Kedatangan dua pria itu disambut hangat dengan istri pemilik club, Ice cukup akrab dengan pria cantik itu terlebih lagi Hali-bossnya memang menaruh sahamnya di beberapa club malam dan perusahaan besar lainnya di kota ini. Makanya sebagian orang mengenalnya karena ia merupakan orang penting di negeri ini.
"Kami ingin memesan kamar dengan pria cantik disini pastinya jadi mom, tolong tunjukkan mereka didepan kami agar kami bisa memilihnya-"ucap Ice, namun Hali memotong pembicaraan nya.
" Tidak, aku hanya ingin minum dan ya mungkin....satu orang yang bisa menemaniku." Gempa menggangguk dan berjalan menghampiri pekerja club.
Kini lima orang pekerja disana sudah ada didepan mereka, berbaris kesamping Hali dan Ice menatap lima orang tersebut. Ice pandangannya jatuh pada pemilik bernetra orange kemerahan itu. Tak lama ia menarik tangan pria itu dan membawanya ke kamar.
Sementara Hali masih diam memandangi mereka, namun pandangannya jatuh pada pria mungil ber-sweater putih dan memakai stocking hitam. Ia memberi isyarat pada Gempa melalui ekor matanya, Gempa yang paham pun menarik Solar ke hadapan Hali, seraya berkata, "Pilihanmu bagus, ini barang baru yang kami keluarkan...."Hali menyinggungkan senyumnya, ia menarik tangan pria mungil itu.
•°•°
Kini mereka ada didekat ujung ruangan terpisah seperti khusus VIP untuk petinggi sepertinya, dengan di pangkuannya ada pria mungil tadi.
Pria itu hanya menundukkan kepalanya-dengan lembut menangkup wajah pria bermanik abu itu ke arahnya.
Ia mencium bibir pink itu, pria manis di pangkuannya mengedip beberapa kali
"Lucu" batinnya.
"Kau tau kan apa yang harus kau lakukan? Hm..."
Solar menggangguk, ia membalas kaku ciuman itu, Hali terkekeh melihat reaksi jalang imutnya ini.
"Hei kau tidak pernah berciuman ya?" Solar tersipu ia menggeleng lucu, dengan menahan gemas Hali mengecup pipi berisi Solar dan tersenyum tipis, "Baiklah aku akan mengajarimu."
Ia tangkup wajah mungil itu menciumnya penuh nafsu, menghisap bibir bawahnya sampai membengkak, merasa hampir kehabisan nafas Solar memukul pelan pundak pria itu.
Ia pun kini kembali memulai ciuman dengan Solar yang memimpin, Hali hanya memperhatikan dan menikmati sembari memeluk posesif pinggang pria bermanik abu itu.
Hali lalu meneguk alkohol tadi dan mentransfer nya ke mulut mungil Solar dengan berciuman, memastikan tidak ada yang keluar setetes pun.
"Manis."
•°•°
Ditaruhnya dua kertas cek uang diatas meja itu nominal nya terbilang cukup besar, "Terimakasih boss, semoga anda puas dan datanglah kesini kapan-kapan kembali." ucap Gempa sambil mengantarkan mereka sampai ke pintu luar.
Sementara mereka kini sudah dimobil, Ice yang sedang menyetir itu ia melirik ke arah atasannya yang duduk di sampingnya, "Bagaimana, kau puas?" Hali hanya menggangguk.
"Hei benar kataku kan, kau tidak akan menyesal meski berujung mengeluarkan uang tak sedikit~"
"Diamlah." Hali tidak menanggapi, ia memilih tidur.
Seperti hari ini mereka berdua akan bersemangat, terutama pria bermanik biru muda itu....staminanya seolah bertambah setelah habis melakukan olahraga dikasur itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Doll- Halisol {End}
FanfictionDi suatu desa ada seorang lelaki manis yang tinggal bersama neneknya di rumah sederhana, teknologi yang berkembang disana masih sedikit sehingga banyak orang-orang disana yang memilih merantau ke kota besar untuk mengubah nasib. Begitupun dengan lel...
