Don't Like Don't Read
.
.
.
Warning! Penulisan PUEBI Kurang Tepat dan Typo Bertebaran⚠️
.
.
.
-Happy Reading-
🤍🤍🤍🤍
"Ka?..KAAAAAAAAAA!" Suara yang memekik dari manusia mungil itu membuat keluarganya terkejut dan antensi para tamu langsung mengarah pada Aska yang kini berdiri tepat di bawah panggung sambil terisak.
Bintang lantas meminta sang kakak menurunkannya namun sayang Reygan menolak karena merasa cemburu dengan pemuda yang kini menarik perhatian adik kesayangannya.
"Sama kak Reygan ya?" Tawar Reygan dengan tutur yang lembut dan hal itu membuat Bintang langsung menganggukkan kepalanya dengan lucu. Reygan pun akhirnya berjalan turun dari panggung menyusul sosok pemuda yang kini sedang menatap kearahnya dengan tatapan berkaca-kaca.
"Dari mana saja kau Bintang? Dan dimana Genta?" Tanya Aska membuat Bintang nampak mengerjakan mata bulatnya dengan polos dan menatap wajah Reygan yang kini tersenyum getir.
"Genta.. sudah pergi jauh" jawab Reygan dengan tutur pelannya karena rasa bersalah kembali terasa di dalam hatinya.
"Pergi? M-Maksudnya?" Ekspresi wajah Aska yang tadinya terlihat sendu karena merindukan Bintang dan sosok sahabatnya itu kini berubah menjadi memerah.
"Jangan katakan bahwa Genta su-..." Aska dengan suara bergetarnya menatap wajah Reygan dengan air mata yang mulai mengalir dari sudut matanya.
"Maafkan aku, Kau bisa membalasnya padaku" ucap Reygan sambil perlahan menurunkan Bintang dari gendongannya dan bertekuk lutut meminta maaf karena pria itu ingat sekali bahwa Genta pergi karena dirinya.
"Kenapa bisa?! Dia satu-satunya sahabatku kak! Kenapa ka-kau hiks..hiks.." Aska tak sanggup lagi bersuara ketika mendengar berita yang begitu membuatnya terluka.
Kevin yang melihat Aska menangis kuat lantas memeluk pemuda itu dengan pelukan hangatnya sambil memberikan kata penenang pada sang adik kesayangannya.
Semua momen itu, lantas membuat suasana pesta tersebut terasa aneh dan hal itu membuat Kayra dan Jeffran segera menutup acara dengan cara terhormat agar membuat para tamu undangan tidak merasa sakit dengan cepat selesainya acara tersebut.
Satu persatu mereka keluar sehingga menyisakan keluarga konglomerat tersebut dan Kevin bersama Azka.
"Ka.. Nanis.." ucap Bintang dengan polosnya sambil menggoyangkan celana bahan Aska membuat pemuda itu lantas melepaskan pelukan Kevin dan menggendong tubuh gempal tersebut dan mencium kedua pipi Bintang.
"Ikut sama Aska ya.." ucap Aska dengan suara habis menangisnya.
Deg!
Mendengar ucapan Aska membuat semua anggota keluarga terutama Kayra lantas berjalan mendekati Aska dan merebut Bintang dari gendongan pemuda tersebut.
"Tidak! Jangan ambil bayiku, kumohon! Aku sangat menyayanginya. Aku akan siap bertanggung jawab dengan apa yang kau pinta tapi kumohon jangan rebut baby Bintang, aku baru saja kehilangan bayiku jangan ada lagi kehilangan untuk kesekian kalinya" ucap Kayra memohon dengan napas memburu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Star (Slow Update)
Narrativa generalePepatah mengatakan kalau kehidupan seperti roda yang selalu berputar, kadang hidup berada di atas kadang berada di bawah. Lalu bagaimana ketika dunia yang di hadapi selalu menekan hidup anak kecil untuk selalu berada di bawah, tidak ada sedikitpun k...
