Pepatah mengatakan kalau kehidupan seperti roda yang selalu berputar, kadang hidup berada di atas kadang berada di bawah. Lalu bagaimana ketika dunia yang di hadapi selalu menekan hidup anak kecil untuk selalu berada di bawah, tidak ada sedikitpun k...
Warning! Penulisan PUEBI Kurang Tepat dan Typo Bertebaran⚠️
.
.
.
-Happy Reading-
🤍🤍🤍🤍
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Astaga.. sayang.. hati-hati" Kayra nampak meringis melihat bagaimana putra kecilnya itu berjalan kesana kemari dengan kaki pendeknya yang masih belum menapak kuat.
Tidak hanya Kayra, Jeffran bahkan selalu siap siaga jika si kecil oleng dan akan terjatuh. "Baby Bintang terlihat senang melihat orang banyak disini" ucap Jeffran dan di balas anggukkan sang istri.
"Hehe.." Bintang kembali berlari sambil memekik ketika beberapa pelayan sedang berlalu lalang untuk menyiapkan acara di mansion keluarga Alexius.
"Sepertinya adikku mengira bahwa ia sedang dikejar orang sampai dia bertingkah seperti itu" celetuk Arzan yang juga sedang mengawasi pergerakan si bungsu.
"Ingin ku tangkap tapi nanti baby Bintang menangis" ucap Delvin
"Biarkan saja, nanti kalau lelah baby Bintang bisa saja akan mendatangi salah satu dari kita" ujar Reygan dan benar saja beberapa saat kemudian kaki pendek itu melangkah menuju ketiga kakaknya sambil mengulurkan kedua tangannya meminta gendong.
"Numm.. numm.." bibir mungil itu terus berceloteh dengan semakin mempercepat langkah kecilnya hingga membuat tubuh bulat itu terlihat ingin jatuh.
"Astaga!" Ucap ketiga kakaknya bersamaan sambil mendekati Bintang.
Hup
"Fiuhhh.." ketiganya bernapas lega ketika Arzan yang berhasil menangkap tubuh mungil si bungsu yang sedikit lagi terjatuh.
"Humm.. kenapa kau senang sekali baby membuat kami khawatir, hm?" Tanya Arzan sembil mencium gemas pipi bulat Bintang dan membuat si kecil tertawa lucu.
"Hehehe.." pekik suara yang begitu menggemaskan semakin membuat ketiga kakaknya saling bergantian mencium wajah si kecil dengan gemas sampai dimana tangan kecil Bintang mendorongnya sambil mengeluarkan suara lucunya.
"Num.. cucu.." membuat ketiga kakaknya tertawa gemas dan segera memberitahu salah satu pelayan disana untuk menyiapkan susu si kecil.
"Haus ya baby, lari-lari terus makanya jadi haus" ucap Delvin sambil memainkan jemari mungil Bintang dengan lembut.