16; Kabur?

637 34 1
                                        

Mereka kini tengah bersiap untuk menghadiri pesta temannya itu, tak lama terdengar suara deru mobil membelah jalanan dikota saat malam.

Sekitar 15 menit mereka pun sampai disana, Hali menggandeng Solar saat masuk, ia menghampiri rekan bisnisnya itu.

Sementara Hali yang nampak larut dalam obrolan, netra abunya mengitari sekitar seperti mencari seseorang, tak lama muncul seorang pria berambut cokelat madu, Solar sedikit tersenyum.

Rekannya mengajak Hali untuk bergabung dengan yang lain dimeja makan dan ia mengiyakannya, dan disinilah Solar sekarang ia duduk disamping Hali yang asik mengobrol mengenai bisnis nya, Solar yang tidak tahu apa yang mereka bicarakan hanya diam menyimak, tangan mungilnya sibuk mengetik pesan untuk seseorang.

Solar ||
Kau dimana?

|| Eric
Aku ada dibelakang, aku melihatmu sebaiknya kita cepat pergi dari sini, Taufan dan Blaze sudah menunggu diluar, aku mungkin akan keluar dulu setelah itu baru kau, ingat Lar jangan sampai kita ketahuan

Solar
Baiklah

Solar masih memikirkan caranya lepas dari pria ini jujur saja, meski Hali sibuk mengobrol dengan rekannya, tapi tatapannya terkadang masih terarah padanya. Ah, tak lama ia mendapatkan sebuah ide.

"Eum, aku mau ke kamar sebentar." saat  Solar berdiri Hali mengikutinya, "Mau ku antar?" Solar hanya menggangguk, dan Hali sekarang terus mengikutinya dari belakang.

"T-tunggu, sampai sini aja." Hali hanya menggangguk.

"Cepat jangan lama!" titahnya.

Solar pun masuk, ia menyalakan keran kencang dan membuat suara seolah sedang buang air, manik abunya mencari celah jendela atau ventilasi yang bisa ia pakai untuk kabur.

Tak lama ia menemukan sebuah ventilasi kecil diatasnya, Solar kembali berpikir caranya untuk naik kesana.

Ia memilih naik ke dekat wastafel disana untuk mencapai ventilasi itu, tangan mungil nya dengan cepat meraih ventilasi dan menarik badannya keluar.

Setelah dipastikan bunyi air masih terdengar ia pun dengan cepat langsung menjatuhkan badannya keluar. Meninggalkan sepatunya yang masih ada didalam sana.

•-•-•

"Ck, lama sekali."

Hali masih berdiri disana, terdengar bunyi suara air didalam ia pikir Solar masih didalam, tapi sudah setengah jam ia disini? Tidak mungkin kan kalau pria manis itu kabur? Tapi bagaimana bisa?

Dengan tak sabaran ia pun mendobrak pintu kamar mandi, dilihatnya ternyata kosong tidak ada siapapun yang ada hanya sepatu Solar yang ia tinggalkan, netra ruby nya beralih pada sebuah ventilasi kecil diatas sana, "pasti dia lewat situ."

Dengan kemarahan yang hampir meluap, ia langsung keluar dari sana dan pergi meninggalkan acara tersebut mencari Solar.

Sementara disisi lain mereka berempat sekarang sedang menuju ke rumah Eric, setelah Solar berhasil keluar dari sana ia pun berlari menghampiri Taufan, Blaze dan Eric yang sudah menunggunya dimobil.

"Untuk sekarang kalian tinggallah dulu disini, disini ada beberapa kamar kosong, aku akan meminta pembantu menyiapkan kamar untuk kalian."

Mereka bertiga serempak menggangguk.

"Bagaimana?"

"Kami tidak bisa melacak nya boss."

Eric memang sudah mematikan alat pelacak di handphone Solar, ia pun meminta Solar untuk tidak bermain ponsel sementara. Solar menggangguk ia pun sepertinya akan membeli ponsel baru saja dan ponsel ini akan ia matikan, mungkin nanti ia akan minta antarkan Eric ke toko gadget.

"Ric, kau yakin ini tempat paling aman?" Eric menggangguk, "Tidak ada yang pernah datang kesini kecuali teman dekatku."

"Bagaimana kalau–"

"Aku sudah memutus akses mereka, dan mungkin aku akan menghentikan kerja sama dengannya."

Solar merasa terharu ia memiliki teman yang begitu baik.

"Terimakasih."

Eric menggangguk, karena sudah larut Eric menyuruh mereka untuk naik ke atas kamar mereka masing-masing dan mereka pun melangkah pergi dari sana.

•-•-•

"Fan, Laze kalian kenapa tidak menginap disini saja selama beberapa hari?" Solar menunduk sedih, ah, ia kesepian lagi.

"Sudahlah ada Eric kan yang akan menemanimu." ucap Taufan, Solar mengiyakan tapi ia sebenarnya masih kurang percaya pada Eric apalagi Eric kan seme, ah, ia tidak mau sesuatu hal terjadi.

"Oh, ayolah.....please~"

"Aku dan Laze akan kesini lagi kok, jangan khawatir, kalau dia berani macam-macam akan ku tendang bokongnya." Blaze tertawa mendengarnya, ia pun mengusap bahu Solar untuk menenangkannya

"Sudah, kami pergi dulu ya."

"Eum."

My Doll- Halisol {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang