Terdengar sangat nyaring dari luar kelas itu dan terdapat papan nama bertuliskan kelas 2/1 menandakan dia telah sampai pada kelas baru nya.
Seorang guru lebih dulu memasuki kelas tersebut membuat kelas yang sebelumnya ramai sekarang menjadi lebih sepi dari sebelumnya.
Guru itu menyuruhnya untuk memasuki kelas tersebut dan memintanya untuk memperkenalkan diri.
"Hai, saya Jeno salam kenal semua"
Bisik bisik mulai terdengar setelah Jeno memperkenalkan diri. Bisik bisik tersebut tidak jauh jauh dari penampilannya, Jeno itu tampan dengan porsi badan yang terbilang cukup sempurna sudah pasti seluruh kelas itu langsung berbisik bisik memuji penampilannya bukan hanya para wanita saja tetapi hampir seluruh para lelaki juga memuji porsi badannya dan mereka iri.
"Sudah cukup! Jeno kamu bisa duduk di bangku yang kosong, silahkan"
"Terimakasih, Bu"
Jeno mendudukan dirinya pada bangku yang kosong, sedari tadi dia terus memperhatikan Jaemin yang ada di sebrang lebih depan dari pada bangkunya. Sedari dia masuk Jaemin tidak mengalihkan pandangannya pada buku di depannya bahkan saat dia berkenalan dan itu membuat Jeno sedikit menghela nafas
'Sepertinya misi kali ini sedikit lebih berat' Batinnya.
Saat pelajaran mulai berlangsung satu jam yang lalu Jeno mendapat panggilan masuk dari Jaehyun, ayahnya.
Bunyi kursi yang bergesekan dan berdirinya Jeno meninggalkan kelas itu membuat pembelajaran berhenti dan mereka menatap Jeno yang ingin keluar kelas "Jeno, ingin kemana kamu?"
Jeno yang merasa terpanggil memberhentikan jalannya dan melihat seluruh se isi kelas memperhatikannya kecuali Jaemin, dia merasa tidak perduli dengan situasi sekarang.
"Ahhh Bu maaf saya akan ke toilet sebentar"
"Ahh Yaa ya baik lahh"
"Jiwa jiwa berandalannya sudah mulai terlihat, huhhh" Lanjut guru itu dengan berbisik.
Sedangkan di luar kelas Jeno mengangkat panggilan dari Jaehyun "Bagaiaman dengan misi mu?"
"Ahh sepertinya ini akan sedikit lebih berat pa, huhhh"
Orang di seberang sana hanya terkekeh mendengar keluhan anaknya "Kau sudah bertemu keduanya?"
"Aku sudah bertemu Jaemin karena kita sekelas dan aku belum bertemu dengan Haechan, sepertinya dia berada di kelas lain"
Jaehyun mengangguk walaupun putranya tidak akan tau apa yang dia lakukan "Kamu hanya perlu menjaga kedua nya hingga tuan Johnny menyelesaikan masalahnya"
"Yeahhh aku paham pa, demi mobil kebangganku juga"
"Mobilmu menanti putraku"
Panggilan di putus sepihak oleh Jeno, dia sedikit kesal dengan ayahnya tetapi dia tidak dapat berbuat apa apa karena itu perintah dari Tuan Johnny.
Tanpa kembali ke kelas dia sempatkan menuju ke toilet hanya untuk membasuh mukanya supaya kesalnya meluap tetapi baru ingin menghampiri wastafel yang ada di sana suara ketukan pintu membuatnya berhenti dari tujuan awalnya.
"Bisa tolong aku" Suara lirih itu membuat kening Jeno berkerut dia menunjuk dirinya sendiri sambil bergumam 'aku?'
"Apakah ada orang?" Orang itu kembali bersuara.
"Yakk apa kau di kunci dari luar? Siapa yang melakukan ini?" Bukannya membukakan pintunya Jeno malah bertanya pada orang yang terkunci di dalam salah satu bilik kamar mandi.
"Bisa tolong bukakan kuncinya"
Jeno pun membukakan pintu itu dan betapa terkejutnya dia ternyata orang itu adalah Haechan, salah satu orang yang harus dia jaga juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wait us | Jaemin & Haechan
Historia CortaRead description!! Menceritakan tentang Sepasang saudara kembar yang mengalami berbagai masalah hidup. Mereka tak tau siapa dan di mana orang tua mereka. Mereka hanya ingat saat di mana mereka tiba tiba berada pada panti asuhan lalu di culik, mengal...
