22 - Ngeliput Timnas

5.1K 281 1
                                        

WELCOME BACK !!

Enjoy!


-o0o-

"Hmm... iya, deh. Entar diusahain. Sore ini biarin aku kerja dulu, oke? Ada liputan after-match timnas jam lima nanti. Untung-untung aku sama Hana bisa dapet opini pelatihnya."

"Udah dibilang, kan—" Tama sedikit menggeram. "—resign aja, Sayang."

---

CHAPTER 22 – Ngeliput Timnas

Playlist: Alaina Castillo (Cover) - Pocket Locket

---

Stadion Sepak Bola Pusat | 17.25

Sore hari seperti ini sangat mendukung digunakan hunting jajanan kaki lima, bukannya menunggu keluarnya pelatih timnas yang lagi menunggui pertandingan di dalam sana. Segmen terakhir tersisa lima menit lagi sepertinya. Itu berarti Raya dan Dafa harus war dengan reporter lain lima menit lagi juga.

Mengingat perbincangannya dengan Tama soal Ayu Andini dan Aris Sirnawa, entah kenapa pikirannya malah melayang ke pemain timnas U-20 yang sedang populer saat ini—Ferin Assa Sirnawa. Seumuran dengan Tama berikut jajaran prestasinya meski di bidang yang berbeda.

"Lo nggak bisa ngelobi pak Nasri, Daf?" gerutu Raya kesekian kali. Pasalnya ruang tunggu ini sangat panas dan Raya sama sekali tidak menyukai itu.

"Gak sempet, Ray," dengus Dafa.

"Panas banget. Gue copot kali, ya, jaket ini?" Raya menunjuk jaket tipis DailyNews kebanggannya yang sudah dipakai dua tahun setengah.

"Baju lo sopan gak?" tanya Dafa tanpa maksud menyindir, meski Raya makin uring-uringan mendengarnya.

"Ya lo pikir aja gue make baju kayak apa keluar gini?!" decak Raya.

"PMS, ya? Sabar, ya," balas Dafa setengah terkekeh.

See? Dafa memang sudah memahami Raya bahkan hingga ke pola menstruasinya.

Bahkan lelaki itu tampak sangat santai mengatasi semua ketantruman Raya dan situasi di sini. Mereka harus bersabar sambil mempersiapkan diri. Dan melihat sekitar, seperti ada sekitar lima stasiun berita yang mendapatkan ijin meliput langsung dari bawah studio.

Setidaknya, mereka lebih beruntung daripada para wartawan di luar sana.

Bunyi gaduh terdengar ketika para timnas sekaligus pelatih dan para jajarannya masuk ke ruang tunggu untuk beristirahat. Para wartawan langsung menyerbu pak Nasri dan asistennya selaku pelatih daripada menyerbu timnas yang jelas-jelas tampak kelelahan.

Enam stasiun terpilih, berarti mereka memang punya etika dalam mewawancara.

"Gimana tanggapan bapak soal pertandingan sore ini?"

Kata Dafa yang sedari tadi memperhatikan permainan, ada beberapa poin;

Satu; Indonesia 3-2 dengan Malaysia.

Dua; pemain sweeper Malaysia bertahan dengan sangat baik di menit akhir pertandingan.

Tiga; sayap kanan dan kiri Indonesia main full power sejak menit pertama sampai segmen awal berakhir.

Empat; koordinasi kiper Malaysia dan bek tengah yang kurang sinkron sampai harus dapat bantuan dari sweeper berulang kali.

"Pertandingan yang memuaskan, tentu saja. Karena ini friend-match sama Malaysia dan kita sudah sering tanding bareng jadi lebih terlihat gimana perkembangan satu sama lain," jawab pak Nasri tenang.

Stable - Unstable [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang