07; Tinggal bersama iblis

1.1K 54 11
                                        

"Eungh...." pria itu melenguh, ia membuka matanya membiaskan cahaya yang masuk.

Eh, dimana ini? Batinnya.

Ia merasa asing dengan kamar bercat hitam-merah ini, kamar yang keliatan seram sungguh, apalagi disana terdapat beberapa senapan dan alat-alat lain-entah apa itu yang menggantung di dinding kamar.

Solar jadi bergidik ngeri.

Tak lama pria asing masuk ke kamarnya-eh tunggu ia mengingat nya, itu pria, yang waktu itu diclub....

apa dia tengah diculik sekarang? Ohh tidak, huhh ia harus mencari ponselnya segera, Solar meraba kantung bajunya dan syukurnya ia menemukan ponselnya.

Pria itu sedang berjalan ke arahnya saat ini, ia meneguk ludah kasar, "Kau sudah bangun? ayo sarapan bersama."

Solar hanya diam tidak mengikuti langkah pria itu, pria itu mengerutkan keningnya, "Aku....mau mandi dulu."

"Oh baiklah setelah itu turun ke bawah." pria mungil tadi hanya menggangguk.

Solar berjalan masuk ke toilet, disana sudah tersedia bathrobe, ia lalu memulai ritual mandinya.

Setelah sekitar dua puluh menit di kamar mandi Solar keluar dengan hanya memakai bathrobe, ia menggaruk tengkuknya bingung, "Aku kan tidak membawa satu pun pakaian, pakaian apa yang harus ku pakai sekarang?" pria mungil itu berdecak.

Cklek~

Suara pintu terbuka mengagetkannya, pria bernetra merah darah itu menghampirinya, "Anu...aku-"
Belum selesai ia berbicara pria berwajah dingin itu memotongnya, "Para pelayan sudah menyiapkan semua, kau buka lemari itu disana ada baju, celana dan celana dalam nya juga."

Blush!
Solar merasakan pipinya memanas mendengar kalimat terakhir yang pria itu ucapkan.

"Kau! pria cabul!" lalu ia mendengus, Hali terkekeh ia mendekat ke pria mungil tadi membuat Solar memundurkan langkahnya, tapi sayangnya ia sudah terpepet lemari dibelakangnya dengan sekali gerakan Hali berhasil menangkap kedua tangan itu dengan satu tangannya, ia tahan kedua tangan itu diatas kepala si mungil dan mencumbu pria itu, ciumannya semakin agresif Solar yang hampir kehabisan nafas memukul bahu pria itu.

"Cepat ganti baju, sebelum ku perkosa disini...." Hali berbisik seduktif di telinganya membuat ia bergetar sebadan.

Setelah pria itu keluar, Solar dengan segera memakai bajunya dan turun ke bawah.

Ia melihat pria berhidung mancung itu tengah meminum kopi dan beberapa makanan lain yang sudah ada disana. Solar memilih duduk berhadapan dan mereka mulai makan.

•-•-•

Matahari sudah berganti bulan, sore mulai berganti malam, pria bernetra abu itu sedang duduk ditepi ranjang sembari memikirkan hal untuk kabur dari mansion ini, tidak mungkin ia loncat dari jendela kamar kan? bisa-bisa dirinya mati.

Ah ponselnya! ia ingat, Solar mulai menelfon dan menchat siapapun yang ada di kontaknya, ia menghubungi Taufan tak lama sebuah panggilan terhubung, Solar pun memulai pembicaraan.

"Solar? Syukurlah bagaimana kabarmu? kamu dimana sekarang, aku sangat khawatir....maaf tidak bisa membantumu tadi, jujur aku sangat takut melihatmu dibawa pergi oleh pria asing itu."

"Aku baik, aku tidak tahu ini dimana, Taufan...kau bisa membantu ku? tolong keluarkan aku darisini aku sangat takut, tolong aku...."

"Tenang, aku akan mencoba menyelamatkan mu sekarang kamu sherlock saja ya."

"Baik terimakasih aku akan-"

"Menelpon siapa?"suara dingin namun tegas itu menyeruak diruangan tersebut, ia menatap penuh selidik,

"Halo lar? Solar hei kau dengar? Aku-"

Tut-

Solar memutus panggilan itu, ia meneguk ludahnya berat, "T-tidak menelpon s-siapa-siapa..." gugupnya.

Namun Hali tetaplah Hali ia memang sudah tahu kalau pria manis didepannya ini tadi menelpon temannya, karena ia menguping pembicaraan mereka.

"Benarkah?"

"Uhm..." ia menyinggungkan senyum, dengan mudah ia rebut ponsel Solar yang ada ditangan pria itu sebelumnya, lalu.....

Prak!

Membanting nya ke lantai, hingga ponsel itu rusak dan kaca depannya terlihat retak.

Solar memandang ponselnya nanar, ahh tidak.....ponsel baruku!!! teriaknya dalam hati.

Ia mendorong pria itu dengan kuat dan berjongkok mengambil ponselnya yang tergeletak dilantai.

"Hei! kauuu...aish, sialan-"

Hali mencium bibir Solar, saat pria itu sedikit lengah Solar menendang kejantanan pria itu dengan dengkul nya.

"Hahaa...rasakan." ia menjulurkan lidahnya, meledek pria mesum itu.

Hali meringis sakit, pria yang naik pitam itu lalu mengangkat tubuh ringan itu di pundaknya dan menghempasnya ke ranjang big size itu.

"Aku sudah sabar menahan untuk tidak marah sejak tadi, tapi sepertinya...kau memang minta diberi pelajaran ya, jadi aku akan menghukummu...." ia mengukung pria mungil itu dan mengikat kedua tangannya dengan dasi.

"So let's play baby~"

•-•-•

My Doll- Halisol {End}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang