HAPPY READING READERS
"Asal Lo tau. Pacar Gue tuh banyak!"
- Abri
11. Hari Weekend.
***
"Mau ngapain Lo tadi?" Tanya Abri menatap tajam adiknya, Agra.
Abri. Abangnya Agra yang baru saja pulang dari acara kampusnya. Dikagetkan oleh pemandangan yang sangat menjengkelkan menurutnya.
"Ya elah Bang, Lo juga cowo. Kaya yang pernah aja!" Ketus Agra yang masih terlihat sangat kesal itu.
Kini Agra dan Abri berada dikamar milik Agra. Abri yang membawa Agra dengan cara menyeret paksa tubuh bongsor Agra untuk ia interogasi.
"Ya tapi kaga di rumah juga, Gra! Diruang makan lagi anjir. Minimal di kamar lah!" Gerutu Abri melempar jaket miliknya kepada Agra yang langsung mendarat tepat di wajah ganteng sangat adik.
Agra mendengus. Dan melempar jaket Abri ke sembarangan arah.
"Namanya juga khilaf! " Elak Agra.
Abri mencibir dengan tampang menyenye.
"Untung Gue yang mergokin kalian. Coba kalo Bunda?"
"Ya paling dinikahin." Ujar Agra kelewat santai.
Abri melotot mendengarnya.
"Terus kalo Papa? Lo mau dikirim ke Rumah Oma, Hah?" Ujar Abri memandang Agra dengan seringai di bibirnya.
Agra mati kutu. Lalu membuang pandangannya untuk melihat jam.
10.15
Agra bangkit dari rebahannya. Mengambil jaket dan kunci motornya.
"Woy! Mau kemana Lo, Kambing?!" Teriak Abri memandang adiknya yang akan beranjak pergi.
"Mau ngedate lah. Ya kali hari minggu ngerem mulu di kamar kek Jomblo aja!" Jawab Agra melangkah keluar kamarnya.
"GUE KAGA JOMBLO YA JING! PACAR GUE BANYAK ASAL LO TAU!!" Teriak Abri dengan kencang. Ketika Agra tidak nampak terlihat lagi.
"Gak tau aja dia. Kalo pacar Gue itu banyak banget! Melebihi asrama putri." Gumam Abri dengan nada sombongnya.
"Lah bukannya dia yang jomblo? Alleta kan belum dia halalin." Gumam Abri kembali. Ketika sadar dengan perkataan adiknya yang meledek bahwa ia jomblo. Padahal kan dia nya yang Jomblo.
"Dih! Siapa yang jomblo? Siapa yang ngatain anjir."
Abri keluar dari kamar adiknya lalu menutup pintu kamar itu kembali dengan cara membantingnya.
Bruk
***
"Al!"
Panggilan seseorang membuat kedua perempuan dengan umur yang berbeda menoleh bersamaan.
Alleta tersenyum canggung. Masih ingat kejadian tadi di ruang makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Agra || New Version
Roman pour AdolescentsAgra Byantara Damian. Laki-laki pemilik senyum hangat dan sikapnya yang ramah membuat Agra menjadi orang yang disegani di sekolah. Dan jangan lupakan Agra adalah seorang Leader dari geng motor bernama CAKRAWALA dengan beranggotakan lebih dari 159 an...
