HAPPY READING READERS
"Gak gampang cuek sama orang yang kita sayang," - Alleta Lavinna Xaviera.
4. Antara perasaan dan sahabat.
***
Pukul 09.20 pagi kini Agra telah siap untuk bertemu pujaan hatinya, siapa lagi kalau bukan Alleta.
Dengan kaos oblong putih polos dilapisi jaket jeans berwarna denim, dengan dipadukan celana cargo selutut berwarna cream sudah menjadi ciri khas seorang Agra dan jangan lupakan sneakers putih mahalnya.
Didepan standing cermin, kini Agra sedang merapikan rambut hitam legamnya, setelah semua merasa rapi dan harum karena baru saja menyemprotkan parfum favoritnya.
Agra menuruni anak tangga untuk berpamitan kepada bundanya dan meminta restu supaya lancar berkencannya, eaa.
"Duh, anak bungsu bunda udah ganteng aja pagi-pagi gini, wangi lagi?" Goda Bunda Ami kepada anak bungsunya.
Agra hanya cengengesan saja, lalu menghampiri bundanya dan memberikan kecupan kecil dipipi sang bunda.
"Mau ketemu sama calon mantu mami, hehe" Kekeh Agra.
"Duh, udah besar ternyata anaknya bunda, yaudah hati-hati bawa motornya nak, jangan ngebut ngebut!" Ucap bunda Ami dengan sedikit tegas di akhir kalimatnya.
Agra mengangguk mantap dan segera bangkit dari duduknya, menyalimi sang bunda lalu pergi menuju motor kesayangannya.
"Hai Joko, kita gaskeun kerumah tuan putri kita Yo," Sapaan hangat Agra berikan kepada motor Vespa matic merahnya.
Fyi, sebenarnya Agra mempunyai motor besar, tetapi karena ia akan mengajak Alleta jalan, alhasil Agra membawa motor Vespa matic merahnya yang diberi nama Joko.
***
Setelah menempuh beberapa menit untuk menuju rumah Alleta, kini Joko yang dipengemudikan oleh Agra telah sampai di depan rumah sang gadis.
"HALLO KAKA IPAR!"
Teriakkan seseorang yang Tezza sudah hafal betul itu siapa membuat ia mendengus malas.
"Berisik, Gra!" Ucapan datar Tezza membuat Agra cengengesan tak jelas.
"Hehe, Kaka ipar, cewek gue ada?" Ucapan PD dari Agra membuat Tezza menatapnya tajam.
Agra yang ditatap tajam oleh calon Kaka iparnya merasa acuh, dan menerobos melewati tubuh sang tuan rumah.
Setelah memasuki rumah besar Alleta, Agra langsung saja menaiki anak tangga menuju kamar sang gadis.
Agra membuka pintu kamar Alleta, dan menemukan sang pemilik kamar yang masih bergelut manja dengan selimut tebalnya, padahal sudah siang bolong begini, dasar anak gadis. Batin Agra.
Alleta yang memang dasarnya kebo, tidak merasakan seseorang menyelinap masuk ke dalam kamarnya, ia malah menaikkan selimut tebalnya untuk menutupi wajah miliknya.
Agra menghampiri Alleta di atas kasur lalu mengusap pelan kepala Alleta dengan sayang dah hati-hati.
Agra sangat merindukan Alleta-nya, sudah lebih dari seminggu Agra dan Alleta tidak saling tukar kabar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Agra || New Version
Dla nastolatkówAgra Byantara Damian. Laki-laki pemilik senyum hangat dan sikapnya yang ramah membuat Agra menjadi orang yang disegani di sekolah. Dan jangan lupakan Agra adalah seorang Leader dari geng motor bernama CAKRAWALA dengan beranggotakan lebih dari 159 an...
