata Orange Blaze bertatapan dengan mata Biru laut Ice yang memerah.
"ICE LO KENAPA ANJIR?" Blaze memegang dahi Ice, dan ya.. panas.
Seketika mereka berdua hening, namun terdengar suara helaan napas Blaze.
"... KAN KEMAREN UDAH GUA BILANG JANGAN MAEN UJAN UJANAN!" Omel Blaze.
"KHILAP! SUER KHILAP" Balas Ice.
Skip
"Ice, lo Laper ga? Kalo iya gua beliin bubur." Tanya Blaze sambil mengompres kepala Ice dengan kain yang sudah di basahi oleh air panas.
Ice menggeleng pelan, lalu memegang tangan Blaze. "Ga mau, mau nya sama kamu.."
Yups, Ice mode clingy sudah on ya kawan kawan!
"Rada jijik sih ya, tpi calon suami gua ini. Nanti juga bakal gini terus keknya ni bocah, gila tersiksa bet gua ngadepin suami kek bocah gini." Pikir Blaze dalam hati.
"Aze?" Bingung Ice karena sedari tadi Blaze hanya diam dan tidak menanggapinya.
"Ha? Eh, iya? Kenapa? Tadi lagi mikirin skripsi."
"Bukannya skripsi kamu udah selesai?" Bingung Ice.
"Ohiya udah selesai, goblok banget lu ngarangnya anjir Blaze." Batin Blaze mengatai dirinya sendiri.
.
.
.Mari kita kembali ke dua bocah spek jamet kuproy itu lagi, siapa lagi kalau bukan Taufan dan Thorn?
Mereka berdua sedang bingung ingin melakukan apa, di tambah lagi sang sahabat yang senang mengajak membuat hal hal gila itu tidak masuk.
Sahabat yang senang mengajak membuat hal hal gila? Yups, itu Blaze.
"Bosen banget hueee." Thorn bersandar pada bahu Taufan.
"Cup cup cup cup, ngantin kuy?" Taufan mengusap usap kepala Thorn, lalu di balas anggukkan oleh sang empu.
Saat sedang berjalan di koridor, tiba tiba saja Taufan kebelet BAK aka buang air kecil.
"Thorn, lo duluan aja. Gua mau ke toilet sebentar."
"Hm? Okkeee." Balas Thorn, lalu pergi terlebih dahulu ke kantin.
Taufan pun segera ngibrit ke toilet.
Saat sudah selesai, Taufan pergi mencuci tangannya. Namun tepat saat dirinya mematikan keran, Taufan merasakan ada tangan yang memeluk pinggangnya dari belakang.
Taufan terdiam sebentar, memproses apa yang sedang terjadi. Saat sudah sadar, Taufan langsung menendang orang yang berada di belakangnya.
"Ouch-" Rintih orang yang berada di belakangnya. Namun, suaranya terdengar familier di telinga Taufan.
Taufan membalikkan badannya, dan orang yang memeluknya tadi adalah... Yupsie, Gledek sang gapura kabupaten.
"EH ALIN KAMU NGAPAIN??" Taufan segera menggenggam tangan Halilintar dan membantunya bangun.

KAMU SEDANG MEMBACA
He Is An Idol?!
Teen FictionWhat the...- aku dijodohkan dengan seorang aktor? OHH TIDAAKKK Hai nama ku Taufan, Skylie Taufan Cyclone lebih tepat nya. aku sudah tidak memiliki orang tua karna orang tuaku baru saja meninggal dunia, tapi betapa terkejut nya aku ketika membaca su...