6. Nightmare

2.2K 160 1
                                        

"Aku harap kabar persoalan anak anak ku yang keluar dari mulutmu"

Johnny memeluk pinggang ramping Joy dari belakang. Cermin di depan mereka memperlihatkan keromantisan sepasang suami istri itu.

"Kau tau.."

"Tidak biasanya kau bertele tele Jo"

Joy memperhatikan pantulan diri nya dan juga Johnny di cermin itu dengan melipat tangannya di depan dada.

"Kau sangat manis"

Johnny mencium tengkuk Joy membuat Joy jengah pada Johnny.

Dalam ciuman itu Johnny berbisik sesuatu yang membuat Joy membelalakkan matanya.

Joy memutar tubuhnya yang di rengkuh Johnny sambil melihat kedua mata suaminya dengan mata berkaca kaca.

"K-kau menemukan mereka"

Johnny menganggu membenarkan. Joy memeluk Johnny yang di balas pelukan hangat dari Johnny.

"Dimana mereka Jo"

Johnny membawa Joy duduk pada ranjang mereka "Tenang kan diri mu, bukan saya tak mau memberitahumu di mana mereka tetapi kau tau situasinya belum aman untuk mereka"

Joy menunduk dengan air mata yang deras mengucur dari kedua mata indah nya.

Johnny mendongakkan wajah Joy guna melihat wajah cantik sang istri.

"Jangan menangis, saya akan menyelesaikannya dengan cepat supaya kita dapat menjemput mereka segera" Joy mengangguk.

Johnny membawa Joy pada pelukannya hingga istri cantik nya itu tertidur dalam dekapannya.

"Saya berjanji akan segera menyelesaikan semuanya"

Johnny mulai membaringkan sang istri dengan nyaman dan segera menyusul sang istri dalam alam mimpi.

🐶

Di lorong kelas yang ramai terlihat Jeno yang sedang fokus akan ponselnya karena melihat notif dari Ayahnya Jaehyun yang mengirimkan sejumlah nominal uang yang tidak sedikit bagi anak sekolah.

"Yesss" Sorak riang Jeno di lorong itu membuat anak anak yang sedang melewati lorong itu bingung dengan tingkah laku Jeno.

"Ahh maaf maaf" Jeno membungkuk meminta maaf pada anak anak yang melihat tingkah konyol nya.

"Ternyata Papa menepati janji nya hehe"

Saat Jeno ingin melangkahkan kaki nya menuju kelas ia melihat Haechan yang juga melewati lorong itu sambil membawa buku tetapi tanpa di duga orang orang yang menggangu Haechan juga melewati lorong itu dan mereka sengaja menabrakan dirinya pada Haechan sehingga buku buku yang ada di tangan Haechan terjatuh.

Bukannya membantu orang orang itu malah memukul belakang kepala Haechan dengan bukunya dan meninggalkan Haechan yang menunduk memunguti buku buku nya.

Jeno yang melihat itu geram pada orang orang tadi. Ingin sekali Jeno memukul muka muka mereka seperti kemarin tetapi dia memilih membantu Haechan memunguti buku bukunya.

"Kau tidak apa apa Chan?"

"Iya"

"Kenapa tidak melawan saja sih" Geram Jeno. Jeno tidak marah pada Haechan tetapi Jeno hanya kesal pada orang orang itu.

Wait us | Jaemin & HaechanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang