Don't Like Don't Read
.
.
.
Warning! Penulisan PUEBI Kurang Tepat dan Typo Bertebaran⚠️
.
.
.
-Happy Reading-
🤍🤍🤍🤍
Bintang nampak tidak nyaman dalam tidurnya dan pada akhirnya si kecil terbangun, satu tangannya mengepal dan menggosokkannya ke area mulutnya, bahkan air liur si kecil telah membasahi daerah mulutnya.
Lama kelamaan si kecil merasa tubuhnya tidak nyaman dan berakhir menangis untuk melampiaskannnya.
"Hiksss...huwaaa.." tidak lama kemudian pintu kamar Bintang terbuka dan terlihat Kayra bergerak mendekati tempat tidur si kecil.
"Kenapa menangis sayang? Tenang ada mommy di sini" ucap Kayra sambil menimang-nimang si kecil dengan pelan, sesekali tangannya menepuk lembut pantat putra kecilnya.
Tidak berapa lama, dengan dekapan sang ibu Bintang mulai merasa nyaman sedangkan Naviya tersenyum gemas.
"Ayo kita minum susu.." ucap Kayra seraya melepas kancing baju depannya untuk memberikan asupan si kecil karena memang sudah jam si kecil untuk diberikan ASI namun anehnya Bintang menoleh seolah menolak apa yang diberikan oleh Kayra.
"Tidak mau ya baby, kan biasanya sebelum sarapan baby Bintang minum susu dulu" ucap Kayra namun si kecil memilih menggigit tangannya dan hal itu membuat Kayra menarik pelan tangan si kecil.
"Kotor baby.." ucap Kayra seraya mencium gemas pipi si kecil dan tiba-tiba saya wanita itu mengernyitkan keningnya ketika sadar suhu tubuh sang anak terasa berbeda.
"Kau demam sayang.." ucap Kayra lirih dan wanita itu segera berdiri dan keluar dari kamar Bintang seraya menggendong si bungsu yang hanya mendusel lucu di dada sang ibu.
"Ayo kita kerumah sakit baby Bintang demam!" Ucap Kayra ketika ia telah sampai di ruang makan karena kebetulan suami dan ketiga kakaknya sedang sarapan pagi sebelum berangkat kerja.
Jeffran berdiri dan memeriksa langsung suhu tubuh putra bungsunya dan kemudian pria menganggukkan kepalanya.
"Masih demam ringan, biar aku panggilkan dokter pribadi saja" ucap Jeffran kemudian pria tersebut mengambil alih Bintang dari gendongan sang ibu.
Dan mencium Bintang yang ternyata kembali menggigit tangannya.
"Kenapa anak Daddy suka gigit-gigit tangannya, kotor sayang, ayo kita minum susu saja" ucap Jeffran dan membuat si kecil menggelengkan kepalanya dengan lucu.
"Ndak mau.. akit ." Ucap Bintang yang mulai merasa tidak nyaman lebih tepatnya di bagian gusinya.
"Dimana yang sakit sayang?" Bukannya menjawab baby Bintang memilih mendusel hidungnya dengan manja di dada sang ayah sampai air liur si kecil mengotori kemeja kerja yang ia kenakan.
"Kenapa baby Bintang hari ini manja sekali?" Jeffran pun kembali duduk di kursi makan seraya menimang tubuh mungil Bintang dengan satu tangannya.
"Aku sudah menghubungi dokter kita, sebentar lagi ia akan datang"
KAMU SEDANG MEMBACA
Star (Slow Update)
General FictionPepatah mengatakan kalau kehidupan seperti roda yang selalu berputar, kadang hidup berada di atas kadang berada di bawah. Lalu bagaimana ketika dunia yang di hadapi selalu menekan hidup anak kecil untuk selalu berada di bawah, tidak ada sedikitpun k...
