10 - Berjarak

6.6K 368 1
                                        

WELCOME BACK! 💖

Siap-siap kepanasan liat hubungan Raya smaa brondongnyaa!


-o0o-

Khususnya untuk expert seperti Tama, mereka senang hati mengikuti acara ini untuk menambah relasi dan inspirasi. Tapi untuk Raya, ia sebagai kaum fans biasa. Bisa berfoto dengan latar JFW dan diupload ke Instagram saja sudah pasti heboh di mana-mana.

Yah, ia tinggal berharap hari ini berakhir dengan baik.

---

CHAPTER 10 – Berjarak

Playlist: Jamie Miller – Here's Your Perfect

---

Journey Fashion Week | 11.25

Di sisa acara, Raya tampak mulai menguasai dirinya. Perlahan melupakan soal Tama dan Faranita, ia kembali fokus menyaksikan fashion show di hadapannya. Terlebih ketika sesi guest star yang salah satunya adalah Sarah mulai tampil.

Pun begitu dengan Tama. Ia tersenyum bangga melihat adiknya tampil di acara bergengsi seperti ini. Penuh percaya diri dan senyuman. Membuat siapapun yang melihat gadis 20 tahun itu ikut menyunggingkan senyum.

Bukannya Tama tidak peduli dengan keresahan Raya, tapi semua itu bisa dibahas nanti. Ketika mereka sudah pulang dari sini, ia akan kembali menjelaskan semuanya.

"The last," bisik Tama.

Penampilan terakhir hari ini ditutup dengan tarian adat berbagai daerah Indonesia. Tentu saja sambutan singkat setelahnya, dan kini acara benar-benar usai.

"Mau ketemu Sarah dulu, kan?" tanya Raya.

Tama mengangguk dan tersenyum. Ia menggamit hangat tangan Raya. Dalam hati terkekeh senang karena ia sekarang lebih leluasa menggandeng tangan itu karena cukup terbiasa.

"Kakinya sakit nggak?" Pandangan Tama terarah pada kaki Raya yang memakai heels 3 cm. Di matanya, gadis itu hari ini sangat anggun. Berbalut dress buatannya juga heels. Perfect.

"Agak," ringis Raya. "Aku memang nggak biasa pakai heels, tapi ini masih bisa dihandle."

"Pakai flatshoes atau jenis sepatu lain yang nyaman bikin kamu tetep cantik, kok. Kalau memang sakit lain kali jangan dipakai lagi," pesan Tama lembut.

"Iyaa, Mas," balas Raya. Meski ia sedikit kesal dengan lelaki itu hari ini, tetap saja hatinya tersentuh mendengar penuturan lembut Tama.

Tama membawanya berkeliling sejenak menyapa banyak orang sambil mencari Sarah. Menurut informasi dari panitia, ruangan Sarah ada di belakang. Khusus staff dan model, bahkan bisa jadi Tama selaku keluarga tidak diperbolehkan masuk.

Acara ini sangat besar dengan resiko keamanan tinggi. Privasi para model tentu jadi prioritas utama.

"ADUH!"

Raya mengaduh ketika kakinya terpeleset karena grasak-grusuk berjalan. Tangannya masih digenggam Tama kuat, beruntunglah ia tidak ada drama jatuh di tempat umum.

"Ck, saya bilang apa, kan," rutuk Tama kesal. Ia membawa Raya kembali berdiri tegak. "Saya nggak mau liat kamu pakai heels lagi. Cari model sandal yang nyaman, dong."

"Ngatur, ih," decak Raya ikutan kesal.

"Raya," geraman Tama berujar tegas. "Kamu hari ini beruntung nggak jatuh. Kalau lain kali kamu jatuh sampai terluka gimana? Cuman perlu ganti sandal, saya gak minta aneh-aneh."

Stable - Unstable [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang