Di suatu desa ada seorang lelaki manis yang tinggal bersama neneknya di rumah sederhana, teknologi yang berkembang disana masih sedikit sehingga banyak orang-orang disana yang memilih merantau ke kota besar untuk mengubah nasib. Begitupun dengan lel...
Kedua bocah kembar itu kini telah berusia 5 tahun dan sudah menduduki bangku tk, tak terasa kedua putra mereka telah tumbuh menjadi anak pintar dan tampan.
Dan disinilah mereka sekarang duduk bersama dikursi makan, "Ayo nanti telat." kedua bocah itu menggangguk dan mengekori ayahnya sampai depan pintu kemudian memakai sepatu, si kembar itu lalu mencium pipi sang ibu dan masuk ke dalam mobil disusul sang ayah.
***
Sore ini Hali menjemput anaknya setelah selesai dengan pekerjaan dikantor ia pun memacu mobilnya sampai ke tk sang anak, nampak kedua bocah kembar itu yang tengah berdiri menunggunya didepan gerbang, saat tahu sang ayah datang mereka pun lantas berjalan mendekati mobil tersebut dan masuk ke dalam.
Setelah si kembar berganti pakaian mereka pun turun ke bawah menghampiri Solar, "Tolong panggilin papah ya" si kembar menggangguk dan kembali naik ke atas menuju kamar ayah dan ibunya.
***
Si kembar kini tengah duduk bersama sang ayah di ruang tamu, "Ayah~" panggil mereka, Hali menoleh ke anaknya sambil menikmati kopi bikinan sang istri, "Mau adik~ Frosty bilang enak punya adik ada teman main, kami gak ada teman main dirumah ya kan Supra." Hali menyemburkan kopinya ia meniup lidah nya sendiri beberapa kali yang terasa panas, lalu mengusap surai sang anak, "Tumben, siapa yang dulu bilang gak mau punya adik?"
"Eunghh~ ayah!" mereka menggembungkan pipinya bersamaan, merajuk pada Hali.
Hali mencium pipi kedua putranya, lalu menyamakan tingginya dengan sang anak.
"Mintanya ke bunda jangan ke ayah ya." mereka menggangguk bersama.
Solar saat ini sedang berada di kamar anaknya "Bunda~" ia yang tengah membacakan cerita dongeng pada si kembar akhirnya terhenti menatap anaknya dengan seulas senyum, "Kami mau adik, kata ayah tadi minta ke bunda~" pria manis itu terbelalak, "A–apa?bunda kok bunda sih?" semburat merah menghiasi pipi chubby nya.
***
"Kalian mau adik kan? nanti papah antar kalian ke rumah nenek ya."
"Kok ke rumah nenek?"
"Mau adik gak?" mereka menggangguk serempak, Hali tersenyum kecil ia menyiapkan satu tas yang berisi pakaian milik si kembar.
Setelah itu ia mengantarkan si kembar ke rumah kedua orang tuanya menitipkan mereka pada sang ibu.
***
Solar yang tengah menyiapkan makan malam itu dikagetkan dengan aksi Hali yang meremas bokongnya, ia menatap sang empu tajam sementara Hali hanya terkekeh, melihat Hali yang mendekat ke arahnya dengan seringai Solar meneguk ludahnya ia memundurkan langkahnya.
Dengan mudah Hali dapat menangkap tubuh mungilnya, ia angkat tubuh mungil Solar dalam gendongan ala koala kemudian menaiki tangga menuju kamar mereka, Solar hanya bisa pasrah di gendongan suaminya, ia sembunyikan wajahnya di ceruk leher Hali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.