"Kenapa aku nggak boleh tau bang?!" Tanya Petir dengan kesal.
"Kamu belum cukup umur." Jawab Halilintar.
"JANGAN JANGAN... Abang abis wleowle-" Belum selesai petir berbicara, Halilintar sudah menutup mulutnya.
"DIEM!" - Halilintar
Krettt...
"Eum?.." Gumam Taufan yang baru saja membuka pintu kamar.
"Ehh Taufan! Bisa jalan?" - Nauva
"B-bun?" Taufan sedikit terkejut dengan perkataan Nauva. "Maksudnya apa?" Tanya Taufan pura pura tak paham.
"Ya... Kan semalem kamu abis-" Halilintar menahan bunda nya untuk melanjutkan ucapannya.
"Bundaa!" Bisik Halilintar kepada Nauva.
"Bercanda Lin."
"Kenapa bun?" Tanya Taufan.
"Gapapa, sini makan Fan."
"Oke bun.." Taufan mengangguk dan pergi duduk di meja makan.
Skip time
"Taufan, Lintar. Bunda sama Petir pergi dulu ya? Jangan lupa jaga kesehatan." Ucap sang bunda kepada anak dan calon menantunya.
"Siap bunda!" Angguk Taufan
"Yaudah kalau gitu, bunda sama Petir pamit." Nauva dan Petir pergi keluar rumah.
Hanya ada dua insang di ruangan itu, yaitu Taufan dan Halilintar. Ntah kenapa, keadaan terasa hening.
"Masih sakit?" Tanya Halilintar membuka suara.
"... Menurut kamu gimana? Aku keliatan kesakitan atau nggak?" Tanya balik Taufan.
"Nggak." Datar Halilintar, dan langsung mendapatkan pukulan dari Taufan.
"Buta kah mata mu?! Jelas-jelas dari tadi aku pincang! Ya berarti aku kesakitan lah!" Kesal Taufan.
"Ya kalau udah tau kesakitan ngapain nanya." Balas Halilintar dengan watados nya.
"HIHHH!"
.
.
.
.
.
.Tap tap tap
"Ngampus lagi ngampus lagi, tapi kalau keseringan bolos, duit gua abis." Ucap Taufan yang sedang berjalan di koridor Kampusnya.
"HOY ANAKNYA IBU KUPUTERI!" Teriak Blaze memanggil Taufan, membuat Taufan menoleh menatap Blaze.
"Mak gua udah gaada anj." Jawab Taufan sambil menatap Blaze dengan tatapan tajam.
"Mak gua juga udh gaada." Balas Blaze.
"Mak Thornie masih adaa." Ucap Thorn yang tiba tiba muncul kayak jin.
"Anjir muncul tiba tiba, kembarannya Jin lo Thorn?" Tanya Taufan.
"Enak aja, aku tuh perinces." Jawab absurd Thorn.
"Inces Inces, Inces apaan lo?" - Blaze
"Inces bohay kali." - Taufan.
"Udah kek tayi, ayo ke kelas." Blaze langsung nyeret Taufan sama Thorn sampe sampe mereka hampir ngejungklak.
"Jangan di seret Ze!" Rengek Thorn, dan akhirnya Blaze melepaskan seretan-nya dari Taufan dan Thorn.
Setelah di perhatikan, sepertinya ada yang aneh dengan ekspresi Taufan.

KAMU SEDANG MEMBACA
He Is An Idol?!
Teen FictionWhat the...- aku dijodohkan dengan seorang aktor? OHH TIDAAKKK Hai nama ku Taufan, Skylie Taufan Cyclone lebih tepat nya. aku sudah tidak memiliki orang tua karna orang tuaku baru saja meninggal dunia, tapi betapa terkejut nya aku ketika membaca su...