Don't Like Don't Read
.
.
.
Warning! Penulisan PUEBI Kurang Tepat dan Typo Bertebaran⚠️
.
.
.
-Happy Reading-
🤍🤍🤍🤍
Bintang menatap bingung ketika mata bulatnya melihat sosok pemuda yang ia kenal Genta tengah berbaring lemah di atas brankar dengan alat medis di sekujur tubuhnya.
"Ta Ta!" Tangan kecil itu menepuk dinding kaca yang membatasi dirinya dengan Genta. Namun hal itu tidak lama karena Jeffran dengan cepat menggenggam tangan Bintang sambil mengecup punggung tangan mungilnya.
"Nanti sakit sayang. Lihat!, Genta masih sakit dan perlu tidur biar sembuh baby" jelas Jeffran dengan tutur lembutnya dan hal itu membuat bintang menatap pria tersebut dengan tatapan polosnya.
"Aci ta! Aci!" Ucap Bintang yang sepertinya belum mengerti situasi saat ini. Bagaimanapun juga dia hanyalah anak kecil yang masih berusia satu tahun, situasi seperti ini belum mampu ia pahami.
Tubuh mungil yang berada dalam gendongan Jeffran bergerak ingin masuk untuk melihat Genta lebih dekat namun hal itu tidak dikabulkan oleh Jeffran sehingga membuat wajah menggemaskan itu memerah, sudut bibirnya melengkung ke bawah dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Ta.. hikss.. ta.." Kayra yang melihat hal tersebut segera mengambil alih Bintang dari suaminya kemudian wanita tersebut menghapus jejak air mata si kecil dengan lembut.
"Sht..sht.. iya baby nanti kita masuk ke sana sayang tapi baby Bintang mau bersabar? Kita harus menunggu Genta buka mata dulu baru Bintang bisa masuk ke sana" ucap Kayra sambil menimang-nimang tubuh mungil Bintang.
Tutur kata yang lembut serta pelukan hangat oleh wanita itu membuat Bintang perlahan merasa tenang, ucapan Kayra pun membuat Bintang merasa paham hingga akhirnya isakan tangis itu perlahan mereda, tersisa jejak mata dan wajah memerah Bintang yang begitu menggemaskan sekarang.
"Shhh.." Kayra sedikit meringis ketika ia merasa bagian dadanya terasa basah dan wanita itu sadar bahwa payudaranya sudah memproduksi ASI, namun sayang bayinya telah pergi bahkan sebelum wanita itu melihatnya.
Jeffran yang melihat istrinya meringis sontak ingin mengambil alih Bintang namun sayang si kecil malah tidak mau menjauh dari Kayra. "Kau tidak apa-apa sayang?" Tanya Jeffran dengan tatapan khawatirnya.
"Sepertinya aku harus memompa ASI ku" ucap Kayra dan hal itu membuat ekspersi Jeffran dan Raygan lantas terlihat sendu, mereka kembali ingat bahwa mereka juga baru kehilangan Little Alexius.
Suasana kembali merasa hening karena mereka larut dengan pikiran mereka masing-masing. Sampai di mana suara kecil yang terdengar lucu menyapa indra pendengaran mereka.
"Miuw.." Bintang menatap Kayra yang kini juga menatapnya seolah memahami ucapan si kecil.
"Baby Bintang mau apa hm?" Tanya Kayra sambil mengusap pelan pipi si kecil.
"Miuw... Us" Ulang Bintang sampai dimana si kecil menghisap jari jempol mungilnya karena sudah tidak sanggup lagi menahan rasa hausnya. Hal ini jika Genta melihat pasti akan mengerti bahwa Bintang sedang merasa haus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Star (Slow Update)
Ficción GeneralPepatah mengatakan kalau kehidupan seperti roda yang selalu berputar, kadang hidup berada di atas kadang berada di bawah. Lalu bagaimana ketika dunia yang di hadapi selalu menekan hidup anak kecil untuk selalu berada di bawah, tidak ada sedikitpun k...
