27; Pulang

524 32 3
                                        

Sebuah suara ketukan pintu yang berasal dari rumah sederhana milik nenek yang tinggal seorang diri itu, pemilik rumah membuka pintunya mempersilahkan tamunya–"Solar?" ia memeluk tubuh cucunya.

"Kamu pulang tidak mengabari nenek?" tanyanya begitu pelukannya ia lepas Solar menggaruk tengkuk nya, "Eum...ingin memberi kejutan saja." neneknya menggeleng kecil sambil tertawa ia mengusak surai cucunya dengan sayang, "Sudah ayo duduk, ceritakan pengalaman kamu saat dikota."

***

"Jadi, kamu pulang karena hal itu?" ia mengusap pipi tembem cucunya.

"Sayang, itu tandanya kamu mencintai nya, tapi Solarku ini saja yang masih menyangkal."

"Ta–tapi dia...."

"Kamu sudah bertanya padanya belum kalau dia melanggar janjinya karena alasan apa? belum kan, kita tidak boleh berburuk sangka, cucuku ini jadi sudah besar ya, sudah bisa cinta-cintaan juga~"

Solar memeluk neneknya erat, "Makasih nek, Solar sayang nenek~" ia merasa sangat beruntung memiliki nenek yang baik dan pengertian, Gamma tidak membenci dirinya saat tahu cucunya awalnya bekerja di sebuah club sebelum berakhir menjadi boneka sex pria itu.

***

Sudah dua minggu pria itu sibuk berkeliling ke seluruh penjuru kota ini demi menemukan seseorang yang dirindukannya.

Setelah orang tersebut pergi ia baru merasakan sepi dan rindu, dirinya sadar kalau ia telah jatuh pada pesona pria itu, hatinya sudah terisi oleh nama Solar.....

Sudah berapa malam ia menangis, bahkan Hali sangat dikenal jarang menangis apalagi menunjukkan raut kesedihan, para bawahannya sampai menatapnya iba.

"Solar, kembalilah....." ia mengusap foto seseorang yang ada dinakas samping tempat tidurnya

***

"Hali sudahlah, biar kami yang mencari, anda sedang kurang sehat lebih baik beristirahat." itu Ice, ia tengah merawat Hali yang pagi tadi tumbang karena dirinya merasakan panas dan pusing.

"Uhuk, a-aku tidak mau, ba–bagaimana kalian sudah menemukannya?" Ice menggeleng ia nampak memikirkan sesuatu, "Hmm, mungkin kita akan mencari kendaraan yang Solar naiki terakhir kali, kami sudah mencatat platnya." Ice beberapa hari yang lalu mengecek rekaman video cctv yang menampilkan Solar berjalan keluar dengan tas di gendongannya memasuki sebuah mobil hitam, ia pause video tersebut untuk mencatat plat mobil itu.

"Aku rasa kita akan berhasil, bersabarlah sedikit."

***

My Doll- Halisol {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang