Buat yang suka cerita berbau 21+ tapi tetep ada plotnya.
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN INI BIAR GAK KETINGGALAN NOTIF.
🔞 tentang kumpulan cerita berbau mature / dewasa / adult 21+ one shot alias short story berbagai genre dari yang biasa sampai fantasi�...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
original jenrina pic credited to wolfynadxne on twitter
edited by me
***
Lama gak jumpa di lapak ini~
Kali ini aku mau publish one shot fanfiksi untuk salah satu idol kesukaanku dan nulisnya duet sama temenku~
Karina & Jeno alias kapal Jenrina alias Bluesy
Karena tags nya consensual dan gak terlalu vulgar, aku bisa berani publish hehhe.
***
HOW SWEET IT TASTED
jevano - kanara
tags:mature content, consensual, fluff
****
Jevano membuka kelopak matanya perlahan. Rasa hangat di kulit dari sinar matahari yang menembus tirai kamarnya membuat cowok itu terbangun. Mengingat kejadian semalam, ia tertawa pelan. Tidak biasanya ia membawa seseorang yang ia temui di klub langsung ke apartemennya, Kanara adalah pengecualian. Gadis cantik yang sudah ia incar sejak lama yang entah bagaimana bisa-bisanya Jevano bertemu dengannya semalam.
Telinganya mendengar kesibukan di luar kamar, mungkin Kanara sedang memasak sesuatu atau apa. Rasanya sudah seperti sepasang kekasih saja, padahal kasarnya mereka hanya pasangan one night stand yang kebetulan spesial di mata Jevano. Yang kebetulan sudah Jevano inginkan sejak lama.
Setelah memakai celana panjangnya, Jevano langsung bangkit dari kasurnya berjalan menuju dapur. Dari belakang pemandangan indah tertangkap oleh netranya, Kanara hanya memakai kaus kebesaran miliknya, tentu saja. Cewek dengan tubuh jauh lebih kecil darinya itu sedang sibuk menyiapkan sarapan.
"Ah, udah bangun, sori lancang. Gue kebiasaan sarapan, maagh soalnya. Jadi kaki gue auto gerak... Ngeliat isi kulkas lo, cuma ada telur sama roti tawar." Kanara sedikit terkejut karena Jevano hanya memakai bawahan saja tanpa memakai atasan apapun.
Jevano menatap wajah Kanara, rambut panjangnya yang diikat asal, pahanya yang terekspos membuat Jevano itu sebisa mungkin menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal di luar normal.
Jevano berjalan mendekat, tersenyum lebar. Biasanya tidak pernah seperti ini, biasanya tidak ada yang menyiapkannya sarapan setelah semalam suntuk bergoyang di kasur hotel, bercumbu sampai tenaga habis. Baru kali ini, Jevano mengajak seseorang menghabiskan malam di apartemen pribadinya.
"No, it's okay. Gue seneng kok ada yang masakin."
Kanara dapat melihat bagaimana mata Jevano menjadi garis melengkung lucu saat tersenyum.