"Dit, tugas paper udah kelar?" tanya Mila sesaat setelah aku duduk di kursi tepat di sebelah kirinya. Gadis yang tengah mengetik di laptop itu sampai harus menunda ketikannya demi menunggu jawabanku. Namun, aku hanya menggeleng pelan.
"Bahannya masih kurang." Itu saja jawaban yang keluar dari mulutku. Baru saja Mila hendak berbicara, dosen ekonometrika sudah masuk dan membuat seisi kelas langsung hening seketika.
Jelas saja aku bersyukur karena hal itu membuat aku tak harus menjelaskan banyak hal pada Mila. Selain karena memang belum selesai mengerjakan, aku sendiri sedang berada di fase malas bicara dengan siapapun termasuk Mila.
"Dit! Tunggu! Mau ke mana?" pekik Mila ketika melihatku yang langsung bergegas ke luar kelas begitu jam pelajaran selesai. Namun tak aku hiraukan teriakan gadis yang masih sibuk merapikan barang-barang di atas mejanya. Kakiku terus saja melangkah cepat ke arah perpustakaan.
"Ekonomi moneter, delusi moneter, pengantar ekonomi, ekonomi publik, ekonomika Indonesia …." Aku bergumam seraya membaca judul-judul buku yang tersusun rapi di rak di deretan buku-buku ekonomi ini. Sayangnya buku yang dicari belum juga aku temui. Padahal dua hari lalu buku itu masih di deretan rak ini.
"Mas, buku Kebijakan Bank Sentral masih dipinjam ya?" tanyaku pada Mas Putra yang menjaga di meja depan tempat mencatat segala macam buku yang dipinjam. Setelah memeriksa komputer sebentar Mas putra pun mengiyakan pertanyaanku tadi.
Setelah mengucapkan terima kasih, aku segera berjalan ke luar perpustakaan menuju arah ke luar kampus. Baru saja beberapa langkah, terdengar suara langkah kaki seseorang di belakangku. Samar-samar rasanya ada yang memanggil namaku dari arah belakang.
"Mbak Dita! Mbak, tunggu, Mbak!"
Ah, benar namaku yang disebut, segera aku berbalik dan mendapati Mas Putra, si penjaga perpustakaan sedang berjalan tergesa-gesa ke arahku. Setiba di depanku ia langsung mengatur napasnya sambil menyodorkan sebuah buku.
"Ini kan buku yang dicari tadi?"
Aku tertegun melihat buku yang disodorkan Mas Putra. Benar itu adalah buku yang aku cari tadi yang katanya sedang dipinjam. Dengan kening berkerut aku beralih menatap lelaki muda tersebut.
"Loh, katanya tadi lagi dipinjam?"
"Iya, baru aja dikembalikan. Makanya langsung saya anterin, siapa tau Mbak Dita urgent."
Aku masih terdiam beberapa saat. Namun, Mas Putra malah menarik lengan tunikku dan memaksa meletakkan buku tadi di tanganku.
"Udah, bawa aja. Nanti saya catatin di komputer ya."
Setelah itu Mas Putra berbalik dan kembali ke arah perpustakaan. Meninggalkan aku yang masih terdiam beberapa saat dan baru beranjak kemudian ke tempat yang aku tuju sebelumnya, yaitu kios fotokopi di sebelah kampus.
Belum juga sampai, aku sudah bertambah bete melihat banyaknya orang yang sedang berkerumun di depan kios fotokopi. Sepertinya punyaku belum selesai kalau antreannya seperti ini. Namun, karena sudah terlanjur sampai di sini, aku pun menunggu dengan berusaha sabar.
Benar saja, tumpukkan buku-buku yang sedang mengantre dikerjakan sudah sangat menumpuk. Rasa pesimisku semakin besar, akhirnya aku putuskan untuk mencari kios fotokopi yang tidak terlalu mengantre biarpun harus berjalan lebih jauh di luar kampus.
"Punya Mbak Dita udah nih. Udah saya tunggu dari tadi juga," ujar gadis muda yang melayani di kios tersebut.
Setengah tak percaya aku tersenyum, "Beneran, Mbak? Kalau belum, nggak apa-apa saya ambil aja."
"Beneran dong, Mbak. Nih fotokopiannya. Nah ini buku sama kembaliannya. Terima kasih ya." Tanpa menoleh lagi padaku, gadis muda tadi segera kembali ke mesin fotokopi setelah menyerahkan buku dan banyak lembaran kertas berikut kembalian dari uang yang aku titipkan sebelumnya.
Lagi-lagi aku merasa heran. Tak menyangka jika pesananku sudah selesai secepat ini, malah beberapa buku yang sempat kulihat sudah di sana saat aku datang tadi pagi pun masih teronggok rapi di samping mesin fotokopi. Aku pun kembali berjalan gontai ke arah kampus, mata kuliah selanjutnya akan segera dimulai.
KAMU SEDANG MEMBACA
[TAMAT] JODOH
Teen FictionKisah Dita, seorang gadis yang dilanda kebimbangan saat seorang pemuda yang jauh dari bayangannya, datang melamar. Sementara di saat yang sama, ia tengah menanti sang pujaan hati yang berjanji akan kembali.
![[TAMAT] JODOH](https://img.wattpad.com/cover/366802497-64-k724649.jpg)